
Beberapa hari kemudian, berita trending di mana-mana jika Dewa mengencani beberapa wanita dan itu tersiar di tivi, internet dan majalah.
"Berita pagi ini, Seorang Dewa lagi-lagi tertangkap kamera karena sedang berkencan dengan seorang artis setelah ia mengencani wanita lainnya."
"Wanita yang mana selanjutnya yang ia pilih?"
"Dewa, kenapa kamu jadi seperti ini? Apa aku salah menolakmu?" tanya Michela menyayangkan sambil memegang ponselnya yang di dalamnya ada berita panas Dewa.
Michela menundukan kepalanya dan mengacak-acak rambutnya yang panjang.
Triring…
Triring…
Triring…
Ponsel Milik Michela berbunyi, ia melihat nama pemanggil di ponselnya, yang
menelponnya adalah pengawal Dewa.
"Halo Doni, ada apa?" tanya Michela mengangkat ponselnya.
"Nona, bisakah Anda kerumah sekarang?" tanya Doni.
"Ada apa Doni?" tanya Michela.
"Tuan mabuk lagi," jawab Doni.
"Terus?" tanya Michela mengangkat alisnya.
"Saya minta bantuan Anda untuk menjaga Tuan," pinta Doni dengan suara memelas.
__ADS_1
"Baru saja ada berita dia masuk jika dia mengencani banyak wanita, kenapa tidak suruh mereka saja," ucap Michela kesal.
"Nona, dalam keadaan tidak sadar pun Tuan terus memanggil nama Anda, jadi saya berfikir jika Tuan membutuhkan Anda. Atas nama pribadi saya, saya benar-benar minta tolong agar Anda bisa menemani Tuan," ucap Doni memohon.
Michela terdiam sesaat, ia berpikir apa dia harus ke sana atau tidak.
"Baiklah saya akan ke sana sekarang," ucap Michela setuju.
"Terima kasih Nona," ucap Doni senang, terukir senyum di bibirnya dengan hati yang lega.
"Iya sama-sama," angguk Michela. Ia pun memutuskan panggilannya.
Michela menarik nafas panjang, ia pun berdiri lalu berganti pakaian lalu menyabar tas mungilnya dan melangkahkan kaki keluar dari rumahnya.
Michela pun pergi mengunakan taksi menuju rumah Dewa. Sesampainya di sana di depan sudah ada Doni berdiri di depan pintu.
"Silakan masuk Nona," ucap Doni mempersilakan.
"Mari saya antarkan ke kamar Tuan," ajak Doni yang berjalan terlebih dahulu. Michela mengikuti Doni dari belakang.
"Silakan masuk Nona," ucap Doni setelah sampai di depan kamar Dewa.
Michela masuk ke kamar Dewa, sedangkan Dewa terbaring di rajangnya tak sadarkan diri.
Michela mendekati di sisi ranjang Dewa.
"Michela… Michela…" ucap Dewa mengigau memanggil namanya dengan mata terpejam.
Michela pelan-pelan memegang tangan Dewa. Tanpa sadar Dewa mengenggam erat tangan Michela.
"Michela, aku sangat mencintaimu, tolong jangan tinggalkan aku," ucap Dewa, meskipun dalam keadaan tidak sadar pun ia seperti merasakan orang yang ia cintai itu ada bersamanya.
__ADS_1
Michela diam sambil mengigit bibirnya.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa benar-benar kamu mencintaiku? Lalu kenapa kamu bermain-main dengan semua perempuan?" tanya Michela menatap wajah Dewa yang berkeringat dingin.
Tak lama Ferry datang untuk mengecek kembali keadaan Dewa.
"Permisi Nona, saya akan mengecek keadaan Tuan Dewa," ucap Ferry.
Michela mengangguk dan kemudian ia melepaskan tangan Dewa.
Ferry mengecek keadaan Dewa, di lihat dari wajahnya ia sangat serius.
"Taun Dewa sepertinya ia banyak minum dan ia mulai demam," ucap Ferry kepada Doni.
:Saya akan memasangnya infus, jika ia sadar berikan ia minum obat ini. Semoga saja ia cepat sembuh," ucap Ferry menyerahkan beberapa obat kepada Doni.
"Terima kasih Dokter Ferry," ucap Doni menerimanya.
"Sama-sama, tolong jaga dia, hari ini aku tidak bisa menjaganya seperti biasa, karena ada operasi mendadak, barusan ada salah satu suster menelpon saya bahwa keluarganya kecelakaan dan mampir ke rumah sakitku," ucap Ferry.
"Baik Dokter, saya akan menjaganya," ucap Doni mengangguk.
"Jika begitu saya permisi dulu," pamit Ferry yang langsung pulang kembali ke rumah sakitnya.
"Maaf Nona, tapi apa bisa Anda menjaga Tuan?" tanya Doni.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1