Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
kepergok


__ADS_3

Dewa menghidupkan airnya lalu mengarahkan tersenyum menatap mata Michela dan mereka beradu pandangan.


Wajah Michela menjadi memerah. Michela jadi salah tingkah dan melepaskan pelakukan tangan Dewa. Saat Michela berusaha pegangannya sangat kuat, tangan lebar itu malah memeluknya semakin erat membuat Michela sangat sulit bernafas.


Wajah tampan itu perlahan-lahan mendekati Michela.


"Astaga! Mau ngapain dia?" tanya Michela ketakutan.


Dan wajah itu mendekati wajah Michela dengan kencang Michela menjerit.


"Aaaaaa...." teriak Michela.


Dewa langsung melepaskan pelukannya.


"Kamu malah merusak suasana hatiku," ucap Dewa kembali wajah datarnya.


Dewa membuka bajunya lalu mandi.


Michela berdiri di sudut kamar mandi sambil menutup wajahnya.


"Kamu cepatlah mandi, kita akan keluar untuk makan," ucap Dewa.


Michela manyun menunggu Dewa keluar dari kamar mandi tersebut.


Selesai mandi Dewa keluar, cepat-cepat Michela mengunci pintu kamar mandi, ia takut jika Dewa tiba-tiba masuk.


Michela membersihkan diri sambil melamun tapi…


"Astaga! Di mana handuknya? Gimana aku keluar dengan seperti ini?" tanya Michela panik.


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


Michela mengetuk pintu dari dalam.


"Hm… itu? Bisakah ambilkan handukku?" tanya Michela.


Namun tidak ada jawaban, Michela menempelkan telinganya di dinding.


"Sepertinya tidak ada jawaban, apa jangan-jangan dia sudah keluar kamar ya?" tanya Michela menekuk alisnya.


"Tidak ada suara, sepertinya dia sudah pergi?" ucap Michela membuka pintu perlahan-lahan dan melihat kamar itu kosong.


"Beneran dia sudah keluar," ucap Michela melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dan perlahan-lahar berlari kecil menuju tempat gantungan handuk.


Cklek!


Pintu terbuka dan Dewa masuk ke dalam kamar. Seketika Michela mematung terdiam tanpa busana.


Dewa mengangkat alisnya juga ikut mematung.


2 detik


3 detik


"Aaaaaaa…" jerit Michela yang langsung melompat ke atas kasur dan bersempulung dengan selimut.


Wajah Michela memerah karena malu, ia memejamkan matanya. Ingin rasanya ia menengelamkan dirinya di samudra hindia atau menguburkan dirinya di tanah karena ia sangat malu.


"Sayang, kenapa kamu menyelimuti tubuhmu dengan selimut tebal ini? Apa tidak gerah, apa kau malu?" goda Dewa tersenyum.


"Diam kamu! Pergi kamu dari kamar ini!" teriak Michela.


"Ini adalah kamarku, aku bisa pergi kapanpun aku mau," ucap Dewa.

__ADS_1


"Kalau begitu aku yang pergi," ucap Michela.


"Apa kau ingin memperlihatkan tubuh indahmu dengan orang lain di bandingkan oleh suamimu sendiri," ucap Dewa.


Michela yang tadinya sudah berdiri dengan selimut ia langsung berhenti.


"Jika begitu, bisakah kamu keluar dulu, aku ingin ganti baju," ucap Michela pelan.


"Kenapa aku harus keluar, apa aku salah jika ingin melihat tubuh istriku," ucap Dewa memeluk Michela dari belakang.


"Astaga pria ini memang sulit untuk di lawan," ucap Michela memutar bola matanya.


"I-itu, bolehkah kau melepaskan pelukanmu, aku ingin ganti baju," ucap Michela.


"Baiklah, aku akan keluar, kamu dandanlah yang cantik," ucap Dewa mencium kening Michela lalu keluar dari kamarnya.


Michela pun menarik nafas lega.


"Jika suatu saat nanti dia meminta sesuatu padaku bagaimana?" tanya Michela khawatir.


Michela melihat lemari pakaian milik Dewa.


"Astaga! Aku ke sini'kan nggak bawa baju, gimana aku mau ganti baju?" keluh Michela.


"Ya sudahlah, aku pakai kemeja dia saja," ucap Michela membuka semua lemari pakaian milik Dewa.


Tiba-tiba saja Michela ternganga karena ada 4 lemari yang berisi pakaian wanita.


"Apa ini milikku? Apa dia sudah menyediakan sebelumnya?" tanya Michela menekuk alisnya melihat pakaian wanita yang berjejer rapi di dalam lemari.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2