
"Pokoknya aku mau cabe yang banyak," ucap Michela mengendus kesal.
"Itu namanya bukan mie leve 10, tapi cabe level 10," jawab Rona.
Mereka berdua tertawa saat masuk ke dalam kantin.
Semua anak-anak di kantin melihat ke arah Michela dan mereka sambil berbisik-bisik.
"Oh itu ya yang namanya Michela yang jjadi sugar baby itu ya?" tanya salah satu anak kampus.
"Ah masa iya, padahal kelihahatannya perempuan baik-baik, malah aslinya memuakan," jawab yang lain.
"Sssstttt, nanti dia dengar lho," ucap yang lain.
Terdiam merdengar gosip para mahasiswi itu.
"Hey... kalian jangan ngomong sembarangan," ujar Rona marah.
"Kami hanya mengatakan yang sebenarnya," jawab mereka enteng.
"Nggak maungkin, aku tau sahabatku," ucap Rona.
"Oh ya?" ujar Mona yang tiba-tiba nongol.
"Mona," lirih Michela.
"Kenapa? Kaget?" tanya Mona menyengir.
"Pasti kamu yang menyebarkan rumor palsu ini'kan?" tanya Rona tampal kesal.
"Ini bukan hanya sekedar rumor palsu, tapi ini adalah kenyataan," ucap Mona.
"Kamu jangan ngomong sembarangan, tunjuki dulu buktinya," ujar Rona berdiri di hadapan Mona.
"Nih," ujar Mona. Mona menunjukan ponselnya kearah Lia yaitu foto Michela turun dari mobil mewah.
Mata Rona terbelalak melihat foto Michela yang ada di sana.
__ADS_1
"Michela ini ngak mungkin kamukan, ini bukan kamukan?" tanya Rona.
Michela terdiam.
"Michela," lirih Rona.
Michela langsung pergi yang di ikuti Rona.
"Michela, apa benar yang di katakan Mona tadi?" tanya Rona.
"Iya," jawab Michela mengangguk sambil menundukkan kepalanya. "Meskipun secara tidak langsung, aku memang seperti simpanan," ucap Michela dalam hati.
"Kamu pasti bohong," ujar Rona tidak ingin mempercayainya.
"itu kebenarannya," jawab Michela.
Mendengar itu, Michela langsung pergi, ia tak menyangka, sahabatnya seperti itu.
"Semua kampus sudah tau kalau kamu sugar baby... kamu tak akan bisa mengelak lagi, katakan selamat tinggal dengan kampus," ucap Mona tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Kamu sungguh licik Mona," ucap Michela benci.
Michela pun pergi meninggalkan kampus, sahabat sendiri saja menjauhinya. Ia pergi dengan hati yang sedih.
Tuuut... tuuut...
Ponselnya berbunyi.
"Ya halo," jawab Michela.
"Ada apa dengan suaramu?" tanya Dewa.
"Eh, tidak ada apa-apa Tuan," jawab Michela mengelap air matanya.
"Besok aku ingin ke Rusia," ujar Dewa.
"Oh iya," jawab Michela. "Aku sudah tau tadi pagi kamu bilang," ucap Michela dengan suara pelan.
__ADS_1
"Nanti malam kamu sendiri yang masak makan untukku," pinta Dewa.
"Tapi saya ngak pandai masak," ujar Michela.
"Kamu harus bisa," perintah Dewa.
"Baiklah, baiklah," jawab Michela pasrah.
Michela langsung pulang ke rumah Dewa, karena ia lari dari kampus karena gosip itu, ia belum siap menghadapinya, mungkin esok.
"Mau di lihat beberapa kalipun tetap saja mengagumkan," ucap Michela menatap rumah megah Dewa.
Michela masuk kamar dan berbaring, memikirkan cara menghadapi besok.
"Besok Tuan akan pergi ke Rusia, besok kita akan melakukan pembalasan," ucap ART tersebut.
"Kita habisi dia besok," ucap temannya.
"Iya," angguk ART itu setuju.
xxx
Sore pun tiba, Saatnya Dewa pulang.
"Apa Michela sudah pulang?" tanya Dewa.
"Sudah Tuan," jawab ART tersebut.
"Ada di mana dia?" tanya Dewa.
"Di kamarnya Tuan," jawab ART itu lagi.
Dewa mencari Michela di kamarnya, sadangkan Michela sedang tertidur.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih