
Di bawah sini, Aileen sudah setengah mati menahan rasa penasaran dan gelisah. Tangannya menggantung di udara sementara manik matanya menatap ke arah tombol lift yang seakan memanggilnya untuk segera masuk.
"Tidak, jangan lakukan ini Aileen. Jangan sampai yang di ucapkan Papah benar?" ingatannya kembali pada ucapan sang ayah di telpon beberapa waktu lalu.
"Ingat, Aileen. Anak buahmu jangan sekali pun kau perintah untuk memasuki apartemen Kalyan. Jika sampai ku tahu lagi mereka atau pun kau ibunya sendiri mengusik ketenangan cucuku di sana, lihat saja. Kalyan aku beri ijin untuk membangun perusahaan sendiri di tempat lain yang jauh darimu. Seperti keinginannya sebelumnya." begitulah Leonardo mengancam sang anak pertama yang sangat keras kepala itu, tentu sama sepertinya.
Sang ibu yang sangat penasaran dengan putra pertamanya, tak tahu jika di atas sana sosok pria yang tak lain adalah Kalyan menunduk lesu mendapat kamar yang kosong serta kamar mandi yang juga tak ada sang pujaan di dalamnya.
Ia sudah yakin jika tak menemukan Adina di sudut mana pun.
Senyuman di wajahnya layu saat melihat semua sudah siap namun tak ada gadis yang bernama Adina. Tentu saja dengan memanggil namanya berulang kali dan benar tak ada sahutan sekali pun.
Kalyan bergerak merogoh ponsel miliknya, sama. Di sana juga tak ada pesan atau panggilan dari Adina.
Dengan penuh keikhlasan, Kalyan berjalan menuju kamar mandi dan membersihkan diri lalu mengganti pakaian dan melanjutkan dengan makan malam.
Makanan enak yang ia makan sama sekali tak membuat wajah lelah itu cerah. Ia bahkan tak ada semangat sedikit pun.
__ADS_1
"Ini benar-benar menyiksa ku." ucapnya lirih.
Hati dan pikiran mulai tak menentu arahnya. Ada rasa yang ingin ia keluarkan dalam pikiran malam ini juga rasanya.
"Grandpa." ia tiba-tiba saja memikirkan sosok pria tua yang berada di belakang Adina dan dirinya.
Tanpa memandang letih tubuhnya, ia bergegas melajukan mobil menuju mansion sang kakek dimana seluruh keluarganya berada.
Bahkan ia tak sadar jika sepasang mata mengintip kepergiannya malam itu.
Aileen marah lantaran tak sempat mengikuti arah mobil sang anak saat ini, pandangan yang tidak begitu jelas membuatnya kesulitan dalam mengendarai mobil di malam hari.
"Kalyan, ayo angkat panggilan Mommy." ucapnya marah melihat ponsel yang tak kunjung mendapat jawaban dari sang anak.
Lama mencari di beberapa titik jalanan, membuat Aileen pun pasrah dan mengakhiri pencariannya. Ia memilih kembali ke mansion sang ayah. Siapa sangka, justru keputus asaannya justru mengantarkan wanita beranak dua itu bertemu dengan mobil yang tentu ia tahu siapa pemiliknya.
"Ternyata anakku di sini. Hah...capek-capek aku mencarinya.Kalyan, kau benar-benar." umpatnya melangkah turun dengan langkah cepat.
__ADS_1
"Selamat malam, Nyonya." sapa beberapa pelayan yang menyambut kepulangan wanita itu.
"Em," jawab singkat Aileen.
"Grandpa, tolonglah katakan dimana?" bujuk Kalyan mendekatkan duduknya pada sang kakek yang menikmati sembulan asap cerutunya.
'Grandpa, aku akui. Kali ini aku benar-benar menginginkannya. Adina sudah menyentuh hati Kalyan, Grandpa." Sontak pengakuan Kalyan tak hanya terdengar oleh Leo saja, namun juga sang ibu yang kini sudah membulatkan kedua matanya mendengar pengakuan sang anak.
Aileen terhenti langkahnya saat itu juga. Ia menggeleng tak percaya, benarkah dalam waktu sesingkat ini semua bisa terjadi? Bagaimana bisa? sungguh ia tidak habis pikir. Tentu bukan hanya ia saja, justru Leonardo sebagai kakek dari Kalyan juga sangat kaget mendengarnya.
Namun perasaan Leo dan Aileen berbeda. Senang dan juga marah.
"Benarkah kau menyukainya, Kalyan? Bagaimana dengan singa betina itu?" pertanyaan Leo membuat Kalyan seketika mengikuti arah pandang sang kakek yang menunjuk dengan wajah ke arah pintu yang terbuka lebar.
Tampaklah sosok ibu di sana dengan wajah marah dan merah padam. Wanita yang sangat sulit di taklukkan oleh pria mana pun. Suami, ayah, dan anak, belum ada satu pria yang memenangkan hati wanti bernama Aileen Zee Osmon.
Belum ada pemecah rekor yang mampu menundukkan sikap Aileen sampai saat ini juga.
__ADS_1