Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Ke toko bunga


__ADS_3

Selesai makan Dewa pun membayar makanannya.


"Berapa semua makanannya?" tanya Dewa.


"Sebentar Tuan, saya hitung dulu," ucap pegawai itu menghitung semuanya.


"Hm… semunya 3 juta," jawab pegawai itu.


Dewa membuka dompetnya lalu mengesek di kartu ATM-nya.


Pembayaran berhasil.


"Ayo masuk mobil," ajak Dewa menyambut tangan Michela dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Kamu mau pergi ke mana lagi?" tanya Dewa.


"Ke toko bunga," ucap Michela.


"Hm… baiklah," angguk Dewa meskipun ia berpikir sebentar.


"Oh iya, perempuankan suka bunga," ucap Dewa dalam hati.


Dewa pun melajukan mobilnya menuju tempat penjual bunga.


"Kamu suka bunga?" tanya Dewa.


"Suka," angguk Michela.


"Lain kali aku akan beli bunga untukmu," ucap Dewa tersenyum.


Mobil terus melaju, sesaat kemudian mobil pun sampai di depan toko bunga.


"Aku turun dulu ya, kamu tunggi di sini dulu," ucap Michela.


Dewa mengangguk, Michela pun turun dari mobil masuk ke dalam toko bunga tersebut.

__ADS_1


"Selamat datang Nona, ingin cari bunga apa?" tanya pemilik toko bunga ramah.


"Aku ingin mawar putih, tolong buketkan ya," pinta Michela.


"Oh baik Nona, tunggu sebentar ya," ucap pemilik toko itu. Ia menuju ke karyawannya yang lain.


"Tolong buketkan bunga mawar putih," perintahnya.


"Baik Bos," angguk mereka.


Mereka pun mengambil beberapa tangkai mawar putih lalu membungkusnya.


"Ini Nona buketnya," ucap pegawai itu menyerahkan bunga tersebut.


"Terima kasih," ucap Michela. Namun tiba-tiba ia terdiam karena ia tidak membawa uang.


"Hm… apa bisa tunggu sebenar menuju mobil itu, soalnya saya lupa bawa uang," ucap Michela.


"Baik Nona," angguk pegawai itu.


"Itu… bisakah kamu memijamkanku uang? Aku tidak membawa uang," ucap Michela.


Dewa turun dari mobil lalu menghmapiri Michela. "Ayo aku bayarkan," ucap Dewa memegang tangan Michela.


Michela menatap wajah Dewa yang tersenyum. "Kenapa dia tidak menanyakan di mana kartu yang dia berikan padaku waktu itu ya? Apa dia lupa?" tanya Michela dalam hati.


"Berapa buket bunganya?" tanya Dewa setelah sampai di toko bunga.


"Ini 20 ribu Tuan," ucap pemilik toko.


"Pembayarannya bisa lewat aplikasi?" tanya Dewa.


"Bisa Tuan," angguk pemilik toko tersebut.


"Baiklah," angguk Dewa.

__ADS_1


Dewa pun membayar lewat salah satu aplikasi. Ia mengirim 2 juta ke aplikasi pembayaran.


"Terima kasih Tuan, tapi ini banyak sekali," ucap Pemilik toko.


"Tidak apa-apa, anggap saja bonus untuk para karyawan," jawab Dewa.


"Terima kasih banyak Tuan," ucap pemilik toko tersebut.


"Iya sama-sama," angguk Dewa. Dewa kembali mengengam tangan Michela lalu membawanya menuju mobil.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, Michela menundukkan kepalanya.


"Hm… terima kasih," ucap Michela pelan.


"Untuk apa kamu berterima kasih dengan suami sendiri, jika kamu tidak punya uang, kamu tinggal minta saja denganku," ucap Dewa.


Michela mengangguk pelan.


"Jadi, kita ke mana lagi?" tanya Dewa.


"Ke tempat pemakaman umum," jawab Michela.


Meskipun Dewa heran namun ia tetap mengikuti keinginan Michela.


Mobil pun melaju di jalanan, karena jalannya hanya lurus saja, Dewa memegang tangan Michela. Michela melihat Dewa sambil mengangkat alisnya.


Dewa tersenyum lalu mencium punggung tangan Michela.


"Aku sangat mencintai kamu istriku," ucap Dewa.


Michela hanya diam, ia sendiri binggung mau jawab apa, apa dia juga harus jawab 'aku juga mencintainya?'


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2