DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 25


__ADS_3

Silahkan duduk bu Sintia, tuan sedang di kamar mandi. Mohon di tunggu sebentar "ucap Evan Asisten Presdir."


Sintia menunduk hormat dan tersenyum ramah "Baik Pak."


Pak, Nona Sintia sudah datang "lapor Evan saat melihat atasanya keluar dari arah kamar mandi."


Hm... "Silahkan kamu tunggu di luar, saya ingin berbicara berdua dengannya."


Baik, pak.


Halo, Nona Sintia kita bertemu lagi. Saya tidak menyangka ternyata kamu bekerja di kantor cabang sayang "Suara bariton Kenan menyapa Sintia, Kenan memang sudah menyelidi siapa kariawannya yang sangat kompeten ini dan betapa terkejutnya Kenan saat mengetahui kalau dia adalah Sintia, Istri sahabatnya sendiri. Kenan baru tau kalau Sintai bekerja selama ini, karna yang dia tau Ayah Sintia punya Perusahaan sendiri, kenapa dia tidak bekerja disana dan kenapa juga Sintia harus repot repot bekerja, itulah kenapa Kenan meminta untuk bertemu dengan Sintia."


Ke—Kenan? "ucap Sintia gugup."


Ya, saya.


Ko kamu bisa ada disini? Ja—jangan bilang kamu Presdirnya "tebak Sintia."


Yah...ia saya "kamunya aja yang gak tau siapa Bosmu."


Ahh itu... "Sintia mengaruk tekuknya yang tidak gatal karna salah tingkah."


Maafkan aku, Aku tidak pernah mencari taunya karna kamu tau sendiri bekerja disini tidak ada waktu untuk bersantai dan juga kamu tidak pernah berkunjung kesini, sekalinya kesini aku tidak masuk kerja "ucap Sintia hati hati takut menyinggung Kenan."


Hahahha.... jangan terlalu tegang begitu, Sintia bagaimanapun juga kamu adalah Teman ku karna kamu istri Temanku "saut Kenan."


Bagaimana, Apakah kamu sudah mempersiapkan diri untuk di mutasikan ke Kantor Pusat "ucap Kenan to do point."


Ia—ia aku sudah mendengar kabar itu, tapi apakah aku bisa menolaknya "lirih Sintia."

__ADS_1


Kenapa? Bukan kah ini keinginan semua orang, Kenapa kamu malah menolaknya? Disana kamu bisa lebih memperluas jaringanmu dan Klien yang kamu temui lebih berpotensi tinggi dan itu bisa membuat karirmu melonjak naik dengan cepat.


Tapi, aku tidak ingin di kenal banyak orang "tolak Sintia tegas."


Aku sudah nyaman bekerja disini, Lingkungan disini baik dan tidak toxic tidak seperti disana "timpalnya lagi."


Aku mengerti maksudmu, tapi bukan kah untuk mendapatkan hal yang lebih baik kita harus sedikit usaha lebih.


Mungkin bagi sebagain orang ini kesempatan besar bagi mereka, tapi bukan dengan aku. Karna saat aku menerima itu kehidupanku akan semakin terusik aku mohon mengertilah posisiku yang sekarang ini "lirih Sintia."


Apa yang kamu takutkan?


Saat aku pindah ke sana orang orang akan mengatakan aku memanfaatkan kamu, karna kamu Sahabat Suami ku dan orang lain juga akan berpendapat kalau aku tidak di perlakukan baik di Keluarga Anderson. Kenapa aku masih harus repot repot bekerja sebagai kariawan biasa di Perusahaan orang lain padahal uang mereka sangat banyak. Asumsi mereka akan berbeda beda, sedangkan jika aku tetap disini mereka tidak akan tau itu, karna selama ini kamu tau sendiri aku hanya bekerja di balik layar untuk terjun ke lapangan bukan aku melainkan team ku "jelas Sintia."


Mendengar itu, Kenan menyerutkan alisnya di memang membenarkan ucapan, Sintia tapi sangat di sayangkan kemampuan seperti ini akan di sembuyikan dari masyarakat umum.


Apakah Suami tau kamu bekerja disini?


Apakah dia tidak pulang semalam? "tanya Kenan ingin tau."


Tidak !!


Apakah kamu mencintainya?


Mendengar itu Sinta meyatukan kedua alisnya, karna pertanyaan Kenan terlalu aneh menurutnya.


Tidak, bagaimana mungkin aku mencintainya. Aku saja baru mengenalnya dan setelah menikah pun komunikasi kami sangat buruk "ucap Sintia jujur."


Lalu kamu tidak ada niatan mengubah sifat buruk suamimu itu?

__ADS_1


Bagaimana caraku memperbaikinya, aku saja tidak bertemu dengannya dan saat bertemupun dia tidak pernah menyapaku dengan baik, dia hanya memerintah saja.


Maka dari itu ikut lah denganku, bekerjalah di Kantor pusat maka kita akan bertemu setiap hari, Buat lah dia cemburu dan untuk masalah tanggapan orang lain aku rasa kamu tidak perlu memikirkannya, tutup mulut mereka dengan Prestasimu di Kantor dan untuk masalah Paman dan Bibi biar aku yang mengatasinya. Hanya dengan cara ini kamu bisa mengubah Suami mu, jangan biarkan dia berlarut dengan kebodohannya "ucap Kenan."


Bagaimana kalau dia tidak mau berubah?


Kita tidak tau sebelum kita mencobanya, Setidaknya usaha lah sedikit, jika memang dia tidak mau berubah aku tidak akan memaksamu lagi.


Berapa lama?


Satu Tahun, kita beri dia waktu satu tahun. Jika memang dalam satu tahun ini dia tidak ada perubahan, aku tidak akan memaksamu lagi dan aku akan mendukung apa pun rencanamu kedepanya. Kamu tau aku tidak ingin teman ku jatuh ke lubang yang sama aku sangat peduli dengannya, aku sudah menganggapnya seperti Saudaraku sendiri, aku mohon bekerja sama lah dengan ku, Saat ini dia cuman salah jalan saja.


Terang Kenan panjang lebar dan menceritakan awal mula semuanya dan siapa Mantannya Alvaro dan siapa Wanita yang dekat dengannya sekarang dan kenapa bisa jadi seperti itu, Kenan menjelaskan semuanya kepada Sintia.


Mendengar itu Sintia merasa miris melihat kebodohan Suaminya, Dia tidak menyangka orang sesempurna Alvaro bisa juga di bodohi hanya karna Cinta.


Baik lah aku setuju, tapi aku ingin temanku Lusi juga ikut di Pindahkan karna aku tidak ingin jauh darinya "ucap Sintia."


Aku akan memindahkannya bersama mu dan kapan kamu akan mulai pindah, aku harap jangan lama-lama lebih cepat lebih baik.


Minggu depan saja, bagaimana pun juga aku harus mempersiapan diri dulu, karna setelah aku pindah kesana aku rasa Mentalku akan semakin di uji dan Suamiku juga pasti akan sangat menghina ku setelah ini . Kamu tau sendiri mulutnya sangat kasar "cibir Sintia."


Baik lh persiapankan dirimu, aku menunggu mu minggu depan di kantor, ini juga demi kelangsungan rumah tangga kalian "balas Kenan."


Hm...kalau begitu aku pamit dulu .


Baik lah, sampe bertemu minggu depan "jawab Kenan."


Kamu sangat berutung, Al punya Istri yang mau berkorban demi kebaikan mu, aku harap kamu jangan sampe telat menyadarinya karna bagaimana pun juga dia punya batas kesabaran "batin Kenan melihat ke arah pintu keluar."

__ADS_1


Setelah keluar dari sana, Sintia pergi ke kamar mandi dia ingin menenangkan diri sebelum masuk ke ruanganya.


Ya..Tuhan beri aku kekuatan untuk melewati semua ini, Demi nama baik dan masa depan keluarga kecilku aku akan berusaha, Cukup aku menikah dengan Mas Al saja. Aku tidak ingin rumah tanggaku kandas hanya karna orang orang yang tidak bertanggu jawab. Sintia kamu kuat kamu bisa "ucap Sintia menyemangati diri sendiri."


__ADS_2