DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
bab 5


__ADS_3

Dua hari berikutnya, Rudi dapat membuat janji temu dengan Pak Gunawan seperti yang telah di suruh Atasannya.


Disini lah mereka sekarang di depan gedung "BLUE STARD" yang menjulang tinggi ke atas yang di miliki keluarga ANDERSON. Keluarga Anderson, terkenal dengan kekayaannya di Kota ini yang menduduki peringkat pertama. Mereka memiliki banyak ladang Bisnis yang tersebar luas di Negara ini. Itu lah kenapa, Pak Sutumo datang kesini berniat untuk mengajaknya menanamkan Saham di Perusahaanya yang di ambang kebangkrutan karna ,Pak Sutomo salah satu teman lama pak Gunawan pemilik BLUE STARD.


Selamat pagi, Pak ada yang bisa saya bantu? "Sapa resepsionis cantik yang berdiri di depan Sutomo."


Saya ingin bertemu dengan Pak Gunawan, sebelumnya saya sudah ada janji dengan beliau.


Baik Pak, saya hubungkan ke assisten Pak Gunawan dulu ya, Maaf dengan Bapak siapa?


Bapak Sutomo "jawabnya cepat."


Setelah mendapat izin dari asistenn Pak Gunawan,


resepsionis pun mengarahkan tamunya ke ruangan petinggi perusahaan Ini.


Silahkankan Pak, ruangan Pak Gunawan berada di lantai 35 "Resepsionis mengantarkan sampai ke depan lift."


Terimakasih.


Setelah keluar dari lift Dia sudah di sambut asisten Pak Gunawan di depan lift.


Selamat pagi Pak, anda sudah di tunggu Bos di ruangannya "Sapa Bima, kepercayaan Pak Gunawan."


Ah ia....Selamat pagi juga.


Silahkan lewat sini, Pak "Bima mengarahkan tamu tuannya."

__ADS_1


Halo Sutomo, sudah sangat lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana kabarmu sekarang? Kenapa wajahmu tampak lesu? Kamu juga terlihat sangat kurus, dari pertemuann kita sebelumnya. Apa yang terjadi? "Gunawan merangkul, Sutomo karna memang mereka sahabat lama dan beberapa bulan lalu pernah bertemu di Jamuan Bisnis yang di adakan rekannya yang lain."


Ah... begitu lah, Gunawan aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat. Perusahaan ku yang kurang membaik saat ini dan mungkin kamu sudah tau kabar itu. "jawab Sutomo to do point, begitulah Sutomo tidak suka berbasa basi dengan lawan bicaranya."


Hahhahhaha.... kamu memang selalu seperti itu, tidak pernah sedikit pun untuk berbasa basi "saut Gunawan."


Aku memang sudah dengar kabar itu, jadi apa tujuanmu sekarang ?


Begini Gunawan, aku ingin meminta tolong ke padamu untuk menanamkan Modal di Perusahaan ku. Kamu tau sendiri, Para Dewan Direksi yang melihat keadaan sekarang ini trus mendesak ku untuk menyelesaikan semua ini dan sebagian dari mereka ingin melengserkan ku. "Wajah, Sutomo tampak sangat menyedihkan."


Hmmmmm.... Itu masalah gampang, lalu apa yang ku dapat jika aku membantumu? "Gunawan bertanya seolah ada maksud di dalamnya."


Maksud kamu, apa Gunawan aku tidak paham?


Begini Sutomo, aku to do point saja aku bisa dengan gampang membantu mu sekarang juga melunasi semua utang-utang mu di Bank dan menanamkan modal di perusahaan mu, tapi aku punya syarat karna bagaimanapun juga tidak ada yang gratis di dunia ini.


Tenang aja, kamu tidak perlu khawatir begitu syaratnya tidak susah ko "Aku dengar kamu punya seorang putri aku ingin kamu menikahkan putrimu dengan putra ku."


Mendengar itu, Sutomo sedikit bimbang memang Dia punya dua putri, tapi yang selalu di kenal dan di banggakannya ke orang-orang hanya satu yaitu, Sila. Tidak banyak yang tau kalau dia punya anak perempuan satunya lagi, Dia binggung ingin menerima atau tidak. Karna dari kabar yang beredar dari banyak orang dan teman teman Bisnisnya kalau Putra dari Keluarga Arderson ini Seorang Casanova dan memiliki tempramen buruk dan tidak akan sengan menghukum siapa pun jika adia melakukan kesalahan, walau itu karna hal terkecil sekalipun, mana mungkin Dia tega memberikan Anak Kesayangan nya Sila, Dia tidak akan tega memikirkan itu Dia sedikit dilema, tapi penawaran kali ini sangat dia butuhkan.


Hahahaa....."tawa Sutomo garing"


Mana mungkin, anak anda yang Sempurna itu mau dengan anak saya yang biasa saja, kamu ini suka sekali bercanda Gunawan "tolak Sutomo halus."


Masalah itu biar jadi urusan saya, Sutomo yang terpenting sekarang, kamu setuju apa tidak dan yang pasti setelah mereka menikah kamu tidak boleh lagi bertemu dengannya, karna Dia sudah menjadi milik kami dan kamu tidak perlu mengurus masalah biaya pesta pernikahan biar itu menjadi urusan keluarga kami.


Mendengar itu, Sutomo semakin tidak rela. Sama saja Dia menjual, Sila secara tidak langsung. Tiba-tiba Dia teringat dengan anak yang satunya dan Sutomo tersenyum licik hampir tidak terlihat.

__ADS_1


Ahhh.... begini, Gunawan sebenarnya saya punya Dua Putri. Mungkin yang orang banyak tau hanya, Sila anak saya karna Dia yang sering terlihat di muka umum, tapi sebenarnya, Sila ini anak kedua. Dia, punya kakak namanya, Sintia tapi Dia sedikit pemalu dan tidak suka di kenal banyak orang, itu lah kenapa aku jarang membawanya dan mengenalkannya kepada kalian semua.


Menurut ku, lebih baik kita jodohkan anak mu dengan anak pertama ku saja dan mungkin umurnya mereka tidak terlalu jauh. Karna bagaimana pun juga saat ini, Sila masih sangat kecil dan masih kuliah tidak mungkin Dia menikah di usia muda dan mendahului kakaknya. Tenang saja, anak pertama ku anak yang baik dan penurut kecantikannya juga tidak kalah dengan, Sila. kamu bisa datang kerumah untuk melihatnya pintu rumah kami terbuka lebar menyambut keluarga anda.


Terang Sutomo, panjang lebar berusaha menyakinkan, Pak Gunawan.


Gunawan, menyeritkan kepalanya karna Dia baru tau kabar ini dan Dia, sedikit tidak percaya.


Apa kamu berniat berbohong dan memberikan anak orang lain karna kamu berusaha menolak tawaran ku ? "tanyanya curiga."


Hhahahaahha....


Pemikiran macam apa itu kawan, kapan aku pernah membohongimu apalagi untuk masalah sepenting ini. Lihat ini Kartu Keluarga kami, kamu bisa lihat sendiri aku tidak berbohong "Sutomo, menyodorkan ponselnya menunjukkan Kartu keluarganya, karna memang tersimpan di galerinya dan beberapa foto keluarga semasa Istrinya hidup, karna setelah Istrinya meninggal mereka tidak pernah melakukan itu lagi."


Melihat itu barulah, Gunawan percaya dan yakin bahwa teman lamanya itu tidak berbohong.


Baik lah, tidak perlu aku melihatnya toh juga nanti saat mereka menikah Dia akan jadi bagian dari Kami.


Tidak masalah siapa pun, yang penting itu benar anak mu dan bukan anak orang lain. Kalau begitu siap-siap lah akhir pekan aku dan keluarga ku akan kerumahmu untuk melamarnya dan Ini tanda tangani. "Menyodorkan perjanjian di atas materai kalau, Sintia sudah jadi milik Keluarga Anderson."


Sutomo, semakin yakin untuk tidak memberikan, Sila anaknya.


Baik lah, Saya tunggu kedatangan kalian semua "Sutomo segera menandatangani perjanjian itu."


Tenang saja, sebentar lagi perusahaan mu akan kembali seperti semula dan lain kali lebih berhati hati lah untuk melakukan sesuatu, karna tidak ada lagi bantuan dari ku cukup Ini yang pertama dan terakhir. "Kamu mengerti kan maksud ku?"


Ah... ia, aku paham maksudmu. Baik lah, kalau begitu saya pamit dulu.

__ADS_1


Dengan wajah yang ceria dan tersenyum lebar, Sutomo melangkah ringan kakinya keluar dari gedung tinggi itu, karna yang di harapkan telah dapat.


__ADS_2