
Semua acara selesai sampai larut malam, karna saking banyaknya rangkain acara dan tamu yang datang memberikan selamat. Membuat acara selesai sampai malam. Saat ini kaki, Sintia sudah sangat kram tidak sanggup berdiri lagi, Dia duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Sayang, kalian menginap lah disini. Mama sudah menyiapkan kamar untuk kalian "ucap Ibu Emi mendatangi mereka yang sedang duduk."
Kami pulang saja, Mah "balas Alvaro."
Tidak sayang, ini sudah sangat larut menginap lah disini, lagian ini Malam Penganten kalian. Kalian harus menikmatinya disini bukan di rumah "balas bu Emi."
"Hm....," Alvaro berdiri dan beranjak pergi, tanpa mengajak Sintia yang duduk di sampingnya.
Al, kamu mau kemana? " panggil Emi."
Ya, ke kamar kemana lagi barusan, Mama yang bilang gimana sih "gerutu Alvaro."
Tapi setidaknya ajak lah Istrimu, Dia kan tidak tau dimana tempatnya, Dia belum pernah datang kesini. kamu ini sudah jadi Suami pun masih saja tidak peka.
Dia kan bisa mengikuti ku dari belakang, Mah. Manja banget si "Cibir Alvaro."
Al, kamu lihat dong keadaan Istri mu, seharian ini dia udah cape menyambut para tamu, Sintia gak kuat lagi berjalan jauh. Apalagi dia pake heals kakinya kram Al kamu gendong dia lah gimana sih, masa itu aja Mama harus jelasin.
Mah ,Al juga cape kan tadi sama sama berdiri, emangnya cuman Dia doang yang nyambut tamu, Ak juga Mah "balas Alvaro tidak mau kalah."
Sintia semakin miris melihat sikap Suaminya yang tak acuh sama sekali padanya, entah gimana jalan kehidupan rumah tangganya nanti.
Al, kamu itu Laki laki jelas beda lah. Tenaga mu dengan wanita itu berbeda, Badan mu saja yang gede otak gak ada "pekik Bu Emi."
Udah Mah, gak papa Sintia masih kuat ko jalan sendiri ngikutin, Mas Al dari belakang "potong Sintia menghentikan perdebatan ini."
Tuh kan Mah, dengar sendiri Dia itu bisa. Mama aja yang terlalu manjain Dia, lama lama dia ngelunjak kalau di giniin trus, Mah "sungut Alvaro."
__ADS_1
Ya udah sayang, kamu ikut Al dari belakang. Hati hatinya sayang, Al kamu jalannya jangan cepat cepat perhatian lah sedikit saja pada Istri mu.
Hm.....
Alvaro dan Sintia pun pergi meninggalkan Ballroom Hotel, mereka pergi ke Kamar VVIP yang sudah di siapkan untuk mereka malam ini. Sintia sedikit berlari mengikuti langkah Alvaro yang panjang, Kaki Sintia sedikit pincang karna perih di ujung kakinya. Alvaro melihatnya tanpa kasihan hanya menyunggingkan bibir nya. Dia tidak kasihan sama sekali entah terbuat dari apa hatinya.
Mas, jangan terlalu cepat jalannya, Aku tidak bisa mengimbangi langkah kaki mu "ucap Sintia pelan."
Lain kali belajar lah berlari, jangan hanya di kamar terus mengurung diri, lihat dirimu yang sekarang sangat menyusahkan. Baru sehari saja jadi istri sudah sangat menyebalkan. Entah apa yang dilihat kedua Orang Tua ku dari mu sehingga mereka sangat menyukaimu "Omel Alvaro
Maafkan aku "hanya itu yang keluar dari mulut Sintia."
Sintia ingin sekali menangisi mulut tajam Suaminya, tapi dia tidak ingin terlihat menyedihkan, karna itu sama sekali tidak akan merubah keadaan, malah akan membuat orang yang di depannya kesenangan merasa menang.
Sesampainya mereka di kamar, Sintia sangat terharu melihat pemandangan kamar yang sangat indah di Hiasi dengan Mawar Merah dan Handuk Bentuk Angsa.
Begitupun dengan kamar mandi, Air di dalam Bathtub di isi penuh dan di Taburi Mawar Merah, di Lengkapi dengan Lilin Aroma Terapi Lavender Membuat Ruangan itu Harum dan sangat indah di Pandang Mata.
Malam ini kamu tidur di sofa, aku tidak ingin seranjang dengan mu aku tidak bisa tidur dengan orang lain di sebelahku "ucap Alvaro memberi peringatan.
Ba—baik lah "Sintia menurut saja dia tidak ingin berdebat dengan suaminya yang bermulut tajam.
Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan, aku ingin ke kamar mandi dulu untuk mengganti baju, rasanya sudah sangat gerah, baju ini juga sangat berat sekali "ucap Sintia."
"Alvaro menaikkan sebelah alis matanya, dia merasa heran kenapa wanita yang baru saja jadi istrinya ini sangat menurut", Bukan kah Dia berasal dari keluarga kaya dan dia tidak terbiasa tidur di sofa, lalu kenapa Dia hanya menurut saja? "Ck', untuk apa aku memikirkan nya mungkin ini trik liciknya, berpura pura baik di depan ku untuk bisa mengambil hatiku "batin Alvaro."
Tidak ada pergilah.
Sintia langsung pergi ke kamar mandi, tidak lupa juga dia membawa baju gantinya yang sudah di siapkan Ibu Mertuanya. Dia akan memakainya di kamar mandi, karna dia tidak ingin berganti di tempat tidur, nanti Alvaro mencibirnya lagi mengatakan dia wanita penggoda Sintia menghindari hal itu. Saat Sintia memasuki kamar mandi, Alvaro mencari ponselnya. Dia ingin menghubungi Kekasihnya, ingin mengabari kalau malam ini, Dia tidak bisa menemuinya, Seperti yang Sudah di Janjikannya tadi Pagi.
__ADS_1
Tut...Tut....!!
Maaf Nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan "suara operator dari sebrang sana.
Sayang kamu dimana? apakah kamu sudah tidur atau kamu marah karna aku tidak jadi mendatangimu "ucap Alvaro berbicara sendiri dia khawatir wanitanya marah dia mencoba menghubungi lagi.
Tut...tut....!!
Tidak di angkat lagi, kamu dimana sayang "guman Alvaro."
Tut..Tut..!!
Hallo... "Terdengar suara wanita di sebrang sana."
Sayang, kamu dimana? kenapa kamu sangat lama menjawab telfon ku "cemas Alvaro."
Maaf sayang, aku baru saja dari kamar mandi "balas Diana."
Aku pikir kamu kemana mana, Sayang maaf ya malam ini aku gak bisa kesana aku di tahan sama, Mama untuk tidur di Hotel. Bersabar lah sayang, setelah semua beres dan kami sudah pindah rumah, aku akan sering menemui "terang Alvaro."
Ia sayang, aku akan menunggumu cepat lah selesaikan semuanya aku sudah kangen "balas Diana dengan suara manjanya."
Aku semakin tidak sabar menemui "ucap Alvaro tergoda dengan suara manja Diana."
Sayang tetap lah jaga diri, apalagi saat ini kalian tidur berdua aku tidak ingin kamu khilaf, aku tidak akan memaafkan mu "rengek Diana."
Hahhaha.... ia sayang, percayalah padaku aku tidak akan menghianati mu. Wanita itu tidak ada apa apanya di banding kamu "balas Alvaro."
Tanpa dia sadari, Sintia sudah mendengarkan percakapan mereka berdua sedari tadi, karna asyik bercengkrama dengan kekasihnya Alvaro tidak menyadari keberaan Sintia yang duduk di meja rias dan seolah tidak melihatnya.
__ADS_1
Sintia ingin sekali protes, dimana di malam pengantinnya yang harusnya malam bahagia bersama pasangan memadu kasih, tapi bukan untuk mereka. Tepat di depan mata sendiri, Suaminya bahkan dengan tega menggoda Wanita lain, Miris sekali Kisah Sintia bukannya bahagia setelah menikah malah semakin menderita.