Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Dewa datang menjemput Michela


__ADS_3

"Dosen itu tidak akan memakanmu jika kau tidak berkuliah," ucap Dewa Lembut.


"Tuan Dewa, cukup, aku mohon jangan ganggu aku lagi, aku masih sayang nyawaku, aku tak ingin berurusan denga pria terhormat seperti Anda, apa Anda mengerti?" tukas Michela.


Michela langsung mematikan panggilannya.


"Jika aku berada di dekatnya, aku bisa celaka lagi, pembantunya saja berani menyakitiku, jika ketauhan aku dekat dengannya, bukan hanya pengemarnya, para artis pun akan menyakitiku, aku tak mau, itu sangat mengerikan bagiku, mereka bisa saja melakukan hal yang lebih dari pembantu itu lakukan," ucap Michela mengenggam erat tangannya.


"Aku lebih baik siap-siap berangkat ke kampus saja," ucap Michela berdiri dari tempat tidurnya lalu menuju kamar mandi, ia pun bersiap-siap dengan pakaian yang sudah rapi.


Michela berangkat kekampus tanpa mempedulikan Dewa yang minta di jemput dengannya.


Saat Dewa sudah sampai di bandara di jemput oleh Doni.


"Di mana gadis itu?" tanya Dewa saat ia melihat Michela tidak ada bersama Doni.


"Sepertinya dia tidak datang Tuan," jawab Doni.


"Kita ke kampus sekarang," perintah Dewa.


"Baik Tuan," jawab Doni mengangguk.


Mobil pun meluncur menuju kampus tempat Michela belajar.


Sesampainya di kampus, Dewa langsung turun dan mencari Michela.

__ADS_1


"Apa kamu mengenal Michela?" tanya Dewa kepada salah satu mahasiswa yang lewat.


"Iya Tuan," angguk mahasiswa itu.


"Di mana ruangannya?" tanya Dewa tak sabaran.


"Di sebelah kiri lewat dari sini Tuan," jawab mahasiswi itu.


"Baiklah, terima kasih," ucap Dewa yang langsung pergi menuju ruangan Michela.


Dewa menuju ruangan Michela dan sedang melihat Michela tidur di mejanya.


"Kamu, apa ini kerjaannya di kampus, pantesan otakmu ngak bekerja, karena kebanyakan tidur," ucap suara pria yang membabgunkan Michela yang sedang enak tertidur.


"Ha?" Michela dalam mode binggung melihat ke arah pemilik suara tersebut melihat dengan mata sayupnya.


"Ini adalah aku, bangun kamu!" perintah Dewa.


"Astaga naga! Ini beneran dia," ucap Michela kaget dan langsung bangun.


"Hehehe… Kenapa Anda bisa ada di sini Tuan?" tanya Michela nyengir.


"Kenapa? Tentu saja akan menghukummu karena berani menolak perintah dariku," jawab Dewa menatap tajam Michela.


"Perintah yang mana?" tanya Michela pura-pura tidak ingat.

__ADS_1


"Aku meminta kamu untuk menjemputku di bandara, kenapa kamu tidak melakukannya?" tanya Dewa.


"Eh… Itu… karena saya harus berkuliah," jawab Michela menyengir.


"Kam sengaja ya buat cari alasan," tebak Dewa.


Dewa menarik tangan Michela dan membawanya keluar. Semua mata menatap tak percaya termasuk Mona dan Rona sahabatnya.


"Michela ternyata kenal dengan Tuan Dewa, apa itu dia nggak mau cerita denganku?" tanya Rona.


"Apa? Tidak mungkin, mana mungkin Michela simpanan Tuan Dewa. Apa dia sehebat itu merayu, sehingga Tuan Dewa terpikat olehnya?" tanya Mona dengan mata terbelalak.


"Waww… apa Michela simpanan Tuan Dewa?" tanya salah satu mahasiswi.


"Sungguh hebat Michela bisa kenal dengan orang besar seperti Tuan Dewa," puji mahasiswi yang lain.


"Hey... mau Anda bawa kemana aku?" tanya Michela dengan terpaksa mengikuti Dewa.


"Pulang, lalu menghukummu," jawab Dewa.


"Aku tidak mau pulang kerumahmu, aku trauma!" teriak Michela berusaha melepaskan tangannya dari gengaman tangan Dewa.


"Apa ada yang menyiksamu?" tanya Dewa seketika berhenti menatap Michela.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote konen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2