Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Di ajak menikah


__ADS_3

"Tapi aku tak terbiasa," jawab Michela.


"Pelan-pelan saja, nanti juga terbiasa," ujar Dewa tersenyum.


"Mana mungkin majikan saya panggil namanya," ujar Michela menatap tanah yan ia injak.


"Mulai sekarang aku bukan majikan kamu lagi," ucap Dewa.


"Lalu?" tanya Michela kembali menatap Dewa.


"Menikahlah denganku," pinta Dewa.


"Aku tidak cocok dengan Anda Tuan," ucap Michela kembali menundukkan kepalanya.


"Dari mananya yang tidak cocok?" tanya Dewa.


"Anda adalah pria yang kaya raya, Anda lebih cocok degan wanita yang Anda ajak ke rusia waktu itu," jawab Michela.


"Tapi aku tidak menyukainya," ucap Dewa membuang mukanya.


"Jika Anda menikah dengannya, pasti banyak yang mendukung. Menikah dengan saya, bukan hanya akan buruk nama Anda, saya juga pasti akan di sakiti," ucap Michela mencoba membuat Dewa mengerti.


"Sebelum semua itu terjadi, lebih baik Anda pikirkan dari sekarang," saran Michela.


"Aku jamin, jika kamu menikah dengan ku, kamu tidak ada yang berani menyakitimu, jika ada yang menyakitimu, aku akan menghancurkannya dengan tanganku sendiri," Ucap Dewa menyakinkan.

__ADS_1


Michela mengelengkan kepalanya dengan pelan.


"Tidak Tuan. Ini semua juga untuk kebaikan Tuan, menikah dengan saya, jika seandainya Anda dapat masalah, saya tak bisa bantu apa-apa," ucap Michela.


"Kamu cukup menemaniku, menjadi pendukungku dan sebagai penyemangatku, itu saja," jawab Dewa menyakinkan dengan mengengam tangan Michela erat.


"Tapi… baku tetap tak bisa," Jawab Michela menundukan kepalanya sambil melepaskan tangan Dewa dari tangannya lalu memegang erat tangannya.


"Apa menikah denganku adalah hal yang sangat memalukan?" tanya Dewa sedih.


Michela kembali mengelengkan kepalanya dengan pelan.


"Bukan memalukan, tapi suatu beban untukku.


Tak mudah masuk di kehidupan orang kaya seperti Tuan, dan juga belum tentu aku dapat restu dari orang tua Tuan.


"Aku akan menikahimu secara resmi dan aku tidak butuh minta restu dari siapa pun," jawab Dewa tegas.


"Tapi aku tetap tak bisa," tolak Michela untuk kesekian kalinya.


Dewa mengangguk mengerti.


"Aku mengerti, seberapa kerasnya saya ingin menikahimu tapi kamu tetap bersikeras menolakku," ucap Dewa berdiri.


"Aku tidak akan menganggumu lagi, dan kamu tidak perlu bekerja lagi di rumah saya," ucap Dewa dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Michela hanya terdiam menundukkan kepalanya sambil meneteskan air mata.


"Sebelum terlambat, lebih baik aku menjauh, biar ku pendam saja rasa ini, kami tak mungkin bersama," ucap Michela dalam hati, meskipun sakit, lebih baik putuskan dari sekarang.


"Doni! Antarkan Nona Michela pulang dan kemasi semua barangnya dan bawa barang itu kerumahnya," perintah Dewa membelakangi Michela.


"Baik Tuan. Mari Nona, saya antarkan pulang," ajak Doni.


Michela berdiri lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Dewa di taman.


Sebelum pergi, Michela menoleh ke arah Dewa, namun Dewa hanya menatap ke arah taman.


"Ya sudah, ini memang lebih baik," ujar Michela menyeka air matanya.


Michela masuk mobil yang di kendarai oleh Doni.


Michela mampir kerumah Dewa dan membereskan semua barang-barangnya.


"Selamat tinggal kamar cantik, aku pergi dulu," ucap Michela mencoba tersenyum meski dengan air mata yang tak bisa ia bendung.


Michela pun keluar membawa kopernya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2