
Alvaro terbangun dari tidurnya, Dia sedikit kesiangan hari ini karna aktifitas semalam membuatnya kelelahan.
Sayang, kenapa kamu tidak membangunkan ku, aku jadi kesiangan begini. Hari ini aku ada meating penting dengan klien "sungut Alvaro melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi."
Apa si beb, ini masih pagi kamu mengganggu tidurku saja "Diana berbalik menarik selimut melanjutkan tidurnya."
Bangun lah !! lihat ini sudah jam 7 aku bisa terlambat ke kantor.
Kamu bangun duluan saja aku masih sangat mengantuk "Diana masih menutup matanya."
Cih.. kamu ini. Gimana mau jadi Istri yang baik kalau hanya bangun pagi saja masih malas begini. Cepat lah bangun ini bukan rumah mu, Siap siap lah kamu jangan mau kalah dari Istriku.
Diana tiba tiba tersadar membuka matanya melihat sekitar saat ini Dia ada dimana, benar saja dia tidak sedang di apartemennya.
Ahh..Maaf aku lupa aku pikir aku berada di apartemenku. Kamu sih semalam tidak mau berhenti, lihat sekarang aku jadi kesiangan dan melupakan tugasku "Diana menyalahkan Alvaro."
Kamu menyalahkanku?
Ya siapa lagi, cuman kamu yang ada disini lihat sekarang bahkan aku berjalan saja sangat kesulitan.
"Sebenarnya semalam Alvaro tidak ingin bermain dengan Diana, tapi karna respon Sintia yang datar dan tidak terpengaruh sama sekali Alvaro jadi menghajar Diana melampiaskan kemarahannya dan Dia sengaja menghajar Diana, sampai menjerit kesakitan supaya Sintia mendengarnya dan terbakar api cemburu."
Kamu juga menikmatinya, cepat lah bersiap turun ke bawah Sintia pasti sudah menunggu kita.
__ADS_1
Ya, "Diana berlalu pergi ke kamar mandi dengan wajah kusutnya dan sedikit kesulitan saat berjalan."
Dua puluh menit berlalu Alvaro dan Diana telah Siap dan mereka segera turun ke bawah dengan bergandengan tangan. sengaja, biar terlihat seperti pasangan serasi, Apa lagi tujuannya jika tidak untuk memanas manasi Sintia. Entah kenapa akhir akhir ini Alvaro sedikit lebih Emosional jika berurusan dengan Istrinya tidak seperti biasanya.
Dimana dia, Apa dia sudah berangkat kekantor kenapa dia tidak menunggu ku. Apa dia sengaja menghidariku? Aku yakin saat ini Dia pasti sangat ingin menangis karna terbakar api cemburu "Monolog Alvaro dalam hati saat tidak melihat keberadaan Sintia."
Bi, dimana Dia?
Diana melirik ke arah Alvaro merasa heran dengan pertanyaannya, kenapa Alvaro menanyakan Istrinya? Apa pedulinya? Sejak kapan dia jadi memperdulikan Istrinya. Bukan kah selama ini dia cuek saja, kenapa jadi begini. Apa yang terjadi "Diana merasa ada yang berbeda dengan Alvaro."
Siapa, tuan? "Bi, Nani tidak tau siapa maksud tuanya karna sebelumnya ajikannya tidak pernah bertanya begitu."
Cih,, bodoh sekali. Siapa lagi kalau bukan Istriku, memangnya ada orang lain disini selain dia "maki Alvaro."
"Alvaro merasa tersindir dengan pernyataan, Bi Nani karna memang itu kenyataan."
Nona sudah berangkat ke kantor, tuan.
Kenapa sepagi ini, Apa dia memang terbiasa berangkat pagi? Dan ini makanan masih Utuh apa dia tidak sarapan dulu "Alvaro bertanya seperti Suami siaga saja dan bahkan saat ini dia melupakan wanita di sampingnya."
Diana mengepal tangannya dia kesal dengan sikap Alvaro yang menanyakan Istrinya.
Sayang kenapa menanyakannya, biarkan saja Dia sudah dewasa bukan anak kecil lagi dia bisa menjaga dirinya. Kita makan aja yuk "ajak Diana dia tidak ingin pikiran Alvaro terbagi dengan wanita lain selain Dia."
__ADS_1
Ahh..ia sayang, Maaf aku hanya reflek saja tidak bermaksud apa apa "Alvaro tidak ingin mengakui dirinya saat ini sedang gelisah karna tidak melihat keberadaan Sintia."
Ya udah mari kita makan lupakan Dia, itu tidak penting "Alvaro dengan cepat menguasai dirinya."
Sayang hari ini aku ikut kamu ke kantor ya, Aku gak mau ditinggal sendiri. Aku gak mau jauh dari mu "rengek Sintia."
Sayang Maaf ya bukan aku tidak mau, tapi hari ini aku sangat sibuk aku ada meating penting dengan klien lain kali saja ya kamu ikut ke kantor "Alvaro tidak ingin membawa Diana bersamanya karna Hari ini dia berencana ingin menemui Sintia."
Gak papa sayang aku ikut aja, aku gak akan repotin kamu ko "rengek Diana tidak ingin lepas dari Alvaro."
Diana kamu harus ngertiin aku, jangan manja begini aku lagi kerja kalau berdua terus kapan waktuku bekerja. Bisa-bisa aku di pecat sama ayah. Jangan kayak anak kecil begini "Alvaro sedikit meninggikan suaranya karna malas dengan sikap manja Diana yang selalu menempel padanya seperti lintah."
"Diana terdiam mendengar bentakan Alvaro, tidak biasanya begini dan bahkan ini yang pertama kali. Ini semua pasti gara gara Istrinya, aku gak akan biarin ini terjadi, Diana mengepal tangannya di bawah dan menahan rasa kesalnya."
Baik lah kalau begitu, tapi aku tinggal disini ya aku menunggu mu pulang disini. "Diana tidak ingin membiarkan Alvaro berduan dengan Istrinya."
Terserah kamu saja tapi jangan salahkan aku jika Papa dan Mama datang kesini, karna mereka pasti akan membalasmu jika tau mantu kesayangan mereka di datangi pelakor "Alvaro tidak ingin membiarkan Diana tinggal disini karna itu akan sangat memperburuk hubungannya dengan Sintia."
Diana semakin kesal mendengar kalimat pembelaan itu keluar dari mulut Alvaro, dia semakin membenci Sintia dan berencana membalas semua rasa kesalnya pada Sintia.
Ya, sudah aku akan pulang, tapi nanti malam datang lah ke apartemenku aku menunggu mu disana.
"Ya aku akan usahakan, jika aku tidak sibuk."
__ADS_1