Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Menemukan Michela


__ADS_3

Pintu terbuka.


Michela tampak lemas karena tak makan.


"Sepertinya kamu sekarang tidak ada pelindung lagi," ucap Diana menjambak rambut Michela.


"Aww!" teriak Michela kesakitan.


"Kenapa? Sakit? Hatiku lebih sakit lagi ketika kamu di bela Tuan," ucap Diana geram.


"Itu bukan keinginanku, aku justru tak ingin mengenalnya," jawab michela.


"Oh ya? Siapa yang akan percaya dengan ucapanmu, perempuan yang mana tidak mau mendekatinya kepada Pria yang sempurna itu," ujar Diana kesal.


"Aku… aku beneran tidak menyukainya," ucap Michela berusaha menyakinkan Diana.


"Oh ya? Jika begitu mana buktinya?" tanya Diana.


"Aku... aku akan keluar dari rumah ini dan tidak akan mendekatinya lagi," jawab Michela.


"Pegang kata-katamu, aku tidak akan percaya kata-katamu begitu saja," ucap Diana.


Tiba-tiba saja pengawal datang.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Doni.


Mereka bertiga sangat kaget.


"Eh anu kami…" ucap ART itu terbata-bata.


"Kami menemukannya di sini terkurung, dan kami baru saja menemukannya, kelihatannya ia nampak lemas sekali," ucap Diana berusaha menutup kejahatannya.


Doni Menatap sekretaris Diana curiga, namun ia urungkan.

__ADS_1


"I-iya, kami… kami beru menemukannya," jawab ART tersebut gugup.


"Bagaimana mungkin dia bisa mengurung dirinya sendiri?" tanya Doni curiga.


"Itu karena kemaren mereka tidak tau jika ada orang di dalam, melihat pintunya terbuka jadi mereka menguncinya, tidak bisa juga salahkan mereka, bisa jadi Michela ingin mengambil sesuatu mumpung Tuan tidak ada, benarkan Michela?" tanya Diana tersenyum ke arah Michela.


Diana menatap Michela agar Michela mengiyakan ucapannya.


"Aku… iya," jawab Michela menundukkan kepalanya.


Terpaksa Michela mengiyakan, dengan begitu dia juga akan terbebas dari rumah ini jika ia membenarkannya.


Doni langsung mengendong Michela ke atas kasur lalu menelpon dokter peribadi untuk segera datang


"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Doni khawatir.


"Sistem pencernaanya terganggu, sepertinya ia memakan makanan yang sudah basi, ia juga dihidrasi, kekurangan cairan pada tubuhnya," ujar Ferry adalah dokter priabadi Dewa.


"Baik dokter, terima kasih banyak," ucap Doni lega.


"Baiklah jika begitu saya pulang dulu," ucap Ferry.


"Baik, silakan dokter," ucap Doni mempersilakan.


Setelah Ferry pulang, Doni langsung menelpon Dewa.


Tuut…


Tuuut…


Tuut…


"Halo," jawab Dewa. "Bagaimana? Apa kamu sudah menemukannya?" tanya Dewa tak sabaran.

__ADS_1


"Sudah Tuan," jawab Doni.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Dewa.


"Dia… dia sedikit sakit, ada gangguan pencernaan," ucap Doni.


"Apa parah? Saya akan pulang besok," ujar Dewa.


"Ini bicara dengan Tuan," ucap Doni menyerahkan ponselnya kepada Michela.


"Halo Tuan,"


"Apa yang terjadi denganmu? kenapa saya menelpon kamu tidak mengangkatnya, dan kenapa nomor telponmu tidak aktiv?" tanya Dewa khawatir.


"Habis batre," jawab Michela.


"Saya besok akan pulang, Awas saja jika keadaanmu buruk, aku akan menghukummu," ancam Dewa.


"Tidak perlu Tuan, saya baik-baik saja, Anda jangan pulang selesaikan pekerjaan Anda di sana," saran Michela.


"Baiklah, jka kam sakit lagi, aku akan membunuhmu," ucap Dewa membuat Michela berdelik ngeri.


"Eh… tidak akan sakit lagi," ucap Michela. Michela pun langsung memutuskan panggilannya.


"Tuanmu sungguh garang sekali, bahkan dia ingin membunuhku," ucap Michela menyerahkan kembali ponsel milik Doni.


"Mungkin Tuan terlalu khawatir denga Nona Michela," ucap Doni.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2