
Sepertinya perkembangan kosa katamu sudah semakin membaik "ledek Kenan pada Sintia."
Diam lah, aku sedanng tidak ingin di ajak bercanda. Jangan banyak gerak ini sebentar lagi akan siap.
Hahhaaha, Kamu sangat cantik jika di lihat dari jarak dekat seperti ini "Kenan masih saja mengompori Sintia yang terlihat sangat marah."
Bugh !!! "Sintia memukul tepat di luka Kenan."
Awgh... apa kamu ingin membunuhku ? Kamu sama saja dengan suami mu itu.
Itu masih kurang, makanya kalau ngomong itu jangan asal. Jangan bahas dia, aku muak mendengar namanya.
Apa kamu sedang Cemburu ?
Tidak ! Aku tidak cemburu sama sekali, aku hanya jijik melihatnya, Bayangkan jika aku di posisimu.
Kenapa kamu tidak melarang keduanya malam itu ? Setidaknya tegur lah sedikit, jangan hanya berdiam diri saja. Itu artinya kamu hanya berpangku tangan saja.
Apa maksudmu aku hadir ditengah-tengah mereka ? atau aku ikut join ? "cibir Sintia."
Itu juga bagus, bertiga lebih baik kamu jadi ada teman. Bukankah kamu belum pernah melakukannya ? Kamu bisa belajar terlebih dahulu dari Diana yang sudah sangat berpegalaman.
Bugh !!
Percuma aku bicara dengan mu di otakmu hanya ************ saja. Obati sendiri lukamu, aku muak melihatmu "Sintia berdiri dari tempat duduknya."
__ADS_1
Hehehheheh.....
Tunggu dulu, aku hanya bercanda saja jangan terlalu serius begitu "Kenan menahan tangan Sintia."
Mulutmu terlalu berlebihan, aku sangat membenci otak mesum itu. Kalau bukan rencana bodohmu ini aku tidak sudi bekerja sama denganmu "gerutu Sintia."
Ini juga demi kebaikanmu, kalianlah yang di untungkan disini aku hanya korban. Lihat !! "tunjuknya pada wajah sembamnya."
Bahkan ini masih hari kedua, aku sudah babak belur begini, aku tidak tau lagi 363hari kedepan mungkin aku jadi mayat hidup "Kenan sedikit mendramatis."
"Sintia memutar bola matanya malas, Dia sangat kesal dengan tingkah manja Kenan yang berlebihan menurutnya."
Lalu, Kenapa kamu tidak melawan ? Apa hanya mengelak saja kamu tidak mampu ?
Ya, sudah jangan mengeluh begitu ini kah kemauanmu juga. Berarti lain kali aku tidak perlu lagi menolongmu.
Kamu mau suamimu di tangkap polisi atas tuduhan rencana pembunuhan ?
Mulut mu sangat pintar menjawab !
Ya, makanya Perusahaanku berkembang sejauh ini. Itu semua karna kerja keras mulut dan otak ku ini dan juga karna tampang ku yang sangat Sempurna.
Bahkan kamu tidak mau diam. Berhentilah berbicara telingaku hampir pecah mendengar celotehmu sedari tadi.
Aku tidak bisa diam. Selama kamu ada disini kamu adalah teman bicaraku yang sangat cocok.
__ADS_1
Bugh !! "Sintia membuang bantal Sofa ke mulut Kenan yang tidak bisa diam sedari tadi."
Cihh... entah Dosa apa yang kulakukan di masa lalu sehingga bisa bertemu dengan manusia sepertimu "ucap Sintia berlalu pergi meninggalkan Kenan."
Aku adalah Malaikat penolongmu "kekeh Kenan."
Kamu adalah Malaikat Maut yang paling menyebalkan "Sintia bebalik dan menutup pintu dengan keras."
"Kenan terkekeh melihat tingkah Sintia yang menurutnya sangat menggemaskan."
"Jangan sampai aku benar-benar jatuh cinta kepadanya, aku harus membentengi diriku sendiri. Aku tidak ingin jadi duri di hubungan Sahabatku."
*********
Berbeda dengan Alvaro dia masih saja mengurung diri dikamar bergelut dengan pikirannya sendiri. Ponsel Alvaro berdering sedaritadi pertanda ada yang menghubunginya, tapi Dia seolah enggan untuk mengangkatny
Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan ? Apa aku harus mempertahankan rumah tanggaku yang masih seumur jagung atau memilih Diana. Jujur saja aku tidak bisa memilih diantara keduanya, bagaimana pun juga Diana sudah sangat berperan banyak kepadaku akhir-akhir ini aku sudah sangat nyaman bersamanya dan Sintia ? Aku belum ada perasaan dengannya aku yakin ini hanya rasa kesal saja bukan cinta.
"Alvaro benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini dia seakan prutasi memikirkannya."
Baiklah mulai sekarang aku harus sudah mulai mendekatkan diri dengan Sintia, aku harus memastikan ini Cinta atau hanya Penasaran saja "gumam Alvaro."
Alvaro mengambil Ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya sedaritadi seakan tiada hentinya.
Sindi ?
__ADS_1