
Pagi ini kabar tentang, Sintia yang mulai bekerja di Perusahaan Kenan sudah menyebar luas. Kabar ini jadi topik hangat di perbincangkan para kariawan Kenan dari berbagai devisi.
Bukannya dia Istri dari AlVARO ANDERSON, Kenapa dia bekerja disini "tanya seorang wanita kaca mata."
Entahlah aku juga tidak tau padahal uang mereka sudah sangat banyak tapi masih saja bekerja. Lalu kenapa dia bekerja disini? kenapa tidak di Perusahaan suaminya saja. Apa mungkin dia menantu tak dianggap? Anak dari Keluarga Anderson itu kan sangat sombong dan seorang Kacanova, kerjaannya hanya berfoya-foya saja dan juga aku dengar dia Tempramental.
Ahh...ia, aku juga pernah mendengar itu dari temanku yang bekerja di Perusahaan Anderson. Di kantor juga dia sering membawa banyak wanita "timpal yang lain."
Kasian sekali dia, padahal dia sangat cantik tapi tetap di sia-siakan, apalagi buruk rupa seperti kita ini. Aku tidak sanggup lagi membayangkannya.
Benar katamu, mending nikah sama orang yang biasa saja yang penting di hargai dari pada seperti ini, amit-amit jabang bai.
Ia kasian sekali, niat hati ingin jadi ratu di keluarga kaya malah jadi tak dianggap. Hahhahha...
"Banyak yang simpatik dan ada juga yang membuli, mengatakan kalau Sintia tidak layak bersanding dengan Alvaro dan banyak lagi Desas desus lainnya."
*
Bagaimana hari pertamu bekerja disini, apa menyenangkan? "tanya Kenan yang datang mengunjungi ruangan Sintia."
"Sintia mengangkat kedua bahunya," Seperti yang kamu lihat, bahkan aku belum ada satu hari bekerja disini tapi namaku sudah jadi topik hangat bagi mereka semua.
Hahhahah...
Aku pikir kamu belum mengetahui itu, ternyata berita itu benar-benar menyebar sangat cepat.
Baru saja aku menginjakkan kaki disini, tapi Mentalku sudah mulai di uji, aku tidak tau lagi besok kabar apa lagi yang akan aku dengar. Apalagi saat ini kamu datang ke ruangan ku "ucap Sintia."
Bukan kah itu Tujuan kita "Kenan mengedipkan matanya sebelah."
Ya, aku tau itu tapi aku belum siap. Jujur saja sebelumnya aku belum pernah jadi buah bibir orang-orang dan bisa di bilang aku tidak banyak di kenal orang.
__ADS_1
Dan mulai sekarang kamu harus membiasakan diri, karna saat ini kamu sudah jadi Istri orang terkaya di kota ini, itu lah resikonya "balas Kenan."
"Ya, istri tak dianggap."
Bukan tak dianggap, tapi belum. Lihat kesana "tunjuk Kenan ke arah kaca."
Sebentar lagi Suamimu akan mendatangimu kesini, persiapakan Dirimu "Kenan menunjuk ke arah kaca dimana saat ini assistennya sedang berdiri disana memotret mereka."
Maksud mu apa aku tidak mengerti "tanya Sintia heran."
Apakah aku harus menjelaskan detailnya?
Ya, aku tidak sepintar dirimu.
Itu Matew asistenku dan foto kita sudah di kirim ke suamimu dan aku pastikan sebentar lagi kantor ku akan di serang suamimmu, persiapan dirimu. Bersikap tegaslah jangan terlalu naif "Kenan berbalik meninggalkan Sintia setelah mengatakan itu."
*
Tuan, maaf mengganggu waktu anda sebentar, ada yang ingin saya laporkan "ucap Jack di depan Alvaro yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya."
Silahkan ! "jawab Al tanpa melihat Jack dia masih fokus dengan Dokumennya."
Ini tentang, Nyonya Tuan.
Nyonya Siapa? Apa Ibuku ?
Bukan tuan, tapi istri anda.
"Alvaro menyatukan ke dua alisnya," Istri ?
"Ck', bahkan aku melupakannya ! "jawab Al yang tidak mengingat kalau saat ini dia sudah punya istri."
__ADS_1
Kenapa dengan Wanita itu, apa dia berbuat ulah?
"Nyonya saat ini bekerja di Perusahaan milik tuan Kenan, kabar ini sudah menyebar luas di kalangan kariawan tuan. Baik kariawan perusahan milik keluarga Anderson, maupun perusaahaan milik keluarga, Kenan. Banyak gosip buruk tentang tuan, karna membiarkan istri seorang, Alvaro keluarga terkaya di kota ini bekerja di perusahaan orang lain. Apalagi mereka baru saja menikah satu minggu yang lalu dan saya juga mendapat kiriman foto dari orang yang tidak di kenal tuan."
Mana fotonya?
Ini, tuan "Jack menunjukkan foto yang di kirim Matew dengan menggunakan nomor yang tidak di kenal orang."
"Apa-apa'an ini !" Marah Alvaro, saat melihat foto, Sintia dan Kenan yang terlihat sangat dekat. Mungkin Matew sengaja mengambil angel yang posisi sangat dekat seolah-olah Kenan hampir mencium Sintia.
"Ck', aku tidak percaya ini, apa karna aku tidak tertarik dengannya lalu dia mengoda, Kenan dan apa-apaan Kenan ini, beraninya mengusik milik sahabatnya sendiri "maki Al dalam hati."
Apa dia sengaja melakukan ini supaya aku tertarik dengannya atau ini trik Wanita itu untuk menjeratku, tidak aku tidak akan terpengaruh dengannya. Lagian itu bukan urusanku, kami kan tidak boleh ikut campur dengan urusan pribadi "Alvaro berusaha mengsugesti dirinya sendiri."
Kembali lah bekerja itu bukan sesuatu yang penting "usir Alvaro."
"Baik, tuan."
Sekuat mungkin Alvaro menahan diri untuk tidak memikirkan Istrinya dan Sahabatnya, tapi tetap saja dia tidak bisa fokos dengan pekerjaannya. Foto Kenan dan Sintia terlintas seperti kaset rusak di atas kepalanya. Apalagi Jack baru menunjukkan foto kiriman yang kedua, dimana Kenan memengangi pinggang Sintia, tampaknya sedang menolong Sintia yang hampir terjatuh terlihat sangat Romantis, itu semakin membuat hati Alvaro semakin panas.
Tidak !! Aku tidak boleh seperti ini aku sudah punya Diana, aku tidak boleh berhianat aku lelaki sejati "guman Alvaro dalam hati."
"Ck', menyebalkan sekali."
Jack ? "panggil Alvaro yang memang ruangannya dengan Jack sangat dekat, hanya berbatas lemari saja."
Ia, tuan "saut Jack dengan cepat menghampiri Alvaro yang terlihat sangat marah."
Siapkan mobil, aku akan ke kantor Kenan sekarang juga. Batalkan meating siang ini.
"Baik, tuan."
__ADS_1
Al melangkah kan kakinya keluar dari ruangannya dengan wajah masam meninggalkan semua pekerjaanya.