
"Mereka sungguh sangat cemburu buta bahkan mereka memberiku makanan basi seperti ini," ucap Michela.
Michela memakannya sedikit takut perutnya sakit karena tidak makan apapun, namun jika di makan perutnya akan sakit juga.
Tak terasa malampun datang dingin menusuk tubuhnya, Michela kedinginan, ia duduk di sudut ruangan tanpa selimut.
xxxx
Ke esokan paginya.
"Di mana dia?" tanya Diana.
"Di ruang kosong," jawab ART tersebut.
"Mari kita lihat," ajak Diana.
Mereka bertiga menemui Michel yang wajahnya sudah pucat.
"Sepertinya dia demam," ujar Teman ART itu melihat wajah pucat Michela.
"Dasar wanita lemah, biarkan dia sehari lagi di sini, agar dia merasakan hiduppun ia tak mau lagi," ucap Diana kesal.
"Ta… tapi jika dia mati di sini kita pasti kena masalah," ucap ART itu ketakutan.
"Udah ikut saja perintahku, jika terjadi apapun aku yang tanggung jawab," ucap Diana.
Kedua ART itu pun tak berani melepaskan Michela.
Di Rusia.
"Kenapa ponselnya tidak aktiv ya?" tanya Dewa khawatir. Ia pun pangsung menelpon Doni.
Tuut…
Tuut…
__ADS_1
Tuuut…
"Halo Tuan," jawab Doni.
"Di mana Michela? Kenapa nomor ponsel Michela tak aktiv?" tanya Dewa.
"Saya akan mencari Nona Michela di rumahnya," ucap Doni.
Doni langsung meluncur ke rumah kots'an Michela karena Michela memilih pulang ke kotsannya.
Namun Doni tidak menemukan Michela di sana.
"Jadi kemana Nona Michela? Dia tidak ada di rumah Tuan. Ponselnya juga tak aktiv? Apa terjadi sesuatu dengannya?" tanya Doni mulai khawatir.
Doni segera menelpon Rudi untuk mencari Michela.
"Kamu cari Nona Michela di seluruh tempat bersama pengawal yang lain," perintah Doni.
"Siap," jawab Rudi mengangguk dan mereka pun berpencar mencarinya. Doni memutuskan untuk mencarinya di kampus.
Mereka mencari di kampus, di lihat dari CCTV bahwa Michela sudah pulang setelah kuliah selesai.
Akhirnya mereka memberhentikan pencarian hari ini karena sudah gelap. Jangkauan mereka juga menjadi lebih pendek. Mereka akan mencarinya besok, siapa tau besok Michela ke kampus.
"Bagaimana?" tanya Dewa.
"Maaf Tuan belum ada kabar," jawab Doni.
"Cari di di seluruh kota," perintah Dewa.
"Baik Tuan kami akan mencarinya lagi," jawab Doni.
"Mari kita cari lagi," ajak Doni kepada Rudi dan pengawal yang lain.
"Siap," jawab Rudi dan pengawal.
__ADS_1
Mereka mencarinya kesana kemari namun tidak menemukan di mana Michela berada.
"Apa kalian melihat Nona Michela pulang?" tanya Doni kepada ART di rumah tersebut.
"Eh... anu... kami... kami tidak melihatnya," jawab ART itu gugup.
"I-iya, ka-kami tidak melihatnya," jawab teman mengeleng dan gugup.
"Baiklah kalau begitu, jika kalian melihat Nona Michela pulang, langsung kasih tau kami," pinta Doni.
"Ba-baiklah," jawab ART itu mengangguk dengan menundukkan kepalanya.
"Bagaimana ini?" tanya temannya berbisik.
"Kita telpon sekretaris Diana dulu," jawab ART itu berbisik.
Tuut…
Tuut…
Tuut…
"Halo, ada apa?" tanya Diana.
"Bagaimana ini? Semua pengawal Mencari Michela," ucap ART itu ketakutan.
"Ini adalah kesempatan kita untuk memberinya pelajaran, berhubungan pengawal tidak ada di rumah," ucap Diana tersenyum licik.
"Apa tidak apa-apa?" tanya ART itu.
"Aku akan kesana sekarang," ucap Diana.
Sesampainya di rumah Dewa. Diana masuk ke dalam rumah lalu membukakan pintu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih