Di Antara Sejuta Cinta

Di Antara Sejuta Cinta
Bab 35 ~What's Wrong?


__ADS_3

Aku bertemu dengan sahabatku, teman terlamaku, Denalah orangnya.


"DENA!!" Pekikku. Aku merentangkan kedua tanganku, menunggunya membalas sambutan tanganku. Tapi, tidak. Tidak ada respons sama sekali dari dirinya, Dena malah mengernyitkan dahinya.


"Na??" Aku bingung dengan reaksi Dena, tidak mungkin jika aku salah orang atau Dena ini sedang hilang ingatan.


"Dena, what's wrong? Adakah yang salah di sini?" Dena tidak menggubrisku.


Dena malah beranjak pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata pun, dia berjalan cepat menerobos jalan di sisiku. Aku mengejarnya,


"Dena???!"


"Na, tunggu aku!"


"DENA!!!" Namun tidak membuat langkahnya berhenti, ia terus saja berjalan cepat. Rambutnya yang tergerai berayun-ayun seirama dengan gerak langkah kakinya yang cepat.


Aku semakin berlari mengejarnya,


"Dena, please. Ada apa denganmu?" Aku berhasil meraih pergelangan tangan kirinya, sedikit menariknya agar ia bisa menatapku.


*P**akkkk*!


Tamparan keras mendarat di pipi kiriku, sangat keras dan panas. Aku menatapnya, hendakku membalas tapi ini tempat umum. Semua mata memandang ke arah kami berdua yang berada di tengah-tengah mall ini. Seperti detak waktu yang dihentikan, setelah bunyi tamparan keras mendarat di pipiku semua orang diam tidak bergerak. Mereka hanya fokus pada objek tamparan, yakni akulah orangnya.

__ADS_1


"Kamu orang jahat. Kamu bahagia kan dengan kehidupanku yang sekarang? Aku hancur!! Aku hancur, dan itu karena kamu! Karena KAMU!!!!"


"Dena, apa maksudmu?" Aku dibuat bingung dengan situasi ini, kenapa Dena marah-marah kepadaku? Apa yang sudah aku perbuat memangnya?


"Sahabat macam apa kamu Dys! Nggak pernah aku sangka kalau kamu mengkhianatiku. Kamu menjatuhkan aku ke lubang gelap dan dalam. Hanya golongan iblis yang mampu melakukan itu!!!" Ungkapnya berapi-api.


"Dena, apa maksudmu? Memangnya apa yang telah aku lakukan?"


Dena kembali meninggalkanku, ia berlari kecil menuju lift. Tidak henti aku mengejarnya, bagiku masalah ini belum selesai. Kesalahpahaman ini harus diselesaikan sesegera mungkin.


Aku tertinggal lift tersebut. Mengejarnya di area parkiran, sungguh memusingkan sarat akan keramaian. Membelah lautan manusia di tempat tersebut, Dena tak kunjung kujumpai bahkan tidak terlihat ujung rambutnya sekali pun. Dia menghilang, menghindar bertemu denganku dan meluruskan kesalahpahaman ini.


Napasku terengah, salahku karena membiarkan lolos barang sejenak. Ponsel di genggamanku bergetar yang baru saja aku sadari.


"Iya, halo Ma?"


"Kamu di mana?"


Oh ya, aku lupa Mama ada di sini juga.


"Hem, mama di mana?"


"Mama di gerai jam tangan yang kamu mau sih tadi. Kamu sekarang di mana? Buruan sini!" Ujar Mama.

__ADS_1


"Iya, mama tunggu di sana sebentar."


Rasanya memang malu jika harus kembali masuk ke dalam mall lagi. Semua orang pasti akan memandangku dengan tatapan dan sudut pandang masing-masing, padahal aku sendiri tidak tahu apa kesalahanku pada Dena.


Ya Allah, Den. Kenapa jadi gini sih? Ini alasannya kenapa kamu tidak pernah menghubungiku lagi?


Apa ini ada hubungannya dengan Bella dan Pak Denis itu?


Tidak peduli dengan tatapan para pengunjung mall yang tadi melihat aksi Dena padaku, aku tetap berjalan lurus dan menunduk. Semakin dekat dengan tempat tujuan, terlihat mama sedang melihat-lihat jam tangan yang dipajang pada kaca etalase di sana.


"Mama!" Panggilku.


"Ish, kamu kemana aja sih? Mama berat tahu bawain belanjaan."


"Terus mana belanjaan Mama itu?" Tanyaku.


"Tak titipin di kasir. Buruan pilih! Mana yang mau dibeli? Yang tahan lama napa, Dys? Jangan bikin koleksi." Nasihat alias cecaran Mama.


"Nggal jadi, ma. Dysa nggak butuh lagi."


Mama mendelik,


"Dih! Kamu ngerjain orangtua kamu ya?! Tahu gitu, tadi mama langsung pulang aja!" Mama marah guys.

__ADS_1


__ADS_2