
Saat ini semua persiapan telah selesai, Pesta pernikahan di langsung kan di Hotel termewah di kota ini. Ibu Emi sengaja memilih Hotel itu sebagai tempat berlangsungnya acara, karna memiliki ballrom yang luas dan Fasilitas yang Lengkap dan juga Adam yang mengsponsori hotelnya untuk Pernikahan Keponakannya.
Konsep pernikahan Alvaro dan Sintia sangat Meriah dan Mewah, di Penuhi Bunga Anyelir Lavender dan Angrek. Ibu Emi sengaja memilihkan bunga itu sebagai Lambang Cinta Keduanya supaya Cinta Mereka Abadi dan Tidak Terlupakan.
Semua terlihat Mewah dan Elegan. Keluarga Anderson mengudang banyak orang, hampir semua rekan bisnisnya menghadiri acara pernikahan putra terkaya di Kota ini. Mereka ingin mengabadikan moment sekali seumur ini, Apalagi Alvaro anak satu satunya Pak Gunawan dan Bu Emi memberikan yang terbaik, kesan yang tak terlupan.
Baru kali ini aku melihat pernikahan semewah ini "ucap tamu yang datang menghadiri pernikahan ini mereka terkagum kagum melihat dekorasi yang sangat Indah."
Kamu benar, untung keluarga ku di undang jadi aku bisa menghadiri acara se megah ini "antusias yang lain."
Wajarlah mereka mengelar pernikahan semewah ini, harta mereka sangat banyak, tidak akan habis walau menggelar acara semewah ini, lagian ini anak satu satunya jadi itu hal yang wajar "saut yang lain."
Benar, beruntung sekali wanita yang jadi menantu keluarga ini hidupnya pasti akan sangat bergelimang harta "Saut yang lain."
Ya, mungkin Dia akan sangat bahagia dengan harta yang tidak akan habisnya, tapi bukan dengan mentalnya.Kamu tau sendiri gosip yang berkeliaran di luar sana kalau Putra Keluarga Anderson Tempramental dan seorang kacanova, kalau aku si ogah "cibir yang lain."
Kamu benar, Aku juga tidak akan membiarkan Putri ku Menikah dengannya, bisa-bisa Putri hanya akan tinggal Nama "jawab ibu di sebelah."
Tapi kan setidaknya kita tidak pusing untuk memikirkan biaya hidup, Bagaimana pun juga uang yang sangat penting di Dunia ini. Masalah Mental bisa di perbaiki dengan Shopping dan Happy happy karna uang yang memperbaiki mood ku "jawab ibu yang lain."
Hahahahahah....
Kamu benar, aku setuju dengan mu ibarat kata mending menangis di atas kekayaan dari pada menangis karna Ke miskinan, Hahahahaha "jawab yang lain."
Begitulah desas desus tanggapan setiap orang yang hadir di pesta ini, banyak yang memuji dan banyak pula yang mencibir mengatakan mereka pamer dan banyak lagi tanggapan tanggapan yang lain.
__ADS_1
*
Saat ini Sintia sedang memandangi wajahnya di depan cermin, dia baru saja di Make up oleh MUA Profesional. Tampilan, Sintia sangat Cantik dan Elegan. Tapi sayangnya tidak ada senyum yang menghiasi wajah cantiknya, Dia tampak murung dan bersedih karna dia akan melepas masa lajang ke orang yang tidak mencintainya sama sekali.
Ya Tuhan, bagaimana aku akan menjalani rumah tanggaku nanti, akan kah aku mampu menjalaninya, aku Benar benar binggung. Ya Tuhan, mampukah aku "batin Sintia."
Saat Sintia sibuk melamun dia mendengar suara Bu Surti menghampirinya.
Non !! Non, sudah siap? Kita sudah si tunggu di bawah "panggil Bu Surti.
Bi, aku takut.
Non, harus kuatnya tenang aja semua akan baik baik saja, Non harus percaya bahwa semuanya akan berjalan dengan baik "Bi Surti menenangkan Sintia."
Mereka pun turun ke bawah, benar saja dia telah di tunggu di bawah sama Ayah dan Adeknya. Wajah mereka tanpa kesal karna menunggu Sintia terlalu lama.
Kenapa sih lama banget ? Tamu udah nunggu tuh, Niat banget si hancurin mood orang di pernikahan sendiri "cetus Sila."
Jangan tunjukkan wajah jelekmu, Tidak ada yang menyiksamu disini. Tersenyumlah ini hari pernikahan mu ,jangan buat Ayah di pandang jelek di Mata mereka "saut Sutomo."
Sintia hanya diam mendengar omelan mereka, Dia malas menjawab, karna tidak akan ada ujungnya. Apalagi ini hari pernikahannya, Dia tidak ingin orang lain melihat kalau keluarga mereka tidak akur.
Ayo kita masuk, mereka semua sudah menunggu "saut Surti."
Pernikahan akan segera di mulai, Sintia di bawa masuk ke Ruang Pesta oleh Pak Sutomo. Sintia memengangi lengan Ayahnya dan di sebelah kiri, Sila memengangi lengannya. Mereka terlihat seperti Keluarga Cemara.
__ADS_1
Begitu pintu ruangan terbuka, mereka di sambut antusias para tamu dan betapa terkejutnya Sila melihat dekorasi Penikahan kakaknya yang sangat Megah, Dia Iri melihat keindahan itu semua, tapi dia berusaha menahan kekesalannya. Para tamu Berbisik-bisik dan terkagum kagum melihat kecantikan mempelai wanita. Saat di depan karpet, Sila mengambil berdiri di pinggir dan membiarkan Ayahnya mengantar kakaknya ke Depan Altar. Sila memasang wajah sedih melepas kepergian kakaknya, Para tamu terharu di buatnya.
Setidaknya pasang senyum mu sedikit di wajahmu, jangan buat orang Berfikir Negatif tetang Ayah mu ini "bisik Sutomo di telinga Sintia."
Apakah Ayah, tidak merasa sedih melepaskan ku?
"Ck', bahkan Ayah sangat bahagia, kini beban Ayah sudah berkurang dan Ayah senang tidak melihatmu lagi. Aku harap kamu jangan berulah di Rumah Keluarga barumu, karna Ayah tidak akan ikut campur "cetus Sutomo."
Sintia terdiam mendengar kalimat Ayahnya, Dia benar-benar tidak menyangka, sepertinya kebencian Ayahnya sudah Mendarah Daging. Ingin sekali dia menangis tapi Sintia tidak ingin mempermalukan Diri Sendiri di depan Umum.
Di depan Altar Alvaro sudah menunggu dengan Ekpresi biasa saja, pernikahan ini tidak ada artinya bagi Alvaro. Dia bahkan tidak sabar untuk segera mengakhiri ini semua, Alvaro ingin segera bertemu dengan Kekasih barunya. Dia sudah tampak Bosan dan Gelisah, Orang yang melihatnya berfikir bahwa mempelai Pria sudah tidak sabar, tapi mereka tidak tau saja bahwa itu gelisah karna bosan bukan gugup.
Sesampai di Depan Altar, Pak Sutomo menyerahkan tangan Sintia ke Alvaro.
Nak Alvaro, sekarang Aku menyerah Putri ke sayanganku ku padamu. Jagalah Dia Bimbing Dia ke Jalan yang Benar, jangan buat dia Menangis "kata Sutomo dengan Mata Berkaca kaca saat mereka berhadapan, seperti Ayah yang Baik."
Tentu saja, Saya akan menjaganya Ayah Mertua "jawab Alvaro seadanya."
Para hadirin yang melihat pemandangan itu sangat terharu, banyak di antara mereka yang Kagum akan kecantikan, Sintia dan ketampanan Alvaro mereka sangat cocok, Seperti Pasangan Dari Negri Dongeng.
Alvaro mengulurkan tangannya dan Sintia menyambut uluran tangan Kenan, mereka sangat Cocok dan Serasi. Mereka berjalan kedepan untuk menjalankan Prosesi Pernikahan.
Orang Tua Alvaro menitikkan Air Mata Bahagia, karna anak semata wayangnya akhirnya menikah juga, mereka sangat bahagia melihat itu.
Di meja tempat duduk Sila dan Ayahnya, mereka memasang wajah sedih Berpura pura berat melepas Putri mereka, membuat siapun yang melihatnya sangat terharu dan ikut merasakannya.
__ADS_1