Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Di kurung


__ADS_3

Mereka jambak-jambakan. Michela menarik rambut Mona dan Mona juga menjambak rambut Michela. Yang lebih mirisnya, tidak ada yang memisahkan mereka, justru anak-anak memvideokan mereka untuk konten.


"Berhenti!" teriak salah satu dosen mendatangi mereka berdua.


Michela dan Mona berhenti tapi mereka masih menjambak rambut lawannya.


"Jika kalian tidak berhenti saya akan mengirim SP kepada orang tua kalian," ancam dosen tersebut.


Michela dan Mona menarik kembali tangannya.


"Ikut ke ruangan saya sekarang," ujar Dosen tersebut.


Michela dan Mona mengikuti Dosen tersebut dengan wajah dendam satu sama lainnya.


"Apa kalian tau apa yang telah kalian lakukan adalah tindakan tak terpuji. Sebagai balasannya, kalian berdua membersihkan toilet," perintah dosen tersebut.


"Tapi pak, dia duluan," ujar Michela membela diri.


"Dia duluan pak," ujar Mona tak mau kalah.


"Cukup! kalian berdua kerjakan saja," perintah dosen tersebut.


Mau tak mau mereka berdua mengerjakannya meski dengan wajah kesal.


Setelah sepulang kuliah Michela langsung nyelonong pulang kerumah Dewa karena ia mau mengambil barangnya yang tertinggal.


"Hey! Itu Michela," ujar salah satu ART yang melihat Michela datang.

__ADS_1


"Ayo kita langsung tangkap dia dan langsung memasukan dia keruang kosong seperti di perintahkan si Diana itu," ujar ART yang lain.


Kedua ART itu mengendap-endap saat melihat Michela masuk dalam kamar.


Berhubungan Michela tidak sadar ia langsung di tarik kedua ART itu dan langsung memasukannya keruang kosong.


"Hey... apa yang kalian lakukan, buka pintunya!" teriak Michela.


"Membusuklah kamu di sana!" teriak ART tersebut tertawa penuh dengan kemenangan.


"Hey apa salahku sehingga kalian buat aku seperti ini!" teriak Michela.


"Salah? tentu saja kamu bersalah, kenapa kamu lebih di perhatikan oleh Tuan ketimbang kami, sejak kamu datang, rumah ini bagaikan kuburan, dan dengan bangganya kamu memamerkan kemesraan dengan Tuan, apa kamu pikir kami tak punya perasaan?" jawab ART tersebut.


"Hey... siapa yang mau pamer, aku juga ogah dekat sama dia," jawab Michela.


"Siapa juga yang mau kerja di sini, dia yang mencariku dan memaksaku untuk kerja di sini," jawab Michela.


"Kalau begitu, kamu bicara dengan Tuan jika kamu tak mau kerja di sini," ujar Michela.


"Oke, keluarkan dulu aku," pinta Michela.


"Aku akan mengeluarkanmu jika Tuan sudah pulang," ucap ART itu.


"Apaaa!! Kau ingin memngurungku seminggu lagi?" tanya Michela geram.


"Terima saja nasibmu, ini juga perintah dari sekretaris Diana," jawab Teman ART itu.

__ADS_1


"Apa? Sekretaris Diana juga terlibat?" tanya Michela tak percaya.


Mereka berdua pun pergi sambil tertawa.


"Hey... buka pintunya, oh ya ponsel aku harus menelpon Doni," ucap Michela.


Ketika Michela hendak menelpon Doni, sayangnya ponselnya habis batre.


"Arrrggg... apa yang harus aku lakukan? Seseorang di luar sana, aku ada di dalam, tolong buka pintunya jika kalian mendengarkan suaraku, tolong bukakan!" teriak Michela.


Namun tak seorangpun melewati ruangan tersebut karena ruangan kosong ini terletak di ujung rumah.


Malam sudah tiba, Michela badannya lemas karena belum ada yang masuk makanan ketubuhnya.


Pintu terbuka ternyata kedua ART itu datang.


"Nih makan," ujar ART tersebut.


ART melempar piring berisi nasi dan lauk, ternyata itu makanan tadi pagi yang sudah hampir basi.


Kedua ART itu kembali menutup pintu.


Mau tak mau Michela memakannya, karena perutnya sudah sangat lapar.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2