Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
lapar


__ADS_3

"Apa-apa'an dengan ucapannya nih," ucap Michela memicingkan matanya.


Michela pun keluar dari mobil ia mengunakan masker agar wajahnya tidak terlihat jelas dan mereka bersama masuk ke ruangan.


"Kenapa kamu memakai masker?" tanya Dewa yang ingin membuka masker Michela. Michela menghindar dan menutup tangannya erat-erat ke masker tersebut.


"Jangan! Mereka nanti diam-diam pasti mengambil Foto kita dan mengekposnya, aku nggak mau mereka melakukan itu," ujar Michela menolak untuk di bukakan maskernya.


"Baiklah, terserah kamu saja," ucap Dewa.


"Eh bukannya Anda Tuan Dewa? Ada yang bisa kami bantu Tuan?" tanya pegawai kantor tersebut.


"Astaga! Dia bahkan lebih tampan dari di televisi, yang aslinya sangat mempesona," ucap salah satu karyawan itu berbisik dengan temannya sambil senyum-senyum kagum.


"Aduh, kok aku jadi salting ya," ucap Temannya dengan hati yang berdegup kencang.


"Iya, aku ingin mendaftar pernikahan," jawab Dewa.


"Pernikahan siapa Tuan?" tanya Pegawai itu lagi.


"Pernikahan aku dan dia," jawab Dewa melihat ke arah Michela.


Para pegawa itu ternganga dan ada yang bagian langsung patah hati.


"Astaga! hatiku benar-benar hancur," ucap pegawai itu.


"Aku ingin pergi bunuh diri sajalah," ujar pengawai yang lain yang pergi keluar dan ia di tahan oleh pegawai yang lain.

__ADS_1


"Ba-baik Tuan," jawab Pegawai itu kecewa, ia rasanya ingin menangis ketika mendemgar sang idolanya ingin menikah. Rasanya seluruh orang juga akan kecewa jika tau Dewa akan menikah.


Setelah semuanya selesai, mereka juga melangsung pernikahannya dan langsung mendapat buku nikah tersebut.


"Sekarang mari berfoto," ucap Fotografer tersebut.


Dewa memeluk pinggang Michela agar Michela tidak jauh darinya.


"Maaf untuk mempelai wanita, bisakah Anda membuka maskernya?" tanya Fotografernya.


"Iya buka saja," ucap Dewa.


"Boleh aku buka, tapi fotonya menghadap ke sini saja, aku nggak mau mereka melihat wajahku," ucap Michela.


"Baiklah," angguk fotografer itu mengatur posisi Dewa dan Michela. Setelah mereka menghadap ke dinding, barulah Michela mau melepaskan maskernya.


Ckrek!


Ckrek!


Ckrek!


"Oke, fotonya sangat bagus Tuan," ucap Fotografer itu memperlihatkan hasilnya kepada Dewa. Michela cepat-cepat memakai maskernya kembali.


"Apa istri Anda pemalu Tuan?" tanya Fotografer itu tersenyum melihat tingkah Michela.


"Kira-kira begitulah," jawab Dewa tersenyum melihat ke arah Michela. Michela manyun dan membulatkan matanya ke arah Dewa.

__ADS_1


Dewa menyungingkan senyumnya selayang ke arah Michela dan kembali melihat fotonya dan Michela di layar kamera.


"Ini sangat bagus, tolong buatkan ukuran 2 meter ya, ini foto akan saya pajang di ruang tamu," ucap Dewa.


"Apa! Enggak, enggak, enggak, aku nggak mau," tolak Michela cepat.


"Ini bukan terserah padamu sayang, ini adalah gambar yang terindah dia antara gambar-gambar yang ad di dunia," ucap Dewa merangkul pundak Michela.


"Heh! Itu'kan hanya pemikiranmu," ucap Michela dalam hati sambil memayunkan moncongnya.


"Baik Tuan, setelah selesai kami akan mengirimkan langsung ke rumah Anda," ucap Fotografer itu.


"Iya, buatkan juga ukuran 1 meter untuk saya letakkan di dalam kamar," ucap Dewa.


"Baik Tuan," angguk forografer itu.


"Jika tidak ada lagi, ayo kita pulang," ajak Dewa.


Krucuk! krucuk! Krucuk!


Dewa tertawa kecil. "Kamu lapar ya," ucap Dewa tersenyum.


"Ya iyalah, tadi pagi kan aku langsung kamu tarik ke sini," ucap Michela pelan.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2