
Non, duduk saja biar Bibi saja yang masak "ucap Bi Nani tidak enak melihat majikanya berada di dapur."
Gak papa, Bi. Malam ini biar Tia yang masak, Bibi liatin Tia saja "jawab Sintia dengan senyum manis."
Maaf Non, Bibi jadi gak enak seperti ini.
Santai saja, bi ini bukan pekerjaan yang sulit buat Tia, asal bibi tau saja sebelumnya Tia juga sering memasak di rumah dulu. Walaupun Tia terlahir dari keluarga kaya tapi itu bukan berarti Tia tidak pernah menginjak dapur. Jadi, bibi jangan terlalu khawatir begitu, Tia tidak masalah dengan semua ini.
Tapi tetap saja Non, bibi tetap merasa tidak enak. Ini tugas bibi tidak seharusnya, Non Tia mengerjakan ini "Bi Nani tetap merasa tidak enak."
Bibi, mau di hukum sama Mas Al ?
Ti—tidak, Non.
Ya Sudah, Bibi liatin aku aja ini tidak akan lama ko "Sintia tidak ingin melibatkan Bi Nani dalam masalahnya dengan Mas Al."
*
*
Sayang kamu jangan terlalu kasar begitu sama Istrimu, kasian dia sayang "Diana bersikap sok peduli dengan Sintia."
Biarkan saja sayang, dia harus di beri pelajaran biar tidak terbiasa sesuka hati dan biar Dia tau posisinya dimana "Alvaro berbincara dengan sangat lembut di depan Diana tidak seperti tadi saat berbicara dengan Sintia."
Tapi kasian dia sayang, Bagaimanan pun juga dia Istrimu, Dia Nyonya rumah ini aku hanya tamu saja.
__ADS_1
Kamu itu Tamu Spesial ku sayang, jadi harus di perlakukan dengan sangat baik dan kamu jangan menyebutnya nyonya, Dia bukan Nyonya Rumah ini. Kamu lah nantinya yang akan menjadi nyonya di rumah ini "Alvaro memengangi wajah Diana."
Diana sangat besar kepala mendengar perkataan Alvaro, Dia benar-benar tidak sabar menantikan hari itu akan segera tiba.
Aku tidak sabar menunggu hari itu sayang "jawab Diana tersenyum lebar."
Tidak akan lama lagi sayang "Alvaro mencium bibir Diana tanpa memperdulikan orang orang yang ada di rumah itu."
Lima belas menit berlalu akhirnya Sintia menyelesaikan ritual masak memasaknya di dapur, tidak begitu lama Sintia hanya memasak apa yang tersedia di dapur.
Aku harap kamu tidak meracuni masakanmu "sindir Alvaro yang sedang mencicipi masak Sintia."
Kalau sampai besok kamu masih terlihat berkeliaran di rumah ini, itu artinya masakanku baik baik saja "jawab Sintia datar."
"Alvaro benar benar tidak habis pikir dengan jawapan Istrinya yang sangat di luar jangkauan."
"Sintia menyeritkan alisnya dengan pertanyaan suaminya, tidak kah pertanyaan ini seharusnya di tanyakan Sintia kepada Suaminya kenapa jadi terbalik."
Apa perkataanku salah? Dimana letak ke kasarannya? Aku hanya membela diri dari tuduhan palsumu yang tidak mendasar "Sintia menjawab tidak mau kalah."
"Diana terdiam melihat keduanya yang sedang adu mulut dan tidak menyangka ternyata Istri pacarnya ini bermulut tajam tidak seperti yang di pikirkannya."
Bahkan kamu sangat pandai bersilat lidah, wajar saja aku curiga karna kamu orang baru disini. Aku tidak tau sifat mu yang sebenarnya. Aku tidak ingin kamu mencelakai ku dan pacarku karna rasa cemburu mu "cibir Alvaro."
Cemburu? Mohon maaf kalian terlalu berfikir jauh, aku sama sekali tidak berfikir ke arah sana. Bukan kah Kamu sendiri yang bilang diantara kita tidak ada hubungan apa-apa dan tidak boleh mengurusi privasi masing masing.
__ADS_1
Alvaro terdiam menatap Sintia dengan tatapan permusuhan, Dia tidak menyangka kalau Sintia menelan bulat kata-katanya dan apa benar Istrinya ini sama sekali tidak tertarik padanya. Itu hal yang mustahil karna di luar sana setiap wanita yang di temuinya tidak ada yang menolak pesonanya.
Sayang udalah jangan terlalu menyudutkan, Mbak Sintia nanti dia merasa tertekan karna disini tidak ada yang memihaknya "Diana mengambil bagian membantu Alvaro yang terlihat terpojok dengan perkataan Istrinya."
Ya, kamu benar sayang, kita makan saja jangan pedulikan dia.
Ya, sudah kalian nikmati makanannya aku tinggal dulu "Sintia tidak ingin melihat keduanya makan bermesraan."
Siapa yang menyuruhmu pergi, tetap di sini kamu juga nanti yang akan membereskan sisa makanan kami "Alvaro sengaja menahan Sintia dia ingin memperlihatkan kedekatannya dengan Diana."
Baik lah "jawab Sintia santai tidak ingin berdebat, sekuat tenaga dia menahan sakit hatinya apalagi saat melihat Suami dan Selingkuhannya bermesraan tepat di depan mata."
Aku ingin melihat seberapa kuat kamu bisa bertahan dengan gengsi mu itu "Alvaro menyunggingkan senyumnya ke arah Sintia."
Sayang suapin !! Aku gak mau makan kalau gak di suapin kamu rengek Diana sengaja memanasi Sintia."
Ia sayang ku, apa si yang gak buat kamu "Alvaro menyuapi Diana seperti anak kecil."
Sayang kamu itu sangat mengemaskan, makan yang banyaknya sayang aku lihat kamu sudah semakin kurus tidak baik wanita terlalu kurus "Alvaro menyindir Sintia yang badannya lebih kecil dari Diana."
Sayang nanti aku jadi gemuk aku tidak mau itu, Apa kamu sengaja ingin membuatku jelek?
Tidak sayang, seperti apa pun bentukmu kamu tetap sangat cantik di mataku. Aku terima kamu apa adanya dan juga malam ini kita harus lebih bekerja keras makan lah yang banyak biar kamu ada tenaga "Alvaro dengan teganya mengatakan hal itu di depan istrinya sendiri tanpa memikirkan perasaan Sintia."
Aaa....sayang kamu selalu seperti itu. "Diana semakin merengek manja di samping Alvaro."
__ADS_1
Sintia yang mendengar itu ingin menagis tapi dia berusaha menahan tidak ingin terlihat lemah di depan manusia laknat ini. Sakiti aku sesuka hati mu Mas, sampai aku benar-benar Mati Rasa, Tugasku hanya satu tahun setelah itu aku akan pergi. Sabar Tia satu tahun bukan lah waktu yang lama kamu bisa melewatinya, Setelah itu kamu akan terbebas dari mereka semua yang menyakitimu "batin Sintia menyemangati dirinya."