
Tuan, apakah tuan sudah melihat story terbaru, Pak Kenan? "tanya Jack kepada ke atasannya yang baru saja duduk di kursi kebesarannya."
Tidak, aku tidak ada waktu melihat sampah seperti itu, Waktu sangat berharga "maki Alvaro yang memang tidak pernah melakukan itu lagi setelah perdebatannya dengan Kenan."
Tapi disini ada Nona Sintia, tuan "jawab Jack melapor pada intinya."
Mendengar nama istrinya disebut Alvaro dengan cepat meraih kantong celananya mengambil ponselnya.
Prang ! "Suara lemparan Ponsel di depan Jack."
"Jack menunduk takut dan dengan cepat mengambil Polsel tuannya yang terjatuh."
Alvaro berdiri dari tempat duduknya dan mengambil ponsenya kembali dari tangan Jack, wakilkan aku untuk meeting Pagi ini urus semuanya aku akan segera kembali.
"Baik, tuan."
"Alvaro dengan cepat melangkahkan kakinya ke luar saat ini pikirannya sedang kalut, hatinya saat panas melihat kedekatan Kenan dan Istrinya di Story Kenan. Dia benar benar tidak terima melihat kedekatan keduanya. Entah ini rasa cemburu atau tidak terima istri dan sahabatnya bermain di belakangnya dia belum bisa memastikan jawapan hatinya. Alvaro dengan cepat memacu Mobil Bugattinya tidak peduli dengan pengendara lainnya. Saat ini Alvaro tidak memikirkan keselamatan dirinya lagi yang dia pikirkan hanya ingin dengan cepat di kantor Kenan."
Bugh !!
"Bokeman keras mendarat mulus di wajah Kenan."
__ADS_1
Apa ini sifat aslimu yang senang merebut milik orang lain? Apa kamu tidak bisa berhenti untuk tidak mengusikku? "tanya Alvaro dengan nafas tersegal karna dia habis berlari dari bawah sampe ke ruangan Kenan."
Apa masalahmu ? "Kenan melayangkan pertanyaan bodoh yang memacu emosi Alvaro."
Tutup mulut mu Baj*gan berhenti berpura pura bodoh, aku muak melihat sikapmu yang seperti ini "maki Alvaro."
Apa sekarang kamu merasa kalah dariku? atau kamu tidak mampu bersaing denganku? Atau mungkin kamu takut kalah sebelum mencoba? "Kenan menambahkan bara api di hati Kenan."
Aku tidak ingin bersaing dengan baj"gan sepertimu, aku hanya tidak suka milik ku di usik orang lain.
Sejak kapan kamu jadi miliknya? Ingat Dia hanya Istri diatas kertasmu tidak lebih.
Alvaro melayangkan tinju di wajah Kenan, Dia kesal dengan Kenyataan yang di ingatkan terus menerus.
Berhenti Mas!! kamu bisa membunuhnya "ucap Sintia yang kebetulan masuk ke ruangan Kenan."
"Alvaro melihat Sintia yang berjalan ke arah Kenan dengan wajah yang sulit diartikan", Kamu membelanya?
Ya, Aku tidak ingin kamu membunuhnya. Lihat wajahnya jadi berantakan begini, itu semua gara-gara kamu yang sesuka hati melakukan tindak kekerasan.
"Alvaro semakin geram mendengar pembelaan dari Sintia bahkan Dia juga menyalahkannya."
__ADS_1
Apa hubungan kalian sebenarnya? Apa kamu berselingkuh di belakangku "tanya Alvaro tidak tahan melihat kedekatan keduanya."
Bukan kah kamu yang berselingkuh secara terang terangan di depanku? Lalu untuk apa kamu melayang kan pertanyaan bodoh seperti itu? Dia itu temanmu tidak sepantasnya kamu menuduh Dia seperti itu. Mas Kenan bukan kamu yang gampang tertarik dengan Wanita lain dan aku bukan Pacarmu yang ingin merebut milik orang lain secara terbuka "Sintia menjawab tak kalah sengit."
Ayo Mas, Duduk disini aku akan mengobati lukamu nanti jadi infeksi "ajak Sintia pada Kenan."
Kenan tersenyum smirik ke arah Alvaro, seolah mengatakan, "Aku pemenangnya bukan kamu."
Berhentilah perhatian padanya Dia tidak akan mati dengan luka kecil seperti itu "Alvaro menarik tangan Sintia."
Sintia membuang tangan Alvaro dan kembali mengobati luka, Kenan "Jangan terlalu berlebihan, bukankah diantara kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi. Aku harap kamu tidak menjilat ludahmu sendiri."
Alvaro kehilangan kata-katanya Dia tidak tau lagi harus mengatakan apa. Dia sangat menyesal membuat peraturan tidak jelas itu.
Aku suamimu aku berhak atasmu, ayo pulang "ajak Alvaro menarik paksa Sintia."
Tidak!! Lepaskan aku, aku jijik di sentuh olehmu. Kamu memang suamiku tapi bukan berarti kamu bebas susuka hatimu bertindak atas kemauanmu sendiri. Lihat dirimu apakah kamu layak disebut seorang Suami atas apa yang sudah kamu lakukan semalam. Jangan melewati batasan yang sudah kamu gariskan sendiri.
Pulanglah kamu tidak ada kepentingan disini jangan menganggu jam kerja kami. Jika waktu senggangmu sangat banyak pergilah bersama selingkuhanmu dia menunggumu "Sintia dengan lantang meneriakkan semua yang tersimpan di hatinya."
Alvaro semakin tidak bisa berbuat apa apa lagi. Dia menyesali kebodohannya. Mulutnya seakan Kelu tidak bisa mengeluarkan sepatah kata. Dia berbalik meninggal kan mereka dengan langkah lunglai dan pikiran kosong.
__ADS_1