
Dewa mengirim pesan kepada pengawalnya yang lain.
"Apa yang terjadi pada Michela? kenapa kamu tidak mengusir anjing tersebut sehingga Michela ngumpet di gang sempit?" tanya Dewa.
"Maaf Tuan, Saya tadi tidak melihat adanya seekor anjing yang mengejarnya. Saya hanya melihat Dia tiba-tiba lari sendiri, bisa saja Dia hanya menghindar keramaian tadi," jawab Rudi sang pengawal.
"Oh baiklah jika begitu," ucap Dewa.
"Ya Tuan," jawab Rudi.
"Ke mall," perintah Dewa.
"Baik Tuan," jawab Doni.
"Ada apa dengan laki-laki ini, apa dia suka berbelanja seperti perempuan?" tanya Michela dalam hati sambil menekuk alisnya.
Mobil pun melaju di jalanan menuju mall. Tak berapa lama sampai lah di Mall yang sangat mewah.
Mereka pun keluar dari mobil.
"Ayo ikut," ajak Dewa.
"Eh..ba..baiklah," jawab Michela meskipun ia masih merasa binggung.
Mereka pun masuk ke dalam mall.
"Pilihlah baju yang kamu suka," ucap Dewa.
"Ha?" Michela binggung.
"Apa kamu tidak ingin berganti pakaian?" tanya Dewa.
"Ahh iya juga, aku tak ada bawa baju ketika pindah kerumahnya waktu itu," ujar Micheoa dalam hati sambil melihat baju yang ia kenakan sekarang.
__ADS_1
Michela memilih pakaian yang sederhana yang menurutnya nyaman di pakai. Dan tidak lupa Ia memilih baju tidur juga.
"Coba kenakan, aku ingin melihat seperti apa kamu memilihnya," ujar Dewa.
Michela pun mengenakan satu persatu menunjukan kepada Dewa.
"Apa kamu bodoh memilih pakaian, semua yang kamu pilih sungguh merusak pemandangan," caci Dewa.
"Hei..hei...Kau yang menyuruhku memilihnya sendiri, dan juga ini pakaian yang ku pakai sendiri, bukan Aku memilih untuk Mu menyuruhmu memakainya," omel Michela dalam hati dengan perasaan kesal.
"Doni, pilih baju yang bermek," perintah Dewa.
"Baik Tuan. Maaf nona ukuran baju Anda apa?" tanya Doni.
"L."
"Ukuran celana Anda?" tanya Doni lagi.
"38," jawab Michela.
"Hey....ka...kalau itu Aku pilih sendiri saja," ujar Michela dengan wajah memerah karena malu.
"Baik Nona, berapa size sepatu Anda?" tanya Doni.
"Nomor 38," jawab Michela.
"Baik lah, saya akan mencari pakaian yang sesuai untuk Anda," ucap Doni yang kemudian pergi masuk ke dalam.
"Ayo," ajak Dewa.
"Ke mana lagi?" tanya Michela.
Dewa berhenti di tempat salah satu penjual perhiasan.
__ADS_1
"Pilih yang kamu suka," ujar Dewa.
"Heh... Aku hanya seorang pelayan, kenapa malah jadi seperti simpanan?" tanya Michela berbicara dengan suara pelan.
"Kamu bicara apa?" tanya Dewa.
"Eh bukan apa-apa, aku akan memilihnya," ucap Michela cepat sebelum bom waktu di sampingnya itu meledak.
Michela binggung memilihnya, karena dia sendiri belum pernah membeli perhiasan.
"Hm… yang mana ya? Kayaknya yang ini aja deh," ucap Michela memilih salah satu perhiasan yang sangat mungil.
"Ya ini saja Tuan," ucap Michela menunjukkan perhiasan yang ia pilih.
"Baiklah," Dewa mengangguk.
Dewa membayar berlian tersebut menggunakan scan QR di ponselnya.
Setelah selesai. Mereka kembali ke toko sebelah untuk melihat sampai di mana pekerjaan Doni.
"Sudah selesai Tuan, semuanya sudah ada di sini," ucap Doni.
"Baiklah, mampir di restoran sea food," pinta Dewa.
"Baik Tuan," jawab Doni.
Mereka mampir di sebuah restoran, dan memesan beberapa makanan sea food.
Tak berapa lama pelayan pun datang mennyajikan makanan di atas meja.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih