DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 26


__ADS_3

Seminggu berlalu kehidupan rumah tangga Sintia dan Alvaro masih jalan di tempat, tidak ada perubahan bahkan makin parah, Alvaro tidak pernah pulang sama sekali ke rumah semenjak dia pergi hari itu. Dia masih betah di Apartemen Diana, ponselnya sama sekali tidak aktif dia pun tidak masuk ke kantor mungkin masih menghabiskan sisa cutinya.


Hari ini, Sintia akan mulai bekerja di kantor pusat, Kenan. Seperti yang sudah di janjikan beberapa hari yang lalu dan Kenan pun sudah menyiapkan mobil buat, Sintia supaya Sintia tidak menggunakan taksi lagi.


Bi, mungkin hari ini Mas Al akan pulang, karna masa cutinya sudah habis. Tolong siapin kebutuhan Mas Al ya Bi dan nanti kalau Mas Al nanyain aku bilang aja aku udah berangkatnya, Bi "pesan Sintia karna hari ini dia berangkat lebih pagi dari biasanya karna dia tidak ingin di hari pertamanya memberi kesan yang kurang baik."


Baik, Non. Apa non mau saya bungkusin bekal?


Tidak usah, Bi nanti aku makan di kantin saja.


Ya sudah saya pamit dulunya Bi, Eh...satu lagi, nanti mana tau Mama datang atau siapapun yang datang kesini bilangin saya lagi kerjanya, Bi dan juga kalau mereka nanyain Mas Al bilangin aja kalau hubungan kita baik baik ajanya Bi.


"Baik, Non. Hati hati di jalan, Non"


Semenjak Sintia datang kesini, Rumah ini terasa lebih hidup. Bi Nani sangat senang dengan kedatangan Sintia selain cantik Sintia juga sangat Ramah ke semua pekerja di rumah ini. Dia tidak pernah membeda-bedakan status bahkan mereka selalu makan makanan yang sama tidak ada perbedaan antara Majikan dan Bawahan, tidak seperti mantan pacar tuanya yang selalu bermulut kasar, Diam diam Bu Nina mendoakan kerukunan rumah tangga keduanya.


Semoga saja tuan cepat sadarnya, tidak larut dalam kehidupan kelamnya karna sangat di sayangkan orang sebaik, Non Sintia di sia-siakan "batin Bi Nina."


*


Sayang hari ini aku berangkat ke Kantornya, karna masa cutiku sudah habis "ucap Alvaro kepada Dina yang masih betah tidur di pelukannya."


Cepat banget si yang, kan aku masih mau berduaan sama kamu kayak gini "jawab Dina dengan suara bangun tidurnya."


Hey...Sayang liat aku "Alvaro mengusap wajah Dina dengan lembut."


Nanti pulang dari kantor aku kesini lagi, kalau aku gak kerja gimana caranya aku bisa Nikahin kamu, katanya mau di Nikahin secepatnya.


Ia aku tau, tapi aku masih kangen "rengek Diana menyembunyikan mukanya di dada bidang Al."


"Alvaro terkekeh di buatnya dengan tingkah manja, Diana yang menurutnya sangat menggemaskan."


Hari ini kamu berbelanja lah sepuasnya biar kamu gak bosen di rumah sendirian, Kartu kredit ini sekarang jadi milik kamu "Alvaro mengeluarkan kartu kredit dalam dompetnya."

__ADS_1


Tapi aku gak mau, kalau gak sama kamu.


Sayang, gak boleh gitu dong kalau kamu sama aku terus urusan kantor gimana? Kamu mau aku di keluarin papah dari daftar ahli waris.


Memangnya aku gak bisa, kalau ikut aja ke kantor sama kamu yang atau kamu malu bawa aku "hardik Diana."


Siapa yang malu, bahkan aku senang kamu berada di sisiku tapi sekarang belum waktunya, tunggulah sampe semuanya baik baik saja. Tapi kalau hanya berkunjung saja kamu bisa datang saat sore, tapi ingat kabari aku dulu biar aku bisa kosongin jadwal buat kamu, gimana kamu setuju gak?


Ya, udah nanti kapan-kapan aku akan ke Kantor kamu, tapi hari ini aku mau Shopping dulu.


"Cup....", Gitu dong itu namanya, Nyonya Anderson.


Ya udah kita mandi bareng yuk, aku mau siap siap berangkat ke kantor.


Janjinya cuman mandi aja gak lebih "Diana lebih dulu memperingati Al, karna kebiasaan setiap di ajak mandi bareng pasti tidak pernah hanya mandi saja, Al pasti akan mengajaknya kikuk-kikuk, apalagi semalam Diana habis di hajar habis habisan sama Al, Diana sudah tidak sanggup lagi jika harus melayani Al pagi ini.


Ia..ia sayang.


Selesai mandi, Diana dengan cepat mempersiapan baju Al dan tidak lupa juga dia membuat sarapan buat Al, dia seperti Istri yang siaga melayani Suami.


Kamu gak usah repot-repot gini sayang, nanti aku bisa sarapan di kantor kan ada Jack yang urus semuanya "berjalan ke Arah Diana dan menciumnya dari belakang."


Ini beda sayang, ini aku buat penuh dengan Cinta dan kamu harus memakannya. Mulai sekarang aku harus belajar jadi istri yang baik supaya kelak Suamiku tidak hanya makan di luar.


Cup.... "Alvaro mencium pundak Diana", Aku tidak salah memilihmu.


Sayang berhentilah menciumku, Cepat lah makan nanti kamu terlambat.


Alvaro pun menuruti perintah Diana, Dia dengan lahap memakan Sarapan Diana, walaupun rasanya kurang pas di lidah Alvaro tapi dia tidak protes, Alvaro tidak ingin menyinggung perasaan kekasihnya apalagi ini di buat khusus untuknya.


Gimana rasanya sayang, apakah enak ?


Enak banget sayang, kamu memang sangat berbakat aku makin sayang padamu "Alvaro tetap memuji masakan Diana."

__ADS_1


Yee...akhirnya berhasil, aku pikir tadi akan gagal. Soalnya ini baru pertama kali aku membuatnya, lain kali aku akan membuat yang lebih enak lagi.


Alvaro tersenyum ke arah Diana.


Sayang apa nanti kamu akan pulang ke rumah Istrimu ? "tanya Diana dengan wajah sedikit di tekuk."


Kenapa, apa kamu tidak ingin aku menemuinya?


Tidak, aku mana ada hak untuk melarang mu bagaimana pun juga kan, dia Istrimu sudah seharusnya kamu menemuinya "lirih Diana."


Kata siapa? kamu berhak ko melarang ku, kamu kan kekasih ku. Hanya kamu yang berhak dengan ku bukan orang lain "tegas Alvaro."


Jadi kalau aku memintamu tidak usah pulang kesana malam ini, apa kamu mau?


Ya, Tentu saja apapun untukmu, aku tidak kembali ke rumah pun tidak ada yang akan keberatan.


Mendengar itu Diana semakin merasa melayang di udara, saat ini Alvaro benar benar sudah ada di genggamannya tidak beberapa langkah lagi.


Kalau aku memintamu mempertemukan ku dengan Istrimu di rumah itu, apa boleh? "tanya Diana dengan puppy eyesnya."


Alvaro terdiam dengan permintaan Diana, Dia tampak berfikir sejenak karna posisnya saat ini sudah menikah, tidak seperti dulu lagi dia bebas membawa pasangannya ke rumah itu, tapi sekarang beda dia sudah punya Sintia sebagai Istri Sahnya dan juga disana ada pembantunya. Bagaimana tanggapan mereka nanti dan bagaimana jika Orang Tuanya mengetahui itu.


Tidak bolehnya? "lirih Diana."


Bo—boleh sayang, siapa bilang tidak boleh, Kita bisa kesana dan masalah ART nanti biar aku yang urus dan aku rasa Sintia juga tidak akan keberatan, karna aku sudah bilang sebelumnya kalau aku punya pacar dan sudah waktunya juga dia mengenalmu.


Benarkah? "Diana tampak bersemangat."


Benar sayang, apasih yang gak buat kamu atur saja jadwalnya. Nanti kita akan pulang bersama ke rumah. Ya sudah aku berangkat dulu nanti aku kesiangan.


Ia sayang hati hati di jalan Honey,"I LoVe You."


Alvaro mencium kening Diana sebelum pergi.

__ADS_1


Yes, akhirnya.


Tunggu saja, Sindi kamu akan sangat menyesal telah membuang Alvaro. Sebentar lagi aku akan jadi NYONYA ANDERSON, hhahahahha.... Aku sungguh tidak sabar menunggu itu dan aku tidak perlu lagi cape cape mencari pelanggan kaya. Maafkan aku Sintia kamu tidak termasuk dalam kriteria Al, kamu harus keluar dari Line.


__ADS_2