
Seperti kesepakatan antar kedua keluarga, hari ini tepatnya satu minggu setelah kepergian Maya. Adina dan Kalyan di sahkan untuk menjadi suami istri.
Keduanya sengaja mengadakan acara di hotel, atas permintaan Adina. Ia tidak ingin mengadakan acara di rumah, sedang hatinya masih mengingat bagaimana kepergian sang bunda dengan banyak luka yang ia torehkan.
Kalyan mencium kening gadis cantik di hadapannya bukan untuk pertama kali. Namun, ia merasakan kali ini rasanya sungguh beda. Ada ketenangan yang ia dapatkan saat mencium kening sang istri.
Keduanya tampak tersenyum menyambut para tamu yang berdatangan memberikan selamat.
“Hahaha hari ini tamatlah riwayatmu, Ibu mertua.” gumam Adina dalam hati menatap penuh kemenangan pada sosok Aileen yang hanya menghela napas kasar.
Wanita paruh baya itu tak sedikit pun mengeluarkan kata dari mulutnya. Ia benar-benar kalah.
“Tidak rela. Tapi juga lebih tidak rela kalau anakku harus menyandang gelar duda di usia mudanya. Sudahlah, lebih baik aku liburan ke swiss minggu depan.” ucapnya dalam hati.
__ADS_1
“Kalyan, hari ini kau sah menjadi suami dari anakku. Maka dari itu, akan ku perlihatkan semua hak anakku yang selama ini tidak ia gunakan.” Candra tersenyum seraya tangannya menyerahkan beberapa lembar berkas.
Kalyan dengan kening yang mengernyit menatap lembar demi lembar yang ia buka.
“Perusahaan Megan Company, PT Garam dan Gula, Komplek Perumahan Raya Alam, Saham di Perusahaan Dirham, Tahjo, dan Palwan…” semua aset yang beratas namakan Adina, Kalyan baca satu persatu.
Bahkan matanya sampai membulat sempurna, “apa sekaya ini istriku?” begitu batin pria yang baru beberapa saat sah menjadi seorang suami.
“Kenapa? Kagum? Kaget? Atau senang dapat istri sang pewaris?” celetuk Adina sembari melipat kedua tangannya.
“Yah itu semua benar. Tapi tidak satu pun dari itu bisa menjadikan cintaku berada pada mu, Dina. Aku tulus mencintaimu dari hati. Bukan dari warisan mu.” jujur Kalyan dengan tulus.
Tepuk tangan terdengar meriah kala mendengar pengakuan Kalyan yang sungguh romantis. Sedangkan wajah kesal Aileen mendadak cerah.
__ADS_1
“Wah ternyata dapat menantu seperti dia tidak rugi. Ini mah namanya menantu di balik sang pewaris hahahaha. Auto pedekate dong.” Aileen bersorak riang.
Pernikahan dan acara hari itu pun berlangsung dengan sangat bahagia. Tak ada yang terjadi seperti yang di takutkan kedua keluarga besar mempelai.
Bahkan Adina saja terlihat memeluk lengan sang suami dengan manja. Wajah cantik itu kini tampak sang feminim. Berbeda dari biasanya yang selalu tegas dan garang.
Tamat
Hai semuanya para readers yang sudah baca novel ini, semoga yang belum beruntung dapat hadiah kejutannya bisa beruntung di novel berikutnya yah.
Author lagi buat novel baru yang berjudul “Di Ujung Pernikahan Penuh Cinta”. Jangan lupa mampir dan berikan like, komentar, dan favorit yah. Mana tau kalian salah satu orang yang beruntung akan dapat hadiah berikutnya dari author di novel tersebut.
Terimakasih!!
__ADS_1
Dan mohon maaf jika novel ini banyak kurangnya. Author masih berusaha bagi waktu menulis dan juga dubbing novel-novel yang lagi naik daun nih. Semoga kalian juga mau mampir dengarin audiobook dari saya yah. Terimakasih sebanyak-banyaknya, semoga tidak ada kata yang membuat para pembaca di sini tersakiti. Hehehe