
Diana yang penasaran melihat keadaan Alvaro memberanikan diri pergi kerumah sakit dia tidak ingin terpengaruh denga ucapan Sindi.
Lagi pula ini waktu yang tepat bagiku untuk menarik perhatian Calon Mertuaku, masalah merawat Alvaro itu gampang, mereka kan kaya pasti punya pelayan yang merawatnya nanti dan belum tentu juga Avaro Cacat seperti tebakan Sindi, aku yakin dia baik baik saja "Diana berusaha mengsugesti dirinya."
Diana berjalan memasuki ruangan Alvaro karna dia sudah bertanya pada penjaga di depan, Diana sedikit terkejud melihat semua anggota keluarga Alvaro berdiri di depan dengan wajah sedihnya.
"Apa yang terjadi, kenapa mereka di luar? Apa terjadi sesuatu pada Alvaro?", gumam Diana dalam hati, dia berdiri di pojok ruangan tidak berani menemui mereka.
Bagaimana ini, Apa aku kesana? Tapi tidak mungkin aku kesana, kalau hanya orang tua Alvaro aku tak masalah tapi di sana ada anggota lain, aku tidak berani menemuinya, Bagaimana jika aku di tolak? Ia kalau aku di terima kalau di hina? Ahh.... Masa bodoh, aku tidak peduli, ini kesempatanku aku tak ingin menyianyikan kesempatan ini.
Setelah sekian lama berdebat dengan pikirannya sendiri akhirnya Diana memberanikan diri menemui mereka semua dengan tampang lugunya.
__ADS_1
"Permisi... Apa ini ruangan Alvaro?", ucap Diana dengan suara yang di buat sangat lembut.
"Siapa kamu, apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Ibu Dewi yang belum mengenali Diana, sedangkan Sintia yang sudah mengenal Diana hanya melihat saja tidak ada niatan menyahut pertanyaan Diana.
"Pekenalkan Tante, saya Diana teman Alvaro, saya kesini untuk menjeguknya." Diana memperkenalkan diri sebagai teman dua tidak berani mengatakan kalau dia simpanan Alvaro, nyalinya menciut saat melihat tatapan Ibu Emi yang menatapnya dari atas sampai kebawah.
Pulang lah Alvaro tidak ingin dinganggu siapapun terutama wanita seperti mu "saut Emi yang sudah tau siapa Diana ini."
Ibu Emi menarik paksa Diana menjauh dari mereka semua tidak ingin anggota keluarga lain mengetahui sifat buruk Alvaro.
Dengar Jal*lang sialan aku tau siapa dirimu dan hubungan mu dengan Alvaro aku minta kepadamu menjauh lah dari hidup anakku jangan menjadi parasit di rumah tangga mereka, kamu seorang wanita harusnya kamu mengerti perasaan Sintia istri Alvaro. Berhentilah sebelum aku melenyapkan mu seperti caramu mencurangi anakku, aku tau kecelakaan ini pasti karna ulah mu, kan? "bentak Emi."
__ADS_1
Tante jangan salah paham aku tidak ada urusan dengan kecelakaan ini, bukan aku tapi Sindi. Sindi lah penyebab semua ini. Disini aku juga korban Tante, anak tante menjanjikan ku kesetiaan menyuruhku menunggunya tapi, apa? Dia malah berpaling ke Sindi, aku di buang seperti sampah saat Sindi memintanya kembali. Lihat sekarang karna cinta mati nya pada Sindi, Alvaro bahkan se frustasi ini karna Sindi menghianatinya lagi seperti dulu. Aku tidak berbohong tante, Tante bisa menyelidikinya sendiri dan tante bisa tanyakan ini langsung pada Alvaro.
Diana menceritakan semua kejadian sebelum Alvaro mengalami kecelakaan lengkap denga vidio vidio menjijikan Sindi dan Alvaro dan tidak lupa juga Diana memberikan alamat rumah Sindi.
Ibu Emi merasa miris melihat kebodohan anaknya dan merasa malu pada menantunya Sintia, Ibu Emi seakan tidak punya muka lagi menatap Sintia karna ulah anaknya, bahkan kemaren dengan nekatnya Emi meminta Sintia untuk tetap bertahan di sisi Alvaro, Emi benar benar malu dan tidak sanggup melihat Sintia lagi.
Kembali lah, aku tak mengharapkan mu disini dan jangan nganggu rumah tangga anakku lagi, Alvaro juga sudah membuang mu, apa lagi yang kamu harapkan? Kembali lah selagi aku masih berbaik hati jaga sampai nasip mu sama seperti Sindi nantinya, aku tidak selemah lembut menantuku, aku punya batas kesabaran jangan membuatku murka.
"Baik lah, Tante", Diana tidak berani membantah apalagi saat melihat tatapan membunuh Ibu Alvaro.
Setelah Diana pergi Ibu Emi menelepon orang suruhannya mengamankan Sindi, tidak ingin anak itu kabur sebelum dia memberinya pelajaran.
__ADS_1