
"Maksudnya, Dia akan di sakiti oleh para penggemar Anda," jelas sang supir agar tuannya tidak salah paham tentang dirinya.
"Beri dia pengawal yang mengikutinya diam-diam," perintah Dewa.
"Siap Tuan," jawab sang supir.
Doni pun menelpon salah satu pengawal untuk melindungi Michela.
"Lindungi Dia ketika masalah tidak dapat Ia selesaikan, tapi jika bisa menyelesaikan masalah sendiri, biarkan saja dulu," ujar Dewa.
"Siap Tuan muda, saya akan mengatakannya," ucap Doni.
Mereka pun pergi meninggalkan kampus dan melaju pergi menuju ke kantornya.
Sesampainya di kantor.
"Tuan ini ada berkas yang harus Anda tandatangani. Sila di lihat Tuan muda," ujar Diana.
"Letakkan saja di sana," ucap dewa.
"Ehem itu Tuan muda, pelayan pribadi Anda," ucap Diana pelan.
"Ada apa?" tanya Dewa melihat ke arah Diana.
"Jik di lihat, dia seorang pengoda," jawab Diana.
"Oh ya? Si lihat dari mana?" tanya Dewa.
"Karena Dia tiba-tiba menjadi pelayan pribadi Anda," jawab Diana.
"Saya tidak perlu meminta persetujuan dari mu tentang siapa pelayan yang saya butuhkan jika tidak ada apa-apa lagi silakan keluar," usir Dewa.
"Ba-baik Tuan muda," ucap Diana merasa bersalah dan kemudian ia keluar dan menutup pintunya kembali.
"Kurang ajar, Aku harus memberi pelajaran kepada pelayan itu," ucap Diana geram.
Dewa pun memeriksa berkas yang di serahkan oleh Diana tadi.
"Kamu tadi malam tumben cepat tidur, apa nggak kerja?" tanya Rona.
"Aku… kerja, tapi aku pulang cepat gara-gara sakit perut," jawab Michela beralasan.
"Begitu ya, kenapa kamu nggk bilang-bilang, kan aku bisa nemani kamu," ucap Rona.
"Iya, tapi aku hanya nggak mau ngerepotin kamu," ucap Michela.
"Ya udah masuk yuk, bentar lagi dosen masuk," ajak Rona.
xxx
Waktu cepat berlalu, waktunya pulang kampus.
"Ya udah aku pulang dulu ya, kamu kalo ada apa-apa langsung hubungi aku ya," ucap Rona.
__ADS_1
"Oke," jawab Michela dan mereka pun berpisah.
Triring
Triring
Triring
Ponsel milik Michela berbunyi dan Michela segera mengangkatnya.
"Halo," jawab Michela
"Halo," ucap Dewa.
"Siapa?" tanya Michela.
"Bosmu," jawab Dewa.
"Bos, saya tidak punya Bos, Anda salah sambung," ucap Michela yang langsung memutuskan panggilannya.
"Apa! Apa dia ingin cari masalah denganku," ucap Dewa kesal.
"Menurutku dia tidak ingin mengangkat telpon dari sembarangan orang," sahut Doni.
"Apa aku sembarangan orang?" tanya Dewa.
"Ehem... bukan begitu mungkin Dia tidak mengenali suara Anda Tuan," Ujar Doni berusaha menjelaskan.
Dewa pun menelpon Michela kembali.
Tuuut
Tuuut
Nomor Yang Anda tuju tidak menjawab panggilan Anda, cobalah beberapa saat lagi
Dewa menelpon Michela tak henti-hentinya hingga sepuluh kali Dewa menelponnya, dan akhirnya Michela pun mengangkatnya.
"Siapa sih kamu," ucap Michela mulai kesal.
"Dewa," jawab Dewa.
"Upss.....ehemm...ada apa Tuan?" tanya Michel lembut, ia takut dan berbicara pelan.
"Ternyata kamu jadi kucing liar ya jika tidak bersama saya," ujar Dewa.
"Eh bu-bukan begitu… aku nggak tau jika Anda yang menelpon," ucap Michela takut-takut.
"Kamu di mana sekarang?" tanya Dewa.
"Masih di kampus Tuan," jawab Michela.
"Tunggi di sana dan jangan ke mana-mana," pesan Dewa.
__ADS_1
"Baik Tuan," ucap Michela. Michela pun langsung menutup panggilannya.
Tut! Tut!
"Ni anak berani matikan telpon Saya duluan," ucap Dewa kesal. "Doni, ke kampus sekarang," perintah Dewa.
"Baik Tuan," angguk sang supir menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.
Dewa dan Doni berjalan ke arah mobil dan berangkat pergi menuju kampus.
Michela mengedap-endap pergi di luar keramaian dan mencari tempat yang sepi, untunglah Ia menemukan gang sempit dan bersembunyi di sana.
Dewa pun sudah sampai di kampus, namun Dia tak melihat Michela.
Tuuut…
tuuut…
Tuuuuut…
"Halo," jawab Michela.
"Kamu di mana?" tanya Dewa.
"Di sini," jawab Michela.
"Di mana?" tanya Dewa lagi kareta tidak melihat batang hidungnya.
"Oke! Aku share lokasi," ucap Michela memutuskan panggilannya dan mengirim lokasi terkini.
"Sepertinya Dia tambah berani melawan Saya," ucap Dewa.
"Mungkin saat ini dia dalam situasi darurat Tuan," sahut Doni menenangkan Dewa.
Tritit… tritit…
Sebuah pesan singkat masuk.
Dewa mengshare ke peta yang ada di mobilnya agar Doni melihatnya.
Doni pun melangikuti arah peta tersebut dan sampailah pada gang sempit.
"Hay," sapa Michela sambil melambaikna tangannya.
"Untuk apa kamu di sini?" tanya Dewa menekuk alisnya.
"Eh anu ehhemm, itu tadi saya di kejar anjing, jadi ngumpet di sini dulu," jawab Michela ngasal.
"Jangan banyak alasan kamu," tepis Dewa.
"Hehehehe," Michela cengengesan.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih