Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Di beri kartu


__ADS_3

Dewa tersenyum sambil mengeleng-gelengkan kepalanya dan ia pun melahap makanannya.


Michela menyedot minumannya sampai habis, perutnya sampai buncit kekenyangan.


"Sudah, ayo kita kembali ke rumah kita," ucap Dewa mengulurkan tangannya.


"Aku… aku nggak kuat jalan lagi," jawab Michela.


Dewa pun mengendong Michela lalu membawanya keluar dari ruang tersebut.


"Apa yang terjadi dengan nona Tuan?" tanya seorang pegawai yang sedang berpapasan yang hendak ke ruangan Dewa.


"Tidak apa-apa dia baik-baik saja, oh ya, pembayarannta saya transfer saja," ucap Dewa.


"Baik Tuan," angguk pegawai itu.


Ada seseorang yang memotretnya diam-diam saat Dewa memasukkan Michela ke dalam mobil.


"Ke mana lagi Tuan?" tanya Doni.

__ADS_1


"Pulang," jawab Dewa.


"Baik Tuan," jawab Doni menginjak pedal gas mobilnya dan melaju di jalanan.


Dewa mengambil ponselnya dari dalam saku taksedonya lalu mengtrasfer uangnya ke rekening restoran tersebut, ia menyimpan kembali ponselnya lalu mengeluarkan kartu ATM-nya.


"Ini untuk kamu," ucap Dewa memberikan sebuah kartunya kepada Michela.


Michela diam menatap kartu itu. "Jika aku menerimanya apa aku sudah termasuk simpanan?" tanya Michela dalam hati sambil menatap sayup kartu itu.


"Kenapa? Sudah seharusnya kamu menerima uang dari suamimu," ucap Dewa.


"Bisakah aku menghasilkan uang sendiri saja?" tanya Michela.


"Tapi…"


Dewa langsung mengambil tangan Michela lalu meletakkan kartu di tangan Michela.


"Sandinya adalah angka 1 enam kali, kamu gunakanlah sesukamu, tidak perlu berhemat untukku," ucap Dewa.

__ADS_1


Michela melihat kartu itu dengan tatapan kosong.


Dewa meletakkan tangannya di punggung Michela lalu memeluknya. Dewa tampak sangat senang dan mengengam tangan Michela.


"Kamu kenapa terlihat murung, apa kamu tidak senang dengan pernikahan ini?" tanya Dewa.


"Aku… entahlah," jawab Michela menundukkan kepalanya.


"Apa kamu tidak bahagia menikah denganku?" tanya Dewa.


Michela menarik nafas panjang. "Aku hanya memikirkan bagaimana masa depanku nanti, sudah aku katakan berulang padamu, aku bukanlah tipe yang kau idamkan, kau hanya penasaran saja denganku, kau bukan benar-benar mencintaiku, apa kau tidak merasakannya? Apa kau tau apa itu cinta? Kau tidak tahu kan? Jika suatu saat kau mencampakkanku, bagaimana nanti aku hidup? Bukan takut di tinggalkan olehmu tapi bagaimana nanti omangan orang-orang di seluruh kota, makannya aku tak mau jika kamu mempublis hubungan ini, karena suatu saat nanti kau akan menemukan kekasih hatimu," jelas Michela panjang lebar.


"Apa maksudmu? Aku akan selalu mencintaimu dan akan terus begini, kamu jangan berpikir yang bukan-bukan karena aku sangat mencintaimu, perasaan ini tidak pernah aku rasakan, aku sangat yakin dengan pilihanku, kaulah yang terakhir yang berlabuh di hatiku. Mulai sekarang tolong singkirkan pikiran yang tidak penting itu, tetaplah fokus dengan hubungan kita," ucap Dewa membaringkan kepalanya di kepala Michela sambil mengelus rambut lembut Michela.


Michela terdiam sambil menatap jalan.


"Tuhan… apa yang harus aku lakukan? Apa aku akan menetapkan hatiku dengan Dewa. Tapi… enggak, enggka, enggak, aku tidak boleh jatuh cinta dengannya, aku hanya orang numpang lewat saja baginya," ucap Michela dalam hati. Tak terasa air matanya jatuh, cepat-cepat ia menyeka air matanya agar Dewa tidak melihatnya jika ia menangis.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2