DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 32


__ADS_3

Pagi harinya Sintia bangun subuh, Dia ingin berangkat ke kantor sebelum dua manusia laknat itu bangun. Bukan menghindar karna cemburu, tapi karna merasa jijik melihat keduanya. Apalagi semalam Sintia dengan jelas mendengar suara fesahan ke duanya dari kamar suaminya, saat dia keluar mengambil minum.


Hati Perempuan mana yang tidak sakit mendengar suami sendiri melakukan Maksiat di rumah sendiri. Sekalipun tidak ada Rasa Cinta.


Sintia ingin sekali memaki keduanya, tapi Dia tidak punya kuasa melakukan itu, Sintia masih Sadar Diri akan posisinya yang tidak berarti sama sekali di Mata Suaminya.


Non, mau kemana mana sepagi ini? "ucap Bi Nani saat melihat majikan sudah turun jam enam pagi lengkap dengan stelan kantornya."


Ke kantor, Bi. Pagi ini ada meating penting dengan klien jadi aku gak boleh terlambat. Nanti kalau Mas Al nyari'in aku, bilangin aja aku udah berangkatnya, bi dan tolong siapin kebutuhan Mas Al, aku pamit sekarangnya bi aku buru buru.


I—ia, Non.


Pasti Non Tia, ingin menghindar dari Tuan dan Pacarnya tidak biasanya Nona berangkat jam segini. Kasian, Nona padahal Dia sangat baik dan lebih cantik Nona dari pada pacar tuan "gumam bi Nani."


Aku yakin Bi Nani dan yang lain pasti berfikir kalau aku menghindari keduanya. Sudah lah terserah mereka mau berpendapat apa tentang ku, aku tidak peduli yang penting saat ini aku lebih baik menyelamatkan Mental ku dulu. Aku tidak ingin Gila di usia ku yang segini "Monolog Sintia dalam hati."


Tapi aku mau kemana jam segini bahkan kantor belum buka. Lusi? Ahh...aku yakin saat ini dia masih tidur. Aku mau kemana "Sintia berbicara sendiri di dalam mobil."


Kenan?


Ahh... Ia Kenan aku yakin Dia punya solusi, lebih baik aku telfon Kenan karna bagaimana pun juga kami sekutu saat ini dan aku yakin dia pasti punya jalan keluar aku tidak ingin berdiam diri seperti orang gila disini.


Tut...tut..!!!


 Angkat.....!! Panggilan pertama masuk tapi tidak diangkat.


Tut...tut...!!!!


Cih,,,kemana Dia, Apa dia masih tidur jam segini, ini sangat menyebalkan "gerutu Sintia."


Tut..Tut..!!!!


Hmm ya ini siapa ?"suara bangun tidur Kenan dari sembrang sana."


Apa kamu tidak mengenalku? Apa secepat ini kamu melupakan cekutu mu? "Ck', aku tidak percaya ini !! Kamu sangat menyebalkan benar benar tidak bisa di andalkan "Omel Sintia pada Kenan yang membuat Kenan langsung terbangun dari tempat tidurnya dan melihat siapa nama penelepon."


Ahh...ternyata kamu, Maaf tadi aku tidak melihat Nama siapa penelepon aku baru bangun. Ada apa? Kenapa kamu menelepon ku sepagi ini?

__ADS_1


"Ck', Lihat ini sudah jam berapa. Aku tidak percaya seorang Presdir sepertimu tidak bangun tepat waktu "Sintia masih saja di Mode kesalnya, Dia meluapkan ke kesalannya pada Kenan yang tidak bersalah."


"Kenan memengangi batang hidungnya, Dia kesal dengan Ocehan Sintia di pagi hari," Presdir juga manusia biasa bukan robot. Cepat katakan kamu kenapa. Jangan lampiaskan kemarahan mu pada ku ini masih pagi jangan merusak hariku.


Kamu dimana aku ingin bertemu, aku tidak ingin mengatakan ini di ponsel lebih baik secara langsung.


Aku di Apartemen datang lah kesini aku akan kirim alamatnya.


Apartemen? "guman Sintia."


Kenapa? Apa kamu tidak ingin kesini atau mau menunggu nanti di Kantor saja Itu terserahmu.


Tidak ! Kirim alamatnya, aku kesana sekarang "potong Sintia."


"Sintia tidak ingin membuang-buang waktu, lagian mau kemana lagi dia jam segini. Menunggu Kenan di kantor itu akan sangat membosankan, lagian tidak akan ada yang mengenalnya disana dan kalaupun ada Kenan pasti akan menyelesaikan semuanya. Sintia dengan cepat menyetir mobilnya ke alamat yang di kirim Kenan dan sampai disana Sintia langsung masuk karna Kenan mengirim Alamat lengkap dengan lantai dan Pinnya."


Kamu sudah datang? "suara bariton Kenan menyambut Sintia yang berjalan ke ruang tamu."


Hmm... "Deheman Sintia."


Apa yang membuat mu menemui ku jam segini. Kamu tau kamu menganggu jam tidur ku.


Ehmm..Malam hari aku tidak bisa tidur, aku terbiasa begadang "Kenan duduk di depan Sintia."


Jangan biasakan itu akan merusak kesehatan mu. Bahkan kamu belum nenikah setidaknya tinggalkan dulu Pewaris baru kamu tidak peduli lagi dengan Kesehatanmu.


Hhahaahha... Kamu seperti Ibuku saja sangat menyebalkan.


Itu demi kebaikan mu, tidak ada salahnya mendengar mereka karna tidak semua anak merasakan itu "lirih Sintia."


Ya... Itu akan ku pikirkan. Lalu apa yang membawa mu kesini .


Teman mu di rumah bersama Kekasihnya "Sintia bersandar di sofa Kenan."


kamu menghindarinya? "selidik Kenan."


Ya,,Setidaknya aku ingin menjaga kewarasanku, aku tidak ingin gila di usia ku yang masih terbilang muda. Apalagi kelakuan keduanya sangat menjijikan aku bahkan tidak tau sebenarnya temanmu itu masih punya rasa malu apa tidak.

__ADS_1


Mari berfoto? "ajak Kenan"


Buat apa? Aku kesini cari solusi bukan untuk selfi "kesal Sintia."


Tenang saja nanti kamu akan mengerti, ini adalah solusinya Tersenyumlah jangan tunjukkan wajah jelekmu jika ingin membalasnya lebih dekat lagi.


"Cih', Apa kamu tidak punya ide lain selain berfoto? Aku tidak yakin dengan ini. kemaren saja aku di Maki karna ini nanti mungkin aku akan di buang.


Mulut mu sangat cerewet sekali, ikuti saja rencanaku, ini akan berhasil.


Crek...! Crek...!! Ya ini sangat bagus dan sekarang pergilah memasak sarapan untuk ku.


Apa?? "kesel Sintia"


Apa di Apartemen sebagus ini tidak ada ART ? Aku tidak percaya ini aku kesini bukan untuk membuatkan sarapan untukmu, Aku tidak mau "Sintia membuang mukanya."


Aku tidak ingin ART ku melihatmu datang kesini itu akan jadi masalah dan Ini juga bagian dari rencana kita. Tenang saja kamu tidak akan kecewa dengan rencana ku "ucap Kenan sibuk dengan ponselnya."


Tidak!! aku tidak mau, Masak sendiri !! "Sintia masih dalam mode kesalnya."


"Cih', kamu ini sangat bodoh sekali, bagaimana bisa kamu membalas suamimu kalau melakukan ini saja tidak bisa. Cepat lah jangan merusak rencana ku, Lihat saja nanti Suami tidak lama lagi akan mendekatimu.


Bagaimana bisa kamu jangan membohongiku.


Percaya padaku, Nona "Kenan tersenyum mengedipkan matanya sebelah."


Aku menyesal datang kesini "Sintia melemparkan bantal kecil ke wajah Kenan berjalan ke arah dapur."


Kamu sangat mengemaskan, aku jadi tidak rela membiarkanmu bersama Sahabat laknat ku itu "kekeh Kenan melihat ke arah Sintia."


Tutup mulutmu kamu tidak jauh beda dengannya "Sintia berbalik menunjukkan jari tengahnya dengan wajah kesalnya tapi tidak menutupi kecantikannya."


Hahahhah... Aku bahkan lebih tampan darinya dan ke kayaanku hampir sama dengannya. Apa kamu masih menolakku? Aku tidak masalah jika harus bersaing dengannya, jika kamu mau dengan ku dan aku pastikan kita akan jadi pasangan paling Romantis di Kota ini "Kenan masih saja mengompori Sintia."


Aku semakin membenci Mulutmu, Cepatlah mandi rumah ini jadi bau busuk karna badanmu dan pakailah bajumu, badanmu tidak seindah itu untuk di pamerkan "teriak Sintia."


Hahhaha... kamu sangat nakal ternyata, bahkan saat kamu kesal pun, kamu masih sempat memperhatikan bentuk badanku .

__ADS_1


Diam lah kamu sangat menyebalkan "saut Sintia dari arah dapur."


__ADS_2