
"Apa yang kamu tunggu lagi," ucap Dewa.
"I-iya," jawab Michela dengan terpaksa mengosok tubuh bagian belakang Dewa.
Michela pun mengosok punggung Dewa, tak berapa lama terdengar suara ngorok.
"Eh, suara apa itu?" tanya Michela seketika berhenti mengosok dan terus mendengar suara tersebut.
Michela pun melirik kiri dan kanan, Michela pun berdiri dan matanya tertuju ke arah wajah Dewa dengan mulut yang terbuka.
"Hihihihihi, ternyata kamu yang sempurna mempunyai sisi buruknya juga awas kamu ya," ucap Michela menyengir berkata dengan suara kecil.
Michela pun lari mengambil gawainya, dan langsung mengambil foto Dewa tertidur dengan mulut terbuka.
Tidak cukup juga, Michela pun merekam suara Dewa yang sedang ngorok.
"Hihihihihi, baru masuk pertama di istana mu, ternyata aku di beri kejutan seperti ini, ini sungguh hadiah yang kau berikan ya," ucap Michela tersenyum.
Dengan jailnya Michela suara ngorok tadi ia bikin nada dering dan foto Dewa tertidur ia buatkan poto profil gawainya.
Michela tertawa terbahak-bahak sehingga membangunkan Dewa.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Dewa.
"Eh, tidak ada," jawab Michela dengan cepat menyimpan gawainya.
Michela pun kembali melanjutkan mengosok punggung Dewa sambil tersenyum menahan tawa.
ia tak berani bersuara, takutnya ia akan keceplosan tawanya
__ADS_1
"Kamu keluarlah," ucap Dewa.
Michela mengangguk lalu mundur kebelakang dan langsung lari masuk dalam kamarnya lalu mengunci pintu.
Ia pun tertawa cekikikan tiada henti-hentinya, sambil terguling-guling di kasurnya dan ia bunyikan lagi suara ngorok Dewa, tanpa di sadari Michela mengompol karena keasikan tertawa.
Michela masuk ke dalam kamar mandi dan ia pun langsung mandi.
"Hhahahaha, sungguh luar biasa, kalau ku jual laku berapa ini?" tanya Michela berpikir.
"Jangan kan foto seksinya foto ngoroknya pun akan mahal," ucap Michela.
Para pelayan menyediakan makanan di atas meja, tugas Michela adalah menyediakan makanan di dalam piring Dewa.
"Apa ada yang lucu?" tanya Dewa karena tadi Dewa melihat Michela senyam senyum.
"Ah tidak tuan," ucap Michela kembali ke wajah datarnya.
"Ha?" Michela binggung.
"Apa yang kamu lakukan? Suapi aku," ulang Dewa.
"Eh, baiklah," ucap Michela menurut.
Michela pun mulai menyuapi Dewa dengan tangan gemetar, karena seumur hidupnya baru pertama kali ini ia menyuapi orang, apa lagi ini adalah orang asing.
"Ada apa dengan mu? Kenapa kamu gemetar?" tanya Dewa menekuk alisnya
"Ah ma-maaf Tuan," ucap Michela.
__ADS_1
Michela pun berusaha mengimbangi tangannya agar tidak gemetaran lagi.
"Lambat," ucap Dewa. Dewa pun memegangi tangan Michela dan memasukan nasi ke mulutnya sendiri.
"Ayo lakukan dengan baik," perintah Dewa.
"I-iya," ucap Michela. Ia bpun menyuapi Dewa lagi, syukurlah, beransur-ansur dia tidak gugup lagi.
Setelah selesai makan.
"Lain kali lakukan dengan baik," ucap Dewa.
"I-iya, Tuan" jawab Michela mengangguk kepala mengerti.
"Iya tuan yang menjengkelkan," ucap Michela dalam hati.
Michela pun makan setelah Dewa masuk ke kamarnya. Datanglah dua orang ART mendekati Michela.
"Hey, kamu orang baru, selesai makan bersihkan mejanya," ucap ART tersebut.
"Ya," jawab Michela singkat.
"Sekalian cuci piring dan beres-beres dapur sampai bersih dan kinclong," ucap ART yang lain.
"Jika di suruh membersihkan mejanya aku mau tapi, membereskan semua isi dapur itu bukan pekerjaanku," tolak Michela.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih