Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Makan di restoran


__ADS_3

Michela mengambil salah satu baju.


"Ini bukannya merk terkenal? Apa aku harus memakainya?" tanya Michela ragu-ragu.


Berhubungan Michela tak punya baju, ia pun memakainya.


Michela mengeringkan rambutnya lalu menyisir, berhubungan di sana juga di sediakan lemari yang berisi make upnya, Michela memoleskan make up yang tipis dengan warna yang senada dengan bajunya.


Michela keluar dari kamar lalu turun ke ruang tamu melihat Dewa sedang berbicara dengan Doni.


"Pokoknya kamu tata dengan rapi, dan semuanya barang branded terbaik, pokoknya saat aku pulang semuanya sudah selesai," ucap Dewa.


"Baik Tuan, akan saya kerjakan," ucap Doni menundukkan kepalanya.


Dewa melihat kebelakangnya. "Kamu sudah siap?" tanya Dewa.


"Iya," angguk Michela.


Dewa memegang tangan Michela lalu membawanya masuk ke mobil, kali ini ia sendiri yang mengendarai mobil.


"Apakah Doni tidak ikut?" tanya Michela.


"Tidak, hari ini kita akan puas jalan-jalan, kamu katakan saja ingin pergi ke mana, aku akan antarkan, tapi tentu saja sebelumnya kita makan dulu ya," ucap Dewa.


"Iya," angguk Michela menurut.


Dewa pun menginjal oedal gas mobilnya dan dan melaju menuju ke sebuah restoran.


Sesampainya di sana Dewa memasuki parkiran sebuah restoran mewah.

__ADS_1


"Ayo masuk," ajak Dewa. Michela mengangguk dan mereka pun masuk ke dalam restoran tersebut.


"Selamat datang Tuan, Nona, silakan masuk," ucap karyawan itu tersenyum ramah.


Dewa hanya mengangguk.


Dewa mencari tempat yang nyaman untuk Michela.


"Di sini aja nggak apa-apa 'kan?" tanya Dewa.


"Iya," angguk Michela.


Mereka duduk di samping yang berdekatan dengan jendela kaca sehingga terlihat taman di samping itu yang sangat indah.


"Silakan di pesam Tuan, Nona," ucap Pegawai itu menyerahkan buku menu.


Dewa menerima buku tersebut lalu melihat isi buku tersebut.


"Baik, Nona silakan pilih makanannya," ucap Pegawai itu memberikan buku tersebut kepada Michela.


Michela menerimanya dan melihat makanan, semuanya terlihat sangat lezat dan membuat perutnya tambah keroncongan.


"Aku… aku mau semua menu ini," ucap Michela.


"Ha?" pegawai itu binggung karena badan yang kecil itu malah makannya banyak, apa dia cagingan?


"Pesan saja yang dia pinta," ucap Dewa.


"Eh i-iya," angguk pegawai itu. "Baiklah, harap menunggu sebentar ya," ucap pegawai itu.

__ADS_1


Dewa mengangguk. Pegawai itu pun pergi ke dapur untuk memesankan pesanan Dewa dan Michela.


Dewa tersenyum, sedangkan Michela menatap Dewa mantun. "Apa yang kamu senyumkan?" tanya Michela.


"Tidak ada, aku senang jika kamu makan banyak," jawab Dewa.


Michela mengalihkan pandangannya melihat ke arah keluar jendela dan melihat lampu yang berkelap kelip.


"Kapan kita honey moon?" tanya Dewa.


"Ha?" tiba-tiba saja Michela kaget, ia baru ingat jika ia sudah menikah, tapi… Michela belum siap.


"Hm… bisakah kita tunda terlebih dahulu, karena aku ingin fokus kuliah dulu," tolak Michela.


"Baiklah, aku akan menunggu kapan kamu siap," ucap Dewa Mengangguk.


Michela kembali melihat ke samping taman yang penuh lampu tersebut.


Beberapa menit menunggu, makanan pun sampai sehingga memenuhi meja tersebut.


"Silakan di nikmati Tuan, Nona," ucap pegawai itu.


"Terima kasih," ucap Michela.


Tanpa pikir panjang lagi, Michela yang terlebih dahulu menyantap makanannya.


Dewa hanya mengelengkan kepalanya lalu mengambil bagiannya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih


__ADS_2