DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 23


__ADS_3

Bi, tolong siapin makan malam buat saya dan Mas Al nya "ucap Sintia pada Bi Nani yang bekerja rumah Suaminya."


Siap Non, tapi tuan belum pulang. Apa, Non mau nungguin tuan pulang dulu atau saya siapan sekarang "tutur Bi Nani memberitahu."


"Mendengar itu, Sintia menyatukan alis matanya", Bukannya Mas Al ada di kamarnya, Bi ? "saut Sintia yang memang tidak melihat suaminya keluar rumah karna sedaritadi dia tidak keluar kamar."


Tuan Al, sudah keluar rumah sejak tiga jam lalu, Non. Saya kurang tau tuan pergi kemana, sepertinya buru buru, Non.


Ooo..., Ya sudah biarin aja Bi, saya makan sendiri aja. Saya juga tidak tau Mas Al pulang cepat atau tidak "Sintia tidak menanyakan suaminya lagi pergi kemana, karna dia tidak ingin menggangu privasinya seperti yang sudah di katakan suaminya sebelumnya, Dia tidak ingin membuat masalah, mungkin suaminya saat ini sedang bersama Pacarnya."


Tunggu sebentarnya, Non saya siapin dulu.


Hm... "deheman Sintia."


Apakah suasana rumah akan selalu seperti ini ? Ya Tuhan, Bagaimana caraku untuk memperbaiki sifat keras kepala Suamiku, bahkan dia saja tidak betah berada di rumah, Akan kah selalu seperti ini ? "batin Sintia."


Saat sibuk melamun, Sintia sampai tidak mendengarkan ponselnya berbunyi sedaritadi menandakan ada seseorang yang menghubunginya.


Non,Itu ponselnya berbunyi "ucap Bi Nani yang baru saja datang dari arah dapur."


Ahk ia bi, Makasih "saut Sintia sambil melihat ke arah ponselnya siapa peneleponnya."


Halo, Mah "jawab Sintia saat tau siapa peneleponya."


Sayang, Apa kamu baik baik saja? Kamu lagi apa sekarang, sayang? Mama udah kangen sama kamu "tanya bu Emi dari seberang sana."


Baik Mah, ini Sintia lagi makan malam, Mah. Mama gimana? Lagi apa sekarang, Mah ? "jawab Sintia berbasa basi."


Mama juga baik sayang, Mama sangat mengkhawatirkan mu sayang, Dimana Suami mu apa kalian lagi bersama saat ini? "tanya bu Emi ."


Mendengar Suaminya di cari, Sintia meremas ujung bajunya dia binggung menjawab apa, karna saat ini dia sedang sendiri dan kalau dia jujur pasti Ibu Mertuanya akan mengomeli suaminya dan suaminya akan mengomelinya balik.

__ADS_1


Sayang, kok kamu diam aja si, kamu masih dengar Mama kan.


Ahk ia Mah, Sintia dengar ko, Mas Al lagi ada di ruang kerjanya, Mah. Mungkin ada sesuatu yang mendesak "jawab Sintia."


Anak nakal itu selalu saja mementingkan pekerjaan, padahal ini masih masa cutinya bisa bisanya dia sibuk dengan pekerjaannya, harusnya kan saat ini dia bersama mu dasar Suami gak Peka "gerutu bu Emi."


Tidak papa, Mah tadi juga kita berdua terus ko, Mah. Mungkin ada pekerjaan yang sangat mendesak dan gak bisa di tinggalin, Mah.


Ya, Udah lah sayang, kamu makan dulu saja ya, makan yang banyaknya sayang. Mama udah tenang setelah dengar suara mu. Ya udah Mama matiinnya teleponnya "ucap bu Emi mengakhiri teleponnya."


Maafkan aku mah aku berbohong pada Mama, Aku gak ingin Mama kepikiran "ucap Sintia setelah mematikan Ponselnya."


Bibi udah makan ? "tanya Sintia ke Bu Nina yang setia berdiri di sampingnya."


Non, makan duluan saja nanti saya makan di belakang "jawab Bi Nani sedikit menunduk."


Duduk aja, bi kita makan bareng aja aku gak enak makan di liatin begini aku gak terbiasa, Bi.


Gak papa bi, Mas Al juga gak ada jadi bibi gak usah takut begitu. Udah duduk aja, bi ini perintah "paksa Sintia."


Ya—ya sudah, Non "jawab bi Nani gugup sambil menarik kursi dengan sangat hati hati ."


Bibi, Gak usah gugup begitu santai aja, Nih makan yang banyak bibi sangat terlihat kurus "ucap Sintia saat melihat bi Nani begitu gugup."


I—ia Non "balas Bi Nani."


"Aku tidak menyangka Istri, Nak Al begitu baik dan peduli kepada sesama, beruntung bangat tuan Al Menikahin wanita seperti, Non Sintia. Padahal dia terlahir dari keluarga kaya, tapi tidak risih sama sekali dengan bawahannya. Bahkan mantan pacar, tuan Al sebelumnya tidak pernah menyapa saya dengan baik selalu saja kasar. Tapi sepertinya hubungan Tuan dan Non tidak baik baik saja, Semoga Non selalu sabar menghadapi sifat keras kepalanya Tuan, batin Bi Nina"


Bi, Sintia boleh nanya gak?


Na—nanya apa, Non? "jawab bi Nani gugup."

__ADS_1


Bibi jangan gugup seperti itu santai saja, anggap aja aku ini anak bibi, jadi bibi gak merasa segan "Sintia berusaha menenangkan bi Nani yang terlihat sangat tertekan."


I—Ia, Non. Non mau nanya apa?


Apa Mas Al jarang pulang ke rumah sebelumnya "tanya Sintia sedikit mengorek tentang kebiasaan Suaminya."


I—itu Sa—saya tidak berani, Non ngomong soal tuan "ucap Bi Nani, karna memang itu sangat dilarang disini."


Bibi gak usah khawatir, aku ini kan majikan bibi, Istri nya Mas Al, jadi aku wajarkan tau kebiasaan suamiku "Sintia sedikit mengambil sikap."


"Mendengar itu, Bi Nani terdiam dan membenarkan ucapan Majikannya. Ahhh ia, Nona benar mungkin gak masalah kalinya kalau aku jujur."


Du— dulu, sewaktu tuan bersama dengan Mantan ke kasihnya, tuan selalu pulang kerumah dan tidak jarang juga dia membawanya pulang kesini. Tapi semenjak mereka putus ,tuan jadi jarang pulang dan kalaupun pulang tuan sering sekali mengurung diri di kamar, tidak seceria dulu semenjak bersama Mantannya, dan karna tuan jarang pulang tidak tau tidur di mana, Nyonya mengajaknya pulang ke Kediaman Utama dan semenjak itu tuan gak pernah lagi tinggal disini. Tuan kesini hanya untuk berkunjung saja tidak untuk menginap dan sekarang baru kembali lagi bersama, Non "tutur Bi Nani."


Mantan? "bukan kah, Mas Al bilang punya pacar kok sekarang jadi Mantan, pikir Sintia."


Sejak kapan Mas Al putus dengan Kekasihnya, Bi dan apa alasan mereka Putus "Sintia semakin penasaran dengan kisah suaminya."


Kalau tidak salah sekitar dua tahun yang lalu, Non. Tapi untuk alasan putusnya bibi kurang tau soalnya itu privasi tuan dan juga saya mohon, Non jangan bilang ke tuan nya Non, kalau saya yang kasih tau Info ini ke, Non saya takut nanti tuan marah dan memecat saya "tutur bi Nani."


Bibi Tenang aja, saya gak akan bilang ke siapa siapa ko. Apa bibi tau siapa nama mantan Mas Al ?


Namanya Sindi, Non.


Apa Mas Al sudah balikan lagi yah sama mantanya atau mungkin Mas Al punya yang lain lagi "batin Sintia."


Apa selain Sindi Mas Al punya pacar lagi, Bi?


Sepertinya tidak ada lagi, Non karna Non Sindi pacar terlamanya tuan, mereka pacaran semenjak SMU dan setelah putus dengan Non Sindi tidak ada lagi wanita di bawa kerumah ini, selain Non yang Notabenya Istrinya tuan "jawab Bi Nani."


Ooo...Begitu.

__ADS_1


Lalu siapa Wanita yang menjadi kekasih suamiku saat ini dan sejak kapan mereka dekat kalau dia belum pernah di bawa kesini. Apakah Mas Al berbohong tentang itu karna belum bisa Move on dari Mantan nya atau karna dia ingin mengujiku " batin Sintia."


__ADS_2