
Sampai di rumah wajah, Sutomo masih tersenyum lebar dan terlihat sangat bahagia.
Ayah udah pulang? Tumben baru pulang jam segini biasanya juga malam, kenapa ayah? Wajah ayah juga terlihat sangat bahagia. Apa yang terjadi? "cecar, Sila karna memang ini masih sore hari dan belum jam pulang dari biasanya tapi ayahnya sudah pulang aja."
Ia sayang, hari ini ayah sangat bahagia "Meraih tangan, Sila dan mencium lembut keningnya dan mengajaknya duduk di sofa."
Kenapa ayah cerita dong ?
Kamu tau sayang, kemaren Perusahaan ayah terjadi masalah karna ayah habis di tipu sama rekan kerja Ayah dan untungnya, hari ini sahabat lama ayah mau menolong ayah dan kita tidak jadi bangkrut.
Mendengar itu, Sila menyeritkan kepalanya sedikit khawatir dengan ucapan Ayahnya karna Dia takut miskin.
Kok bisa si,Yah. Kenapa, apa yang terjadi? "tanya Sila sok peduli."
Itu kesalahan Ayah yang kurang teliti sayang dan terlalu percaya sama orang "Memasang muka sedih."
Mendengar itu, Sila mengutuk ayahnya dalam hati. Jangan sampe karna kecerobohan ayahnya, mereka jatuh miskin dan hidup melarat. Sila tidak dapat menerima semua itu, karna bagaimanapun juga Dia sudah terbiasa hidup dalam kemewahan. Dasar Ayah tidak berguna, kamu memang bodoh dan gampang di penggaruhi "Sila memaki ayahnya dalam hati."
Sudah lah, Ayah jangan terlalu di pikirkan nanti ayah jadi sakit, yang penting sekarang semua itu tidak pernah terjadi kan dan jadikan lah ini pelajaran kedepannya untuk Ayah "Mengusap lembut lengan Ayahnya, Sila terlihat peduli sok baik, biar terkesan anak yang baik dan penurut."
Ia sayang, kamu benar-benar yang paling mengerti Ayah mu ini.
Tapi sayang, kamu tau teman Ayah itu meminta supaya menjodohkan anaknya dengan putri manis ini "memengangi muka, Sila."
Maksud ayah apa, Ayah mau menjodohkan ku dengan anak teman ayah Itu. Keluarga siapa ayah ? "seru Sila."
Pak Gunawan.
Apa..!! "suara Sila sedikit meninggi."
__ADS_1
Karna bagaimana pun, Sila tau siapa Keluarga Anderson ini, walau keluarga itu keluarga tersohor di Kota ini tapi tidak ada satupun Wanita yang Ingin jadi menantunya. Karna mereka semua jelas tau sikap anak tunggal nya itu, seorang kacanova. Walau tampangnya yang rupawan berbanding terbalik dengan perilakunya yang kejam dan semena mena. Bagaimana pun, Sila masih sayang dengan nyawanya Dia tidak ingin mati muda.
Tenang sayang, dengar dulu penjelasan ayah mu ini.
Tadinya memang Keluarga Anderson memintamu jadi mantu mereka, tapi itu karna mereka belum tau kalau ayah ini masih punya anak lain. Makanya, ayah menjelaskan kepadanya, kalau ayah punya anak lain selain kamu. Dan menyarankan supaya memilih, Sintia yang jadi Mantunya, karna bagaimanapun kamu masih sekolah dan masih kecil ayah tidak akan tega menikahkan mu dengan keluarga mereka.
Mendengar itu wajah, Sila yang tadinya sedikit gelap jadi tersenyum kembali.
Benarkah, ayah? Jadi, aku tidak jadi di jodohkan, kan? "tanya, Sila menyakinkan."
Tidak sayang, Mereka mau menerima, Sintia tidak peduli siapapun yang jadi penggantimu, yang penting Dia anak ayah dan lusa mereka akan kesini untuk melamar kakak mu.
Secepat itu, ayah?
Ia sayang, mereka ingin segera menikahkan keduanya dan setelah mereka berdua menikah, Sintia bukan hak keluarga kita lagi karna Dia sudah jadi milik keluarga Anderson.
Kenapa, ayah?
"Sila, semakin yakin menolak perjodohan ini, karna Dia sudah berfikir yang akan terjadi pada, Sintia kedepannya."
Lalu, bagaimana dengan Kak Sintia, ayah? "Memasang wajah sedih seakan tidak rela kakaknya pergi."
Biarkan saja sayang, kamu tidak perlu sedih Itu urusan Dia, karna ayah juga sudah muak melihatnya di rumah ini.
Mendengar itu, Sila tertawa dalam hati Dia sangat bahagia akhirnya, Hanya dia satu-satunya Ratu di rumah ini dan dia tidak perlu lagi bersandiwara sok baik di depan kakaknya.
Tapi kasian Kak Tia, ayah. Bagaimanapun juga, Dia Kakakku satu-satunya dan aku sangat sayang kepadanya ayah. Aku tidak tega melihatnya di Keluarga Anderson, ayah mengerti kan maksudku.
Kamu memang anak yang baik, walau kakak mu tidak pernah peduli kepadamu tapi kamu tetap menyanyaginya, ayah benar bangga padamu "Puji Pak Sutomo."
__ADS_1
Biar lah, Dia juga sudah Dewasa sudah waktunya punya kehidupan yang baru.
Sekarang pergilah ke gudang, bawa Kakakmu kesini ayah ingin memberitahunya biar Dia mempersiapkan diri.
Baik Ayah.
*
Ayah sudah menemukan wanita yang ingin kamu Nikahi. Lusa kita kesana untuk melamarnya, Ibu mu sangat senang mendengar kabar ini. Jangan membantah jika kamu masih ingin mengelola Perusahaan, ayah mu ini.
Ayah, menemukanya atau memaksanya?
Begitulah setiap bertemu dengan Alvaro Anak Tunggalnya, selalu berdebat dan tidak pernah berdamai entah apa alasannya.
Dengar Itu semua demi kebaikanmu, ayah tidak ingin kamu selalu di celah dan di cap buruk di luar sana. Lihat, ibu mu Dia sudah sakit sakitan karna ulahmu yang selalu membuatnya stres, aku tidak ingin jadi Duda karena mu. Setelah kamu menikah nanti, mungkin akan membuatnya sedikit bahagia dan mengurangi presepsi orang di luar sana.
Alvaro memang di cap buruk di luaran sana, karna sifatnya yang kejam dan dingin dan tidak jarang bergonta ganti wanita, mereka tau itu karna sering melihatnya menggandeng wanita yang berbeda di setiap Pertemuan Bisnis. Padahal dulu Alvaro orang yang baik dan penurut entah apa yang terjadi pada dirinya sehingga ia Jadi seorang kacanova dan jadi tidak terkendali sama sekali, Bahkan orang Tuanya sudah angkat tangan dengan sikapnya itu.
Baik lah, aku terima Gadis Bodoh itu tapi setelah aku Menikah jangan pernah mengurusi kehidupan rumah tanggaku dan aku tidak akan tinggal bersama kalian.
Pak Gunawan, memang sudah memprediksi hal itu akan terjadi makanya saat membicarakan perjodohan itu Dia membuat perjanjian dengan, Sutomo supaya setelah menikah Dia tidak ada hak lagi dengan anak nya.
Baik lah, tapi berilah aku dan Ibumu sedikit muka di depan umum, jangan kamu Membunuhnya karna Dia anak teman ayah jangan buat ayah malu.
Hm.... "Deheman Alvaro."
Setelah membicarakan hal itu, Ayahnya pergi meninggalkan, Alvaro yang berdiri di balkon rumah.
Halo !! "Cepat selidiki Gadis yang ingin ayah jodohkan kepadaku, bawakan hasilnya tiga jam lagi dan cari tau apa yang ayah janjikan kepada keluarga itu."
__ADS_1
Alvaro, dengan cepat menutup ponselnya setelah mengatakan itu. Bagaimana pun juga Dia, harus tau siapa Gadis Malang itu. Apa tujuannya menerima Perjodohan ini karna selama ini teman Bisnis Ayahnya selalu menolak menjodohkan Putri mereka dengan Keluarga Anderson karna citra buruk yang di Miliki Alvaro dan sudah hampir semua mengetahui hal itu.
Siapkan dirimu gadis bodoh, kamu salah memilih langkah dengan senyum smiriknya.