
Sayang, apa kamu sudah bangun ?
"Suara, Sindi terdengar sangat lembut di telinga Alvaro, ini lah yang di rindukanya selama ini. Sikap Sindi yang manis dan lembut."
Kamu dari mana ? Kenapa kamu tidak tidur di sampingku ? "Alvaro melihat Sindi yang datang dari luar."
Aku sedang memasak untukmu sayang, aku tau kamu lapar karna kegiatan kita tadi menguras tenagamu.
"Alvaro memeluk Sindi dari belakang dan mencium tekuk Sindi dengan lembut", Kamu memang tidak berubah sayang, aku sangat mencintaimu.
Aku juga mencintaimu sayang, itulah kenapa aku disini bersamamu saat ini. Sana pergilah, bersihkan dirimu aku menunggumu.
Aku ingin mandi bersama denganmu, aku tidak ingin jauh darimu "rengek Alvaro."
Kamu tidak pernah berubah, Jangan mengodaku aku tidak ingin mandi dua kali "tolak Sindi."
"Alvaro, dengan cepat mengangkat Sindi ke pelukannya," aku tidak keberatan jika harus mandi seharian denganmu.
Turunkan aku, berhentilah menggodaku "Sindi memukul pelan bahu Alvaro dan sedikit berontak di pelukannya."
__ADS_1
Tidak akan ku biarkan, karna tadi kamu menggodaku lebih dulu "Alvaro tidak melepas, Sindi dan membawa masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi bersamanya. Mengulangngi kegiatan yang masih belum tersalurkan sepenuhnya."
*****************************
Saat ini Diana, mondar mandir di rumahnya sendirian memikirkan cara untuk memisahkan Sindi dan Alvaro. Inilah yang Dia takutkan sebenarnya, saat Sindi memintanya kembali Alvaro akan dengan sangat mudahnya menerimanya karna memang Alvaro masih mencintai Sindi. Nama Sindi, masih membekas di hatinya dan mungkin Cinta, Alvaro sudah habis di Sindi.
Ya, Sintia !! saat ini Sintia yang lebih berhak memisahkan mereka. Tapi— "Diana tampak berfikir."
Tidak !! Aku tidak yakin wanita itu bisa, kemaren saja aku kesana, Dia terlihat biasa saja. Diantara mereka tidak ada Rasa jadi percuma saja.
Arghhh.... "Siapa lagi yang harus ku harapkan."
"Diana mengirim foto itu ke nomor Sintia, karna sebelumnya Dia sudah mengambilnya dari Ponsel Alvaro buat jaga jaga."
Send...!! Ok !! Aku berharap kali ini kamu bisa di andalkan, Sintia bagaimana pun juga peranmu sangat berpengaruh bagi kehancuran mereka.
Ting !! "Notifikasi di ponsel, Sintia"
"Sintia, dengan malas membuka pesan masuk di ponselnya, karna selama ini tidak ada Notif Spesial di ponselnya semua hanya tentang pekerjaan saja."
__ADS_1
Cihh,,, pasti ini pekerja baru, aku malas sekali entah kapan aku dapat Notif dari orang spesial. Bahkan umur ku sudah segini tuanya belum pernah sekalipun mendapat Notif dari orang tersayang, Apa aku sejelek itu ? Aku rasa tidak, Mata mereka saja yang rusak tidak melihat kecantikanku "gerutu Sintia karna muak dengan Notif pekerjaan saja."
Baik lah, aku akan melihatmu mungkin kamu sangat membutuhkan ku "Sintia berbicara sendiri ke ponselnya."
Dan mak, jreng —
"Sintia,menganga lebar melihat foto di ponselnya," I—ini bukannya Mas Alvaro, kenapa Dia bisa— dan siapa wanita ini ? Ini bukan Diana, siapa lagi ini ?
Cih,,,Suamiku sangat menjijikan sekali, Aku jadi tidak rela tubuh di sentuh olehnya. Tapi, bagaimana jika Dia meminta haknya sebagai seorang suami, aku kan istrinya. Bagaimana bisa aku menolaknya kalau aku minta cerai denganya masih lama dari waktu yang telah di tentukan Kenan dan Mertuaku, pasti mereka akan menolaknya.
Bagaimanapun aku tidak punya kekuatan melawan mereka, aku saja di buang keluargaku, bagaimana mungkin orang lain akan membantuku. Sulit sekali, Takdir seperti apa yang telah ku terima ini ? kenapa jalan hidupku serumit ini ? Aku ingin diam saja tapi hatiku sakit, aku tidak sekuat itu untuk bisa bertahan. Aku hanya manusia biasa yang sejatinya punya rasa sakit dan kecewa.
"Sintia ingin menangis menangis, tapi air matanya tidak keluar mungkin sudah habis karna terlalu sering menangis selama ini."
Bahkan air mataku pun, habis karna sering di hadirkan, apalagi dengan batas kesabaranku ? Ya tuhan, kuatkan aku jangan sampai, aku menyerah dengan diriku sendiri. Aku ingin hidup tapi bukan hidup seperti ini yang aku inginkan.
SIAPIN TISSU YANG BANYAK YA GAYS, PART INI MENGURAS AIR MATA.
JANGAN BILANG AIR MATA KALIAN HABIS JUGA SEPERTI SINTIA.
__ADS_1