
Sesampai di Kantor Kenan, Alvaro langsung masuk ke ruangan Kenan, karna memang ini bukan yang pertama kali di mengunjungi kantor Sahabatnya itu, jadi dia tidak perlu repot-repot membuat janji temu terlebih dahulu.
Brakk!! "Suara pintu di dorong sangat keras."
Apa karna kamu tidak bisa mendapatkan Diana sekarang kamu jadi menggoda istriku? "maki Al dengan wajah marahnya."
Istri? "Kenan mengerutkan alisnya."
Apa kamu punya istri? Setahuku kamu tidak menganggapnya istri sungguhan, kenapa sekarang kamu bertindak seolah suami yang baik?
"Alvaro merasa tersindir dengan pernyataan kenan", Itu urusanku bukan urusanmu. Aku harap kamu jangan terlalu ikut campur dalam urusanku.
Maaf sepertinya disini ada kesalah pahaman, sejak kapan aku mencampuri urusanmu dan apa urusanku dengan Istri mu, Aku tidak mengerti maksudmu "Kenan sedikit menarik ulur Al."
Berhentilah berpura-pura bodoh, Lihat ini !! kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan dengan Istriku caramu sangat menjijikan "Alvaro menunjukkan foto di ponselnya."
Lalu? "Kenan bertanya seolah foto itu tidak ada apa-apanya."
Melihat reaksi Kenan, Alvaro semakin geram ingin sekali rasanya dia meninju wajah Kenan saat ini.
Kenapa kamu melakukan itu dengan Sahabatmu sendiri, apakah segitu prustasinya kamu mengusik ku, karna kamu tidak bisa mendapatkan Diana?
Sorry, Kamu berfikir terlalu jauh, aku tidak pernah menginginkan Barang Ronsok seperti Diana dan Kamu tau sendiri aku bisa mencari sepuluh kali lipat yang lebih dari J*la"g itu.
Bugh !!!! "Alvaro meninju wajah kenan."
Jangan pernah sebut dia J*la*g dia kekasihku, Dia wanita baik-baik.
"Cih, Kenan mengusap bibirnya yang berdarah akibat bokeman, Al yang begitu keras."
Sepertinya kebodohanmu sudah mendarah daging, bahkan orang buta saja tau kalau dia J*la*g dan dengan bangganya dirimu menyebutnya wanita baik-baik, aku semakin yakin untuk menjauhkan mu dari Sintia, Dia tidak layak bersamamu.
Jangan pernah berani mengusik milikk, karna aku tidak akan membiarkan itu terjadi "Alvaro menatap Kenan dengan tatapan permusuhan."
__ADS_1
Jangan lupa dengan perjanjian yang telah kamu buat sendiri, diantara kalian tidak ada yang boleh mencampuri urusan pribadi, Aku harap kamu belum melupakan itu.
"Alvaro terdiam dengan ucapan Kenan, Dia kehilangan kata-katanya."
Dimana ruangannya, aku ingin membawanya pulang aku tidak ingin kamu mencuci otaknya.
Ini masih jam kerja, kamu jangan menganggu jam kerja kariawanku. Urusan pribadi jangan di bawa-bawa ke kantor dia bisa terkena masalah karena mu "cibir Kenan."
Aku masih mampu membiayai hidupnya, walau dia tidak bekerja sekalipun.
Tapi sayangnya dia sudah tanda tangan Kontrak bersama ku, kamu tidak ada hak lagi mengurusinya.
Aku bisa membayar pinalti sesuai perjanjian kalian, aku bukan lelaki miskin.
Kamu bukan lelaki miskin tapi lelaki bodoh, Silahkan datangi dia dan tanyakan secara langsung, apa dia mampu membatalkan kontrak dengan ku atau tidak. Aku harap kamu jangan kecewe dengan kenyataan nanti jika istrimu memilih bersama ku "Kenan terlihat mengejek Alvaro."
"Ruangannya di sebelahku kamu bisa langsung menemuinya."
Bruk !!!
"Tanpa mengetuk pintu, Alvaro membanting keras pintu membuat Sintia terperanjak kaget."
Apakah ini sifat aslimu, aku sudah bilang kamu harus menjaga nama baik keluarga Anderson. Apa yang kamu lakukan ini sangat menjijikan "Alvaro menatap Sintia dengan tatapan sulit diartikan antara Marah Benci dan Cemburu semua jadi satu."
Kenapa, Apa ada yang salah? aku hanya bekerja, apa ini hal memalukan? "Sintia bersikap santai seperti yang sudah di ajarkan Kenan, walaupun saat ini dia sedikit takut melihat tatapan Alvaro tapi dia berusaha menahanya."
Lihat ini, apa ini yang kamu sebut bekerja? "Alvaro menunjukkan foto di ponselnya."
Ini hanya foto biasa saja, mungkin sengaja di ambil dari arah belakang jadi terlihat seperti berciuman tapi aslinya bukan begitu kita berjauhan ko disini "Sintia menjelaskan dengan tenang karna sudah menyiapkan jawapan sedari tadi."
Alvaro tidak percaya melihat sikap tenang Sintia dan bahkan tidak terpengaruh sedikit pun, dia semakin kesal.
Lalu ini bagaimana kamu menjelaskan ini? "Alvaro menunjukkan foto yang berpelukan saat di tangga."
__ADS_1
Kamu lihat sendiri posisiku disini sangat tidak memungkinkan untuk bisa menyelamatkan diri, jika tidak ada Kenan yang menolongku mungkin aku sudah berada di rumah sakit saat ini. Aku benar-benar berterima kasih pada Kenan karna telah menolongku.
Alvaro hampir mimisan mendengar jawapan Sintia, dia tidak menyangka kalau Istri ini sangat pandai bersilat lidah tidak seperti wajah lugunya.
Sedangkan Kenan tertawa lepas melihat expresi Sahabatnya yang sangat jelek, karna jawapan Sintia di luar prediksinya. Kenan telah memasang CCTV di ruangan Sintia dan hanya dia yang bisa mengaksesnya itu sengaja di lakukan buat jaga-jaga mana tau ada yang berbuat curang ke Sintia, karna dia kariawan baru jadi dia bisa melindunginya nanti.
Kamu jangan bodoh itu hanya modus Kenan saja atau mungkin kamu juga sangat menikmatinya.
Tidak!! Itu tidak Modus bagaimana mungkin Kenan berani melakukan itu di ruang terbuka seperti itu, kamu jangan salah sangka di foto ini sebenarnya ada asistennya Matew dan temanku Lusi hanya tidak terlihat di foto saja, yang mengambil foto ini mungkin segaja memprofokasimu dan kalau kamu tidak percaya kamu bisa cek CCTV kamu bisa melihatnya secara langsung.
Mulutmu sangat pandai menjawab, sepertinya kamu sudah terbiasa berbohong "sentak Al yang semakin kesal dengan jawapan Sintia."
Aku tidak berbohong, coba saja kamu cek CCTVnya pasti kamu akan percaya. Dan juga ini masih jam kerja, untuk apa kamu datang kesini hanya untuk menanyakan hal yang tidak penting seperti ini apa pekerjaan mu tidak ada? "Sintia bertanya balik dengan santainya."
"Alvaro kehilangan kata-katanya, benar kata Sintia untuk apa dia datang kesini hanya untuk menanyakan hal yang tidak penting ini, Alvaro geram sendiri."
Tidak, Aku kesini bukan untuk menanyakan itu. Aku ada urusan dengan Kenan, hanya sekalian lewat saja "jawab Alvaro sedikit malu dengan kebodohannya."
Oo...begitu. Ya, sudah aku sudah menjawabnya. kembali lah untuk apa kamu masih disini. Aku masih banyak pekerjaan, nanti aku terkena masalah karna mengurusi urusan tidak penting di jam kerja "Usir Sintia."
"Alvaro mengangga lebar mendengar perkataan, Sintia bahkan kedatangannya tidak terpengaruh baginya. Baru kali ini seorang Alvaro di Usir oleh wanita dan kedatangannya di anggap mengganggu."
Kamu mengusir ku?
Ya, Apa aku salah menyuruhmu kembali, ini bukan Perusahaan ku jadi aku tidak boleh bebas menyalah gunakan jam kerja nanti aku bisa di pecat "Sintia merasa tidak bersalah."
"Cih', baik lah aku akan pergi.
"Alvaro ke luar dari ruangan Sintia dengan wajah masamnya, bahkan dia lupa tujuannya datang menemui Sintia buat apa. Al benar-benar kesal dan merasa terhina dengan tindakan Sintia."
Huffff...."Sintia membuang nafasnya lega."
Untung dia segera keluar, aku sudah tidak sanggup lagi berada di dekatnya tatapannya seakan ingin memakanku, ternyata tidak segampang itu jadi kuat "Sintia berbicara sendiri."
__ADS_1