Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Ke salon


__ADS_3

Michela pun selesai mandi dan ia langsung masuk ke kamarnya dan mengunci rapat-rapat kamarnya.


"Hm… aku mau pakai baju yang mana ya?" tanya Michela berpikir memilih bajunya yang nggak cantik-cantik amat.


"Hehehe aku akan memakai baju terburuk dalam sejarah," ucap Michela mengambil baju kaos lalu juga memakai celana tidur.


"Ah… ini baju nyaman bagiku," ucap Michela memutar badannya di depan cermin lemari.


Michela pun keluar dari kamar dengan rambut yang masih terurai basah.


Dewa melihat ke arah Michela. "Kamu… pakai baju seperti ini saja?" tanya Dewa.


"Iya, soalnya bajuku semua pada kotor dan belum di cuci," jawab Michela enteng.


Dewa menarik tangan Michela membawanya masuk ke dalam mobil mewahnya.


"Ke salon," perintah Dewa.


"Baik Tuan," angguk Doni menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan.


Di perjalanan Michela hanya berdiam diri, pikirannya tak karuan. Hari ini dia akan menikah, padahal tak pernah terpikir di otaknya selama ini untuk menikah dan ia juga belum membuat daftar pria idaman beserta tipe apa yang ia sukai.


Namun tiba-tiba hari ini ia mendaftarkan pernikahan yang belum pernah ia impikan, apa ini mimpi?

__ADS_1


Doni memberhentikan mobilnya di depan salah satu salon.


Dewa keluar dari mobil membawa Michela masuk ke dalam salon tersebut.


"Selamat datang Tuan, Nona. Eh Anda adalah Dewa Ginanjar 'kan? Astaga benar-benar Tuan Dewa Ginanjar, hey kalian cepat layani Tuan Ginanjar dengan baik," ucap pemilik salon.


"Bukan aku yang ingin di salon, tapi calon istriku ini," ucap Dewa memegang bahu Michela.


"Ha? Calon istri?" tanya Pemilik salon melihat ke arah Michela tak percaya, karena Michela hanya memakai baju murahan. Rasanya tidak mungkin Tuan Dewa yang agung itu menikahi gadis dekil yang terlihat seperti anak-anak di bawah umur.


"Apa mungkin ini istri simpanan Tuan Dewa?" tanya pemilik salon dalam hati.


"Kenapa bengong?" tanya Dewa kepada pemilik salon.


"Tidak perlu, kalian cepatlah salonkan dia," perintah Dewa.


"Baik Tuan, segera kami lakukan," ucap Pemilik salon itu membawa Michela duduk di kursi menghadap ke cermin.


Michela pun di kelilingi oleh beberapa orang karyawan salon yang sudah mahir, mereka menata rambut dan mengmake up wajah Michela sedemi kian rupa.


Setelah 1 jam di pegang sana, pegang sini, akhirnya Michela pun selesai di dandani.


"Tuan, Nonanya sudah selesai di dandani, apa Anda puas dengan hasilnya?" tanya pemilik salon.

__ADS_1


"Hm… ya bagus," jawab Dewa mengangguk. Dewa pun membayar hasil salon tersebut, kira-kira 10 jutaan.


"Ayo kita ke butik, bajumu sungguh merusak pemandangan," ejek Dewa.


Mereka kembali masuk ke dalam mobil dan Doni pun kembali menjalankan mobilnya.


Jarak 800 meter dari salon tadi, Doni pun menemukan butik lalu kembali ia memberhentikan mobilnya.


Dewa kembali keluar lalu nembawa Michela masuk ke dalam butik.


"Selamat datang Tuan… Astaga Tuan Dewa, Tuan selamat datang di butik kami, Anda ingin memilih pakaian seperti apa?" tanya salah satu karyawan senangnya bukan kepalang.


"Pilihkan baju yang cocok untuknya," jawab Dewa.


"Oh baik Tuan, Mari Nona ikut saya, saya akan memilih baju terbaik di butik kami," ucap karyawan itu.


"Terima kasih," angguk Michela. Michela pun mengikuti karyawan itu menuju tempat pakaian yang di sebutkan. Sedangkan para karyawan yang lain mulai bedekatan ke arah Dewa, mereka berdecak kagum dengan ketampanan Dewa yang tak di miliki oleh pria lain.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2