Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Pulang


__ADS_3

Mereka pun menyantap makanannya


Michela melahap pelan-pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Apa cara makanmu seperti kura-kura," celoteh Dewa memprotes cara makan Michela.


Mendengar ucapan Dewa, Michela melahapnya dengan cepat sehingga berlepotan di mulutnya.


"Berhenti! Kenapa Kamu makan seperti babi," ucap Dewa.


Michela berhenti makan sambil memegang cangkang kepiting.


Dewa mengambil sebuah tissu dan menyekakan dimulut Michela.


Michela langsung mematung.


"Jelek sekali Kamu ketika sedang makan, lebih pintar Bayi ketimbang Kamu," ejak Dewa.


"Siapa suruh memprotes cara orang makan," ucap Michela dalam hati dengan kesal.


"Sudah, ayo pulang," ajak Dewa.


"😭😭😭Aku tak rela meninggalkan makanannya, Aku belum selesai makan," ucap Michela dalam hati sambil memandangi makananannya dengan berat hati.


"Baik Tuan," jawab Doni.


Doni pun kekasir membayar semua makanan tadi kira-kira habis 2,5 juta.


Mereka beranjak dari kursi dan langsung menuju pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Michela tetap saja mengagumkan rumah mewah milik Dewa.


Sesampai dirumah Mereka turun dari mobil, Michela membawa barang belanjaannya masuk ke kamarnya. Michela melihat isi barang bawaannya tadi.


"Bagaimana ini? semua baju bermerk, kalau Aku memakainya Mereka pasti curiga Aku dapat dari mana," ucap Michela khawatir.


Untungnya masih ada baju yang ia pilih tadi di masukkan ke dalam paper bag juga.


"Lihatlah pelayan baru itu, setelah mengoda Tuan Dia langsung bisa di belikan baju," ucap ART itu mencibir.

__ADS_1


"Iya dasar wanita penggoda," jawab yang lain tak suka.


Tuuut…


Tuuut…


Tuuut…


Ponsel milik Michela berbunyi.


"Halo," jawab Michela.


"Ke kamarku sekarang," perintah Dewa.


"Apa!" ucap Michela tak terima.


"Kamu menolaknya?" tanya Dewa.


"Eh ti-tidak berani," ucap Michela melemah.


"Aduh gimana ini? Apa Aku harus kesana ngak ya?" tanya Michela berpikir.


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk," ujar Dewa.


Perlahan-lahan membuka pintu dan melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar Dewa.


"Bagaimana dengan bajunya? Suka?" tanya Dewa yang sedang berbaring di tempat tidurnya.


"Eh, su-suka," jawab Michela gugup.


"Oh..ya sudah silakan keluar," ucap Dewa.


Michela keluar dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Astaga ini Orang kurang kerjaan banget sih, kalo cuma membicarakan suka atau tidak kenapa tidak lewat telpon aja sih," ucap Michela kesal.


"Lihat lah dia masuk ke kamar tuan dan keluar dengan wajah kesal, mungkin tidak bisa mengodanya," ucap ART yang sedang melihat Michela di balik tangga.


"Iya," jawab temannya.


Akhirnya Michela balik ke kamarnya dan ia merebahkan tubuhnya tertidur karena kelelahan.


xxx


Michela mengucek matanya dan ia pun duduk, di lihatnya jam di ponselnya ternyata sudah menunjukkan jam 17:50


"Aduh! Gimana ini apa pria menyebal itu tidak marah?" tanya Michela.


Michel cepat-cepat turun ke bawah. Michela melihat Dewa duduk di kursi tamu sambil memainkan ponselnya.


"Syukurlah..Aku kira bakalan mati tadi," ucap Michela lega.


Dewa menyadari kedatangan Michela.


"Michela, ke sini," ujar Dewa.


"Eh, ba-baiklah," jawab Michela perlahan-lahan mendekat dengan ragu-ragu.


"Duduk," perintah Dewa.


Michela pun duduk di samping Devan berjarak dua meter.


"Hey! Untuk apa kai duduk sejauh itu, aku tidak makan orang," ucap Dewa.


"Eh... ti... tidak ada apa-apa Tuan," jawab Michela.


"Ke sini," ucap Dewa.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2