DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 40


__ADS_3

Alvaro melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, menyalip mobil yang di depannya, dia mengendara mobilnya ugal ugalan tanpa memikirkan keselamatan dirinya.


Saat ini pikirannya kalut tidak bisa berfikir dengan jernih, Dia kecewa dengan Sindi, orang yang sudah di percayainya tapi dengan tega menghianatinya lagi. Alvaro benar benar merutuki kebodohannya yang begitu mudahnya percaya pada, Sindi.


Bugh !! Sial sial...


Aku benar benar bodoh, terlalu buta dengan cinta Sindi, aku memang bodoh sangat bodoh. "Alvaro menyalahkan dirinya sendiri."


Saat sibuk menyalah dirinya sendiri, Alvaro tidak menyadari kalau mobilnya melewati pembatas jalan dan sebuah Truk besar melaju ke arahnya.


Tin !! tin !!


Suara klakson menbuarkan lamunan Alvaro, dia melihat mobilnya sudah melewati pembatas jalan dan mobil Truk semakin dekat kepadanya, saat dia berusaha menghindar sebuah mobil pick up melaju kearahnya. Alvaro benar benar terjepit tidak punya pilihan dan memilih lurus kedepan menabrak pembatas jalan.


Bruk !!


Sretttttt !!


Suara mobil Alvaro tertambrak sangat mengenaskan, terdengar sangat mengerikan di telinga siapapun. Kepala mobil Alvaro rinsek dan orangnya sudah tidak sadarkan diri akibat benturan di kepalanya.

__ADS_1


Orang yang melihat kejadian itu dengan cepat membantu mengeluarkan Alvaro dari dalam dan menelepon pihak berwajib.


Alvaro dengan cepat di larikan kerumah sakit terdekat dibantu para warga sekitar, kecelakaan tunggal Alvaro sangat mengerikan dan berharap Alvaro bisa selamat.


Kedua orang tua Alvaro sangat terkejud mendengar kabar kecelakaan putranya dengan cepat mereka bergegas ke rumah sakit melihat keadaan putra semata wayangnya.


Pah, apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini ? "isak Ibu Emi kepada suaminya."


Papa tidak tau Mah, kita berdoa saja supaya Alvaro baik baik saja "lirih Pak Gunawan yang juga merasa khawatir dengan keadaan anaknya."


Setelah sampai di rumah sakit, mereka segera berlari keruangan Alvaro. Tidak mempedulikan Citra dirinya yang Elegan seperti biasa pada orang orang. Orang orang yang melihatnya pun merasa heran karna tidak biasa Keluarga ini bersikap seperti ini, bertanya tanya dalam hati siapa yang sakit kenapa terlihat sangat menengangkan sekali.


Mohon di tunggu Nyonya dan Tuan, saat ini Tuan Muda sedang di tangani Dokter, keadaannya cukup parah Tuan muda kehilangan banyak darah dan mengharuskannya untuk tranfusi darah terlebih dahulu dan juga kami ingin meminta persetujuan pihak keluarga untuk menandatangani surat persetujuan tindakan operasi, supaya kami menangangi Tuan muda dengan cepat. Terdapat gumpalan darah di bagian kepalanya dan kami ingin segera melakukan tindakan operasi.


Lakukan yang terbaik Dokter, Tolong selamatkan anak saya. "Pak Gunawan dengan cepat menandatangi persetujuan karna tidak ingin Dokter bergerak lambat."


Baik, Tuan. Kami akan lakukan yang terbaik, kalau begitu kami pamit dulu.


Pah, apa yang terjadi kenapa sampai di operasi, apa anakku akan selamat nanti "isak Ibu Emi yang terlalu syok dengan kabar anaknya."

__ADS_1


Kita berdoa aja sayang semoga Alvaro baik baik saja "Pak Gunawan mengelus lembut pundak istrinya berusaha menenangkan."


Keadaan Alvaro saat ini benar benar kritis apalagi Pihak rumah sakit kekurangan banyak darah dan meminta pihak keluarga mendonorkan darah.


Tuan, ruma sakit kami kekurangan banyak darah, kami membutuhkan tambahan darah. Apa pihak keluarga punya golongan darah yang sama dengan Tuan Muda "Jelas Dokter, sebenarnya mereka takut menyampaikan hal ini, karna mereka jelas tau siapa kelurga ini tapi demi keselamatan pasien mereka rela berhadapan langsung walau nyawa taruhannya."


Omong kosong apa yang kamu katakan, Rumah sakit sebesar ini kekurangan darah. Apa kamu berniat membunuh anakku? Dengar jika terjadi sesuatu padanya aku akan ratakan rumah sakit ini "Bentak Pak Gunawan emosi mendengar penjelasan Dokter."


Maaf kami Tuan, tadinya kami pikir stok darah kami masih cukup tapi nyata Tuan Muda membutuhkan lebih banyak lagi. "Ucap Dokter menunduk takut tidak berani melihat lawan bicaranya."


Aku tidak butuh maaf mu, aku tidak mau tau dapatkan sekarang juga bagaimanapun caranya "geram Pak Gunawan."


Sudah Pah, tidak ada gunanya emosi seperti itu. Alvaro butuh bantuan kita sekarang. Cepat carikan pendonor Pah, jangan sampai terjadi sesuatu padanya. "Ibu Emi tidak punya tenaga lagi memaki Dokter, pikirannya saat ini hanya keselamatan anaknya."


Ambil darahku saja golongan darahku sama dengannya "ucap Pak Gunawan datar."


Baik pak, Mari ikut saya kita cek terlebih dahulu.


Dokter mengambil banyak darah Pak Gunawan sesuai kebutuhannya, Pak Gunawan tidak ingin terjadi sesuatu pada anak satu satunya.

__ADS_1


__ADS_2