Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Rumor memanas


__ADS_3

"Oh begitu ya, cepat sana siap-siap antar saya kebandara," pinta Dewa.


"Baik Tuan," jawab Michela. Ia pun masu ke kamarnya dan mandi agar ia tampak kembali segar.


Michela beserta pengawal Dewa mengantar Dewa kebandara.


Saat di perjalanan. "Aku pasti merindukan kamu," ucap Dewa.


"Hehehe," Michela hanya bisa menyengir karena dari kemaren itu terus yang ia dengar.


"Aku pergi dulu ya," ucap Dewa berpamitan.


"Ya," jawab Michela.


"Horeee… aku bebas," ucap Michela dalam hati merdeka.


"Oh ya selama saya tidak ada, kamu akan di temani oleh pegawal saya," ucap Dewa.


"Apa!!!... ," keluar busa dari mulut Michela.


"Bawa dia pulang," perintah Dewa.


"Baik Tuan," angguk Doni.


Doni membawa Michela pulang ke rumah mewah Dewa.

__ADS_1


"Astaga... tanpa dia pun aku tak juga bisa kemana-mana," keluh Michela.


"Doni, aku mau ke kampus," pintanya.


"Baik Nona, saya akan mengantar Anda," angguk Doni.


"Terima kasih," ucap Michela.


Doni membukan pintu untuk Michela dan Michela pun masuk ke dalam mobil.


"Semuanya sudah terlanjur di gosipkan, untuk apa yang aku takutkan," ucap Michela menghibur diri.


Sesampainya di kampus, bahkan rumor memanas, bahkan hari ini Michela datang terlambat, mereka bilang jika Michela tidak tidur malam dan di tambah mata panda Michela yang kelihatan.


Menghampiri Michela dengan wajah sedih.


"Tidak apa-apa Rona, lebih baik aku jujur sekarang, jika nanti aku berbohong lebih lama lagi, itu juga menyakiti perasaanmu," ucap Michela.


"Hay cewek malam, bagaimana kabar mu? Tadi malam kamu melayani berapa pria tua dan berapa bayaranmu?" ujar Mona yang tiba-tiba datang.


"Bukan urusanmu Mona," ujar Rona geram.


"Hahaha, kamu juga akan mengikuti jejak dia Rona, ingin dapat penghasilan banyak dan naik mobil mewah," ucap Mona mengejek.


"Cukup Mona! ini adalah urusanmu, kamu tidak berhak ikut campur!" teriak Rona.

__ADS_1


"Hahaha, kamu membelanya, ups iya, kamu adalah sahabat sejatinya, dia pasti sudah mempengaruhimu 'kan?" ucap Mona tertawa mengejek.


"Jangan banyak bicara kamu Mona," ucap Rona geram.


"Sudahlah Rona, aku ngak sakit hati kok, kamu tidak perlu repot-repot membelaku. Aku baik-baik saja kok," ucap Michela pelan.


"Tapi…"


"Sudahlah, yang terjadi biarkan saja, nanti juga rumornya akan reda sendiri," ucap Michel mencoba tersenyum.


"Heh, aku akan terus menyebarkan rumor ini, sampai orang tidak akan melupakannya," ujar Mona menyengir.


"Mona, dia salah apa padamu, sampai sejahat ini kamu sama Michela?" tanya Rona meminta penjelasan.


"Tidak perlu kamu tau dia salah apa, jika kamu tidak mau ikut kena dampaknya minggir sana, ini urusan aku dan dia," ucap Mona.


"Baiklah Mona, aku akan cari tau apa sebenarnya yang kamu tutupi, jika aku sudah mengetahui pokok permasalahannya awas saja kamu nanti," ancam Michela.


"Pergi aja sana cari tau, aku tak takut ancamanmu, palingan juga sugar Daddy mu tidak kaya-kaya amat dan dia hanya membutuhkanmu jika dia ada keperluan saja," ejek Mona.


"Heh! Dari mana kamu tau?" tanya Michela.


"Lihatlah mobil tumpanganmu ini sudah ketinggalan jaman 2 tahun yang lalu, jika dia kaya, dia pasti akan membeli mobil terbaru sekarang," ucap Mona.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2