
Aku harap kamu jangan terlalu ikut campur dengan kehidupan pribadiku "peringat Al, ke sahabatnya Kenan".
Setelah mendapat kabar dari, Diana bahwa Sahabatnya sendiri telah mengatai kekasihnya sebagai Parasit, Alvaro segera bergegas menemui Kenan di Kantornya, Alvaro tidak ingin kehidupan pribadinya di campuri oleh orang luar.
"Kenan menyatukan alis matanya", Apa maksudmu aku tidak mengerti?
Diana.
Aku tau kamu mengusiknya akhir akhir ini, berhentilah kamu bukan Pria yang kurang pekerjaan atau Apakah kamu cemburu dengan ku?
Gila !!! Bahkan otakmu sudah di cuci Wanita itu "kesal Kenan."
Lalu, kalau bukan cemburu apa ini Namanya"bentak Alvaro."
Kenan geram karna tingkah bodoh sahabatnya ini, Dia memang paham Alvaro sangat bodoh dalam urusan percintaan, makanya dia sering di manfaatkan.
Aku pikir setelah kamu tau sifat busuk, Sindi kamu akan berubah dan lebih berhati hati dalam memilih Wanita. tetapi aku salah, sikap bodohmu masih saja melekat di Otakmu. Aku heran kenapa hanya mengurus wanita saja kamu tidak mampu, aku jadi mencurigai pencapianmu selama ini dalam bekerja "tutur Kenan."
Tidak usah Berbasa basi seperti ini aku tidak suka, Mulai sekarang aku minta jauhi, Diana kamu tidak perlu terlalu dekat dengannya dia Kekasihku, Aku harap kamu jangan merusak pertemanan kita hanya karna hal seperti ini.
Apakah karna seorang wanita kamu ingin mengorbankan persahabatan kita yang sudah lama terjalin? "hardik Kenan."
Itu semua tergantung padamu, jika kamu berhenti dari sekarang pertemanan kita akan tetap utuh seperti dulu "balas Alvaro dengan membuang muka menatap ke arah lain."
Ini semua demi kebaikan mu aku tidak ingin kamu menyesal dan terpuruk lagi seperti dulu, aku peduli kepada mu.
Kamu tau apa soal wanita? "bentak Alvaro."
Setidaknya aku tidak bodoh sepertimu "desis Kenan."
Alvaro terdiam mendenger penuturan Kenan, memang benar Kenan tidak pernah bermasalah dengan seorang wanita dan bahkan bisa di bilang dia tidak pernah di butakan akan Cinta, dia hanya bermain untuk kesenangannya saja.
__ADS_1
Fokos lah pada istrimu yang sekarang, filingku mengatakan Dia Wanita yang Baik tidak seperti wanita wanita yang biasa kamu temui, jangan sampai kamu menyesal membuang Mutiara hanya karna sebuah Krikil "timpal Kenan lagi."
Tidak usah menggurui ku, aku tau mana yang terbaik buatku Dia tidak ada apa apanya di bandingkan Diana. jangan pernah kamu membandingkan keduanya, karna itu sudah jelas jauh berbeda "ucap Alvaro berlalu meninggalkan ruangan Kenan."
Aku harap kamu tidak menyesal suatu saat nanti saat kamu sadar dari kebodohanmu ini "tutur Kenan melihat sahabatnya berlalu pergi tanpa izin tidak seperti biasa".
Pengaruh wanita itu sangat membawa perubahan buruk bagi Alvaro, Aku jadi kasihan kepada Istrinya entah Dosa apa yang di buatnya di masa lalu sehingga dia mendapatkan Suami seperti dia "Cibir Kenan lagi."
Alvaro langsung berjalan ke arah parkiran di kesal dengan sikap, Kenan yang terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya.
"Cih", tau apa dia urusan cinta, bahkan sampai saat ini dia belum pernah pacaran, dia hanya menghabiskan waktu dengan para J*l*ng saja tapi ingin menggurui ku " gerutu Alvaro."
Sebaiknnya saat ini aku ke tempat, Diana saja untuk mencari asupan ku. Aku benar benar menyesal datang kesini lebih baik aku kesana "batinya."
Alvaro langsung berlalu pergi meninggalkan Perusahaan Kenan, tujuannya saat ini Apartemen Diana, karna menurutnya hanya itu tempat yang baik untuk memperbaiki moodnya yang rusak.
Tit..Tit..Tit..
Sayang, kamu sudah datang ko gak ngabari dulu sih, katanya malam baru kesini "Diana berjalan ke arah Alvaro menyambut kekasihnya."
Ia Sayang, aku tidak sabar ingin memakanmu, aku sangat merindukan mu "ucap Alvaro sambil memeluk Diana yang datang menghampirinya."
Kamu memang selalu seperti itu, tidak bisa kah kamu sehari saja tidak merindukanku? Bagaimana kalau aku jauh darimu apakah kamu akan mencariku? "Diana memengangi wajah Alvaro."
Tidak akan ku biarkan kau jauh dari ku apapun yang terjadi, yang sudah jadi Milik ku tidak boleh di rebut oleh orang lain, kecuali kamu sendiri yang memilih untuk pergi aku tidak bisa memaksamu "balas Alvaro mencium tangan Diana dengan lembut."
Mulut mu sangat manis sekali "kedua tangan Diana memukul bahu Alvaro pelan."
Aku tidak membual sayang, aku akan selalu ada di sampingmu kapan pun kamu mau, Percayalah lah padaku aku tidak seperti lelaki di luar sana yang hanya bermulut besar tapi hasilnya Nol.
Tapi posisiku saat ini seperti seorang simpanan. Apakah ini yang disebut Prioritasmu? "sindir Diana."
__ADS_1
Posisi yang seperti apa yang kamu ingin kan sayang? "tanya Alvaro lembut sambil mengelus rambut panjang Diana."
Aku Ingin lebih dari ini.
Apakah kamu ingin menjadi Istri ku?
"Diana menggangguk pertanda setuju dengan ucapan Alvaro."
Bersabar lah sayang, mungkin dalam waktu dekat ini aku belum bisa memberimu sebuah Pernikahan, karna ada sesuatu hal yang ingin ku selesaikan dulu dengan, Papa. Percayalah sayang, setelah semuanya sudah di bawah kendaliku, aku akan menceraikan Istriku yang sekarang dan aku akan segera menikahimu dan hanya kamu satu satunya Nyonya Anderson yang jadi Pendampingku. Bersabar lah sayang, ini tidak akan lama."
Apakah janjimu bisa aku pegang? "tanya Diana dengan Puppy Eyesnya yang membuat Alvaro semakin gemas dan tidak berhenti menciumi sedaritadi."
Mungkin menurut ini hanya janji manis untuk menjeratmu disisiku, tapi nanti setelah semuanya sudah selesai, kamu akan percaya kalau seorang Alvaro Anderson tidak pernah hanya membual dengan janjinya. Aku ini Pria sejati sayang, percayalah padaku saat ini kamu Wanitaku, tidak ada yang bisa menggantikanmu.
Cantikan mana aku dari pada Sindi?
Tanya Diana, karna saat ini yang dia takutkan bukan Istri Alvaro melainkan mantannya, karna bisa di pastikan Alvaro belum benar benar Move on dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Dia masih mengharapkan Sindi, buktiknya hingga saat ini belum ada yang bisa mengganti kan posisi Sindi di hati Alvaro.
Sayang aku sudah bilang, kamu jangan membahas Dia lagi "jawab Alvaro dengan muka kusut setelah mendengar mama Sindi disebut."
Aku hanya memastikan saja, aku takut kamu kembali lagi kepadanya, saat dia memintamu kembali lagi kepadanya dan kamu membuangku "lirih Diana."
Itu tidak akan pernah terjadi sayang, aku tidak bodoh seperti dulu lagi. Saat ini aku sudah ada kamu jadi aku tidak ingin memikirkan yang lain. Jangan merancuni otak kecil mu ini dengan pikiran kotor mu itu dengan hal hal yang tidak penting seperti ini "ucap Alvaro lembut."
Aku harap kamu tidak mengecewakan ku, Tuan Muda "kekeh Diana dengan mencium lembut bibir Alvaro."
Melihat tindakan Diana, Alvaro sedikit terpancing dan dengan cepat meraih tekuk Diana.
Kamu curang, aku hanya mencium mu sedikit tapi kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini "rengek Diana."
Aku tidak akan melepaskan mu malam ini, sayang "bisik Alvaro."
__ADS_1
Diana berlari kecil meninggalkan Alvaro ke arah kamar, Alvaro semakin gemas dengan tingkah lucu Diana dan dengan cepat menghampiri kekasihnya.