
Kabar tentang kecelakan Alvaro mengemparkan publik, Bagaimana tidak? Alvaro anak tunggal pengusaha kaya raya di kota jadi hal ini tidak lupuk dari penilain publik.
Banyak yang simpatik mendoakan keselamatan Alvaro dan ada juga yang menyinyirnya mengatakan kalau ini karma baginya, karna terlalu sombong dan kerap berganti ganti wanita.
Banyak sekali pendapat pendapat lain yang mengisi kolom komentar setiap ungguhan tentang Alvaro dan kabar itu sampai ketelingan Diana dan juga Sindi.
Diana sangat kaget mendengar kabar itu dan menyalahkan Sindi akan kejadian ini, Diana dengan cepat putar balik ke apartemen Sindi.
Plak !!
Tamparan keras melayang di wajah Sindi, saat dia membuka pintu. Belum sembuh luka yang pertama Sindi sudah mendapat tamparan lagi lebih keras dari sebelumnya.
Apa kamu gila! "pekik Sindi, tidak terima di tampar seperti ini."
__ADS_1
"Bukannya minta maaf, Diana malah mencekik leher Sindi sampai dia susah bernafas", Mati saja kau ! Lihat karna ulah mu Alvaro kecelakaan, jika terjadi sesuatu padanya aku akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri.
"Lepasin Diana kamu bisa membunuhku", Sindi berusaha melepaskan diri dari cengkraman Diana."
Uhuk...uhuk...
Sindi terbatuk, meraup udara sebanyak mungkin karna dia kehabisan oksigen.
Jadi menurutmu kamu layak? Kamu juga tidak layak baginya, perlu kamu ketahui Alvaro hanya mencintai bukan dirimu dan orang lain. Dia hanya mencari pelampiasan saja dengan orang lain, Cintanya sudah habis di aku. Berhentilah memaksakan diri itu hanya akan membuat mu sakit saja"pekik Sindi tak kalah sengit setelah dia lebih baikan."
Diam!! Aku yang lebih tau dirinya di bandingkan kamu, Aku masa depannya kamu hanya masa lalunya "Diana tudak terima dengan fakta ini, Cintanya ke Alvaro sudah berubah menjadi Obsesi."
Ck', Bahkan kamu masih mengelak. Ya, sudah terserah kamu saja kejar dia sebanyak yang kamu bisa, itupun kalau dia selamat. Aku rasa dia akan mati dan kalaupun selamat dia akan cacat. Aku bahkan tidak sudi merawat orang sakit sekalipun dia kaya, Pergi lah kejar masa depanmu, dia membutuhkanmu di sisinya. Rawat dia sebanyak yang kamu mau "cibir Sindi dengan sombongnya."
__ADS_1
Diana terdiam mendengar ucapan Sindi yang mengatakan kata Cacat , Diana tidak percaya ini dia tidak ingin bersama Alvaro disaat di butuh tapi saat dia sehat dia membuangnya.
Pergilah, apa lagi yang kamu tunggu. Apa kamu sekarang berubah pikiran? Atau kamu sama denganku tidak ingin merawat orang sakit ? Ck', Aku sudah yakin itu, kamu hanya butuh hartanya saja. Kamu terlalu munafik Diana.
Diam lah, aku tidak sama dengan mu, Aku mencintainya dengan tulus tidak seperti dirimu "Suara Diana sedikit bergetar tidak setegas tadi."
Kamu pikir aku percaya? Di wajah mu sudah jelas tertulis. Pergilah aku tidak butuh penjelasanmu, Mau kamu cinta mati ke, tulus ke, itu urusanmu, pergilah aku muak melihatmu dan jangan kembali lagi. Aku juga tidak akan merebut kekasihmu lagi.
Sindi mendorong tubuh Diana keluar yang masih terdiam binggung, tampaknya dia sedikit terpengaruh dengan ucapan Sindi.
Besok aku akan pindah, aku tak ingin jadi sasaran Diana terus menerus dan juga orang tua Alvaro pasti akan menyalahkanku karna kejadian ini.
"Sindi berjalan ke dapur untuk mengompres bibirnya yang bengkak."
__ADS_1