Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
bangun


__ADS_3

Tak lama mobil Dewa memasuki perkarangan rumahnya.


"Ayo turun," ajak Dewa memegang tangan Michela. Michela menganggung sambil mengulumkan mulutnya.


"Perasaan baru kemarin aku mengucapkan selamat tinggal rumah ini, dan akhirnya aku kembali lagi ke rumah ini," ucap Michela memandang seluruh rumah tersebut.


"Doni, pindahkan semua barang-barang milik Nyonya Ginanjar ke kamar utama," perintah Dewa.


"Nyonya Ginanjar? Siapa itu?" tanya Michela menekuk alisnya.


"Tentu saja kamu sayang," ucap Dewa memeluk Michela.


"Kenapa aku di panggil Nyonya Ginanjar?" tanya Michela memanyunkan mulutnya.


"Tentu saja sayang, kamu adalah keluarga dan istriku, tentu saja nama belakangmu di ganti, menjadi Michela Ginanjar," ucap Dewa.


Michela kembali terdiam.


"Hm… aku ingin istirahat," ucap Michela.


"Ayo istirahat bersama," ucap Dewa merangkul pundak Michela.


Michela mengikuti Dewa masuk ke dalam kamarnya.


Dewa membuka jas dan taksedonya yang hanya menyisakan kemeja putih bersih di tubuhnya.


Tiba-tiba saja Dewa membuka kemejanya dan terlihat tubuh kekarnya itu.


"Hey! Apa yang kamu lakukan?" tanya Michela menutup wajahnya.

__ADS_1


"Kenapa? Kita sudah suami istri, apa kami maaih malu-malu?" tanya Dewa berbisik di telinga Michela.


"Ih, siapa yang malu-malu, aku tidak malu," ucap Michela melihat ke arah tembok.


"Jika kamu tidak malu kalau begitu bagaimana jika kita mandi bersama," ucap Dewa tersenyum.


"Ogah," tolak Michela.


Namun Dewa mengangkat tubuh Michela ke atas kasur lalu mendekatkan tubunya.


"Hey! Apa yang kamu lakukan!" teriak Michela ketakutan.


Kita sudah suami istri, tentu saja melakukan yang semestinya," ucap Dewa tersenyum.


"Tidak!!! Aku belum siap!" teriak Michela ketakutan.


Dewa tertawa. "Hahaha… aku hanya ingin mandi," ucap Dewa kembali berdiri dan mengambil handuknya.


"Tapi… aku benar-benar harus siap jika dia memintanya, astaga! Aku belum siap, bagaimana ini?" tanya Michela menutup wajahnya.


Michela membaringkan tubuhya di kasur dengan selimut tebal.


Karena Dewa terlalu lama mandi, akhirnya Michela malah tertidur, apa lagi di dalam kamar itu dingin karena AC.


Dewa pun selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.


Dewa menekuk alisnya melihat Michela yang berselubung dengan selimut.


Dewa membuka sedikit selimut tersebut melihat Michela yang tertidur pulas.

__ADS_1


Ia mencium kening Michela dan juga ia berbaring di samping Michela dan memeluknya.


Jam sudah menunjukkan pukul 15:30. Michela terbangun.


"Eh… apa ini yang berat?" tanya Michela saat ia membalikkan badannya ia sangat terkejut karena yang ia lihat adalah wajah Dewa dan Michela menjerit ketakutan.


"Aaaaaaa…" jerita Michela meletakkan kedua tangannya di telinganya.


Dewa terganggu dengan suara teriakan Michela dan bangun.


"Apa yang kamu teriakkan?" tanya Dewa.


"Kamu… kamu… kenapa memelukku lagi!" teriak Michela.


"Wajar saja jika aku memelukmu karena kamu adalah istriku," ucap Dewa.


Seketika Michela terdiam, Ia baru ingat jika ia sudah menikah dengan Dewa.


Michela memukul-mukul kepalanya. "Astaga! Aku bahkan melupakan hal sepenting ini," ucap Michela dalam hati.


"Ayo bangun, kita ketiduran hingga lupa makan siang, apa karena terlalu asik berpelukan ya," goda Dewa.


Michela memandang sayup ke arah Dewa.


"Ayo sayang kita mandi, kita akan keluar cari makanan sambil jalan-jalan," ucap Dewa mengendong tubuh Michela.


"Hey! Aku bisa jalan sendiri," ucap Michela, namun Dewa tidak peduli, Ia membawanya masuk ke dalam kamar mandi lalu memasukkannya ke dalam bak mandi.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiaah


__ADS_2