Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Hukuman


__ADS_3

"Dia 'kan bisa panggil tukang pijit," ucap Michela dalam hati


Michela memijitnya dengan mulut komat-kamit, dia bukan baca mantra, tapi sedang mengomel dengan caranya sendiri.


"Apa kamu belum makan sehingga tanganmu tak punya tenaga?" ujar Dewa protes.


Karena Dewa protes, Michela menekannya dengan kuat.


"Kamu ingin mencekikku?" tanya Dewa kesakitan.


Michela kembali memelankan pijatannya dengan wajah sebal.


"Sudahlah, pijitan kamu bikin saya tambah sakit saja," ucap Dewa.


"Siapa suruh minta pijitkan, kenapa ngak sekalian benaran aku cekik dia sampai mati," ucap Michela kesal.


Michela mengomel ketika Dewa masuk keA3.W kamarnya.


Ketika Michela hendak makan, datanglah ART.


"Eh... enak saja, jika mau makan masak sendiri," ucap pelayan tersebut.


Michela memilih diam dan memasak sendiri.


"Kenapa lama sekali?" tanya Dewa.


"Saya harus masak dulu Tuan," jawab Michela.


"Masak? bukannya makan sudah di sediakan oleh pelayan?" tanya Dewa.


"Dia tidak mau makan masakan kami Tuan, dia bilang tidak enak," ujar pelayan tersebut membalikkan fakta.


"Sepertinya memang harus ganti pelayan," jawab Dewa.


"Apa! Tidak begitu Tuan, tidak begitukan Michela," ujar pelayan itu minta pembelaan Michela.

__ADS_1


"Jika kamu tidak mau di pecat, jangan panggil namanya, panggil dia NYONYA," ujar Dewa.


"Apaaa!" Michela kaget.


"Apaa!!" mereka kaget bersamaan.


"Sebutan Nyonya adalah untuk istri keluarga orang kaya, apa jangan-jangan?…" ucap pelayan itu terputus.


"Iya, saya ingin melamarnya," ujar Dewa tersenyum ke arah Michela.


"Ta... tapi Tuan, saya masih kuliah," tolak Michela.


"Banyak mahasiswa yang sudah menikah tapi mereka masih kuliah," ujar Dewa.


"Tapi saya…" ucapan Michela terputus.


"Jika begitu saya akan menikah dengan orang lain saja," ujar Dewa menyipitkan sebelah matanya.


"Saya mau Tuan," ujar pelayan itu dengan suka cita.


"Iya Tuan nikah saja sama mereka," sahut Michela.


"Kamu merelakan saya?" tanya Dewa.


"Jika Tuan berkenan, saya sih iklas saja," ucap Michela dengan entengnya.


"Sepertinya kamu harus di beri hukuman," ujar Dewa mendekati Michela.


Belum sempat Dewa menghampiri Michela, tiba-tiba ponsel Michela berbunyi.


(Nada deringnya suara ngorok Dewa)


Groook… groook… groook…


"Suara ngorok siapa itu?" tanya Dewa seperti mengenali suara tersebut.

__ADS_1


Dewa langsung menyambar ponsel Michela. Nada dering itu berbunyi lagi.


"Ini suara saya 'kan?" tanya Dewa menatap Michela.


"Eh bukan Tuan, itu suara teman saya," ucap Michela berdalih.


"Kamu berbohong ya? Lihat foto profil ponsel kamu, ini foto saya yang tertidur di bak mandi, ya kan?" tanya Dewa memperlihatkan kepada Michela.


"Hehehe... itu buat kenang-kenangan Tuan," jawab Michela menyengir.


"Ternyata kamu diam-diam menyukai saya," ucap Dewa dengan bangganya.


"Astaga! Nyesal aku bikin poto profilnya di ponselku," ujar Michela dalam hati.


"Bahkan poto terjelek saya saja kamu simpan," ucap Dewa memandang fotonya yang sedang ternganga.


"Bukan mau saya simpan, tapi mau saya jual," ujar Michela dalam hati.


"Hukumanmu jadi dua," ujar Dewa.


"Saya salah apa?" tanya Michela memelas.


"Jika orang-orang tau, rusak reputasi saya," jawab Dewa.


"Hukuman? Hukuman apa?" tanya Michela manyun.


"Tidur dengan saya," jawab Dewa dengan entengnya.


"Ogah banget aku, malah aku ngak bisa tidur, karena terlalu waspada," batin Michela memanyunkan mulutnya.


"Boleh, tapi saya tidur di ranjang, Anda tidur di sofa," ujar Michela membuat pilihan.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2