DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 21


__ADS_3

Sekembalinya mereka dari Hotel, Alvaro dan Sintia langsung berangkat ke Rumah Alvaro yang jaraknya lumayan jauh dari Kediaman Anderson.


Mulai sekarang kita tinggal disini. Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, diantara kita jangan ada yang Mengganggu Privasi masing masing "ucap Alvaro."


Dan kita tidak akan tidur di kamar yang sama, Kamu bisa memilih kamar yang mana saja, asal jangan yang itu "tunjuk Al ke arah kamarnya."


Kamu tidak perlu masuk kedalam kamarku, karna ada Bibi yang menyiapkan semua kebutuhanku uruslah dirimu sendiri, Aku harap kamu jangan menyusahkan Aku. Saat Ibu dan Ayah berkunjung kesini bersikap lah seolah kita dekat "timpal Alvaro lagi".


Apa ada tempat lain yang tak bisa kudatangi? "tanya Sintia."


Tidak ada selain kamar ku, semua tempat bisa kamu datangi tetapi jangan pernah menganti semua furniture yang ada di rumah ini, karna ini rumahku bukan rumahmu.


Baik lah "jawab Sintia."


Satu hal lagi kamu tidak perlu mencariku saat aku tidak pulang kerumah dan saat aku tidak ada dirumah jangan pernah membawa orang lain kerumah ini siapa pun itu, Tapi jika itu dari pihak Keluargaku, layanilah mereka dengan baik,tunjukkan bahwa kamu Seorang Istri yang baik.


Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan? "Sintia bertanya karna dia sudah mulai muak dengan peraturan yang di buat Alvaro."


Alvaro menyatukan alis mata, dia tidak menyangka ternyata Istrinya seorang yang bodoh Amat tidak banyak bicara dan tidak banyak protes. Bahkan sedaritadi hanya dia yang membuka mulut, dia tidak pernah menemui wanita yang seperti ini sebelumnya.


Tidak ada, kamu bisa pergi sekarang "saut Alvaro."


Sintia langsung pergi meninggalkan, Alvaro dan masuk ke dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar Alvaro, Dia sengaja memilih itu karna dia suka dengan Balkon belakang yang luas dan juga buat jaga jaga mana tau Mertuanya tiba tiba datang berkunjung dan dia bisa dengan cepat langsung pindah ke kamar Alvaro.


Bugh..!!!


Sintia menjatuhkan diri ke kasur, Dia melentangkan kaki dan tangannya karna sudah pegal sedari kemaren.


Hufffff...!! Damainya "ucap Sintia."


Walaupun Suamiku tidak menganggapku ada, tapi setidaknya aku bisa bebas dari bentakan Ayah setiap hari, Ini lebih baik dari pada di rumah "guman Sintia".


Ahk...Ia, aku harus menelepon Lusi, sepertinya mulai besok aku sudah bisa bekerja. Lebih baik aku berangkat kerja dari pada mengurung diri di Kamar ini, itu lebih baik. "Sintia mengambil ponselnya."


Tut...Tut....!!

__ADS_1


Hallo.. Lusi bagaimana kabarmu ? "tanya Sintia saat Lusi menjawab ponselnya."


Sintia, akhirnya kamu meneleponku juga, kamu dari mana saja Boss sudah mencarimu. Sudah hampir dua minggu ini kamu membolos tanpa kabar "tanya Lusi."


Maaf kan aku, Lusi aku ada urusan mendadak itu lah kenapa aku tidak sempat memberi kabar.


Setidaknya tinggalkan lah pesan singkat saja, biar kami bisa tau, tidak seperti ini pergi tanpa kabar kamu meninggalkan pekerjaan seolah ini Perusahaan Kakek Moyang mu "oceh Lusi."


Maaf kan aku, Aku benar -benar tidak sempat, bahkan aku selama ini tidak pernah membuka ponsel.


Memang benar hampir dua minggu ini Sintia tidak pernah melihat ponselnya, karna di tahan oleh Ayahnya dan kemaren baru di kembalikan itu pun karna di mintanya. Mungkin kalau tidak di minta di depan ibu Mertuanya, Ayahnya tidak akan mengembalikannya. Itulah kenapa Sintia tidak bisa memberi kabar ke Lusi maupun Rekan kerjanya yang lain.


Jadi bagaimana sekarang, Lusi apakah aku masih bisa kembali bekerja atau apakah aku sudah di pecat ?


Aku tidak tau kemaren, Pak Bagas masih menanyakan mu. Mungkin dia masih mengharapkanmu kembali, bagaimanapun juga kamu jagoannya di team ini "jawab Lusi."


Apakah ada yang terjadi selama aku tidak ada?Bagaimana dengan Profosal kita yang kemaren apakah di terima?


Banyak hal yang terjadi selama kamu tidak ada, Pak Bagas hampir saja menyerah dengan teamnya, itu lah kenapa kamu masih di harapkan kembali. Siapa lagi yang bisa di harapkan jika bukan kamu. makanya cepat lah kembali, kami masih menunggumu dan untuk masalah Profosal sudah di terima dan itu yang digunakan saat ini, team kita menang.


Benar dan Pimpinan dari Pusat ingin bertemu dengan mu langsung. Dia Penasaran dengan mu, dan asal kamu tau Pimpinan Pusat kita sangat keren masih mudah dan yang paling penting Dia belum Menikah, jika saja aku punya kecantikan seperti mu, aku akan merayunya "tutur Lusi yang memang dia penggoda Pria."


Kamu memang selalu seperti itu, tidak bisa melihat yang bening dikit langsung meleyot "cibir Sintia."


Ini beda, asal kamu tau dan aku pastikan saat kamu melihatnya kamu juga akan tertarik dengan yang satu ini, bahkan Rizal yang kamu puja puja itu tidak ada apa apanya di banding ini.


Aku tidak percaya itu, sudah lah aku hanya ingin menanyakan itu dan besok aku akan kembali ke Kantor lagi. Tolong beritahu, Pak Bagas aku segan menghubunginya.


Tidak, Aku tidak mau kamu saja "tolak Lusi."


Aku mohon Lusiku yang cantik Wanita terbaik Sedunia "goda Sintia.


Cih...kamu memang selalu seperti itu, ya sudah lah nanti aku kabari Pak Bagas. Aku harap besok kamu jangan terlambat di hari pertama mu "peringat Lusi."


Lusi memang Wanita centil, di rayu sedikit saja langsung luluh, makanya tidak jarang dia di bodoh bodohi Pria karna di puji sedikit saja di langsung kesenangan.

__ADS_1


Hmmm...,Ya sudah ku tutup telponnya.


Huffff..!! Syukur lah aku masih bisa kembali bekerj, tadinya aku sudah sedikit takut, aku pikir aku sudah di pecat secara sepihak "gumam Sintia."


*


Berbeda dengan Alvaro, saat ini dia kembali mondar mandir di dalam kamarnya karna sedari tadi Kekasihnya tidak menjawab teleponnya.


Tut...Tut...!!!


Kemana sih kamu sayang, kenapa kamu selalu meningglkan ponselmu, harusnya kemana pun kamu pergi kamu harus selalu Stand by dengan Ponselmu "gerutu Alvaro."


Tut..Tut...!!


Hallo... "jawab Sandra dari seberang sana."


Kamu dari mana aja sih, selalu lama saat menggangkat telepon dari ku sesibuk apa sih "cibir Alvaro."


Maaf kan Aku Honey, hari ini aku sedang bertemu klien, itu lah kenapa aku lama mengangkat telfon dari mu. Kamu kan tau sendiri, aku harus bekerja keras karna belum ada yang Nafkahin "sindir Diana."


Siapa yang bilang kamu bekerja, Berhentilah dari pekerjaanmu yang sekarang, aku masih sanggup membiayai kebutuhan mu "Alvaro tidak terima di sindir."


Aku tidak mau jadi Parasit di Kehidupan mu sayang "saut Diana."


Siapa yang mengatakan mu Parasit, kamu itu Kekasihku sudah sepantasnya aku membiayai kebutuhanmu "timbal Alvaro lagi.


Di seberang sana Diana sangat tersenyum kesenangan, karna ini lah yang dia mau. Ini lah tujuan sebenarnya menguras keuangan Alvaro, karna dia sudah paham betul Alvaro akan sangat bodoh jika sudah Bucin. itu kenapa dia berusaha keras dekat dengan, Alvaro dan klien yang di katakan tadi tidak pernah ada karna saat ini dia sibuk rebahan.


Teman mu Kenan mengatai ku Parasit dalam kehidupanmu, aku tidak ingin di cap sebagai wanita Matearistis "rengek Diana.


Abaikan saja dia sayang, nanti aku akan memperingatinya "Alvaro berusaha menenangkan."


Baik lah, Honey.


Nanti malam, aku kesana bersiap lah sayang "ucap Alvaro genit."

__ADS_1


Aku menunggumu sayang "balas Diana."


__ADS_2