
"Ehem… Tuan bisakah kami foto bersama Anda?" tanya salah satu karyawan mendekati Dewa.
"Maaf, saya tidak bisa mempublisakan wajah saya di sini," ucap Dewa.
"Jika begitu, bolehkah kami minta tanda tangan Anda?" tanya Karyawan itu lagi.
"Jika TTD saya bisa memberinya," ucap Dewa.
para karyawan itu berlarian mencari pena dan buku dan mereka juga mengambil baju ganti mereka agar bisa di TTD oleh Dewa.
"Ini Tuan Dewa, tolong TTD di baju ini," ucap karyawan itu dan mereka berdesakan berharap bisa mendapat TTD-nya yang berharga itu bahkan para pembeli tak di layani oleh mereka.
"Baju ini sangat cocok untuk Nona," ucap karyawan itu menyerahkan baju dress warna abu-abu.
"Terima kasih, akan aku coba," ucap Michela menerima baju tersebut dan masuk ke ruang ganti.
Setelah ia mengenakanya, Michela pun keluar dari ruang ganti, namun ia tak melihat karyawan itu di sana.
Michela pun pergi mencarinya, namun yang ia lihat karyawan tersebut sedang ikut berkerumun.
__ADS_1
"Ada keramaian apa itu?" tanya Michela penasaran. Ia pun pergi mendekati kerumunan itu.
Ternyata yang ia lihat, Dewa yang sedang di kerumuni yang sedang menanda tangani buku, baju, dan lain-lain.
"Apa dia seperti madu sampai di keeumuni begitu?" tanya Michela mengankat aliasnya.
"Menunggu dia selesai lebih baik aku pergi melihat-lihat dulu," ucap Michela pergi untuk berkeliling butik tersebut.
"Hm… harga baju di sini sang fantastic ya, waw… bahkan ada seharga 500 juta, baju apa'an sampai semahal ini?" tanya Michela mengeleng, rasanya tak masuk akal hanya baju harganya selangit.
"Oh iya, jadi harga baju ini berapa ya?" tanya Michela melihat nilai harga yang tergantung di belakangnya.
"Oh my God, gila! Ini baju mahal banget, hehehe… apa habisku pakai, aku jual saja baju ini ya," ucap Michela melihat harga bajunya yaitu 65 juta.
"Kamu ke mana aja, di cariin kok menghilang," ucap Dewa.
"Bukan aku yang menghilang, Anda yang masih sibuk dengan fans Anda, aku hanya bosan dan ingin berkeliling saja," ucap Michela.
"Ya udah, ayo cepat masuk mobil," ucap Dewa menarik tangan Michela. Michela tampak manyun dan kesal.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Doni pun kembali melajukan mobilnya menuju capil.
Michela tiba-tiba saja menyengir. "Hehehe… kenapa aku nggak kepikiran ya, aku bisa minta ttd Dewa sebanyak-banyaknya lalu menjualnya, pasti aku punya uang sampingan," ucap Michela dalam hati menyengir.
"Apa yang kamu senyumkan?" tanya Dewa meletakan tanganya di pundak Michela lalu memeluknya.
Michela menatap Dewa setengah kesal. "Lepaskan tangan Anda, aku bisa sesak nafas," ucap Michela mengangkat tangan Dewa.
"Biarkan aku istirahat sebentar, aku sangat lelah," ucap Dewa baring di pangkuan Michela dan memejamkan matanya.
"Lelah habis tanda tangan tadi? Kenapa tidak baring di pangkuan dan minta pijit saja sama mereka sana, aku bahkan tidak ada satu pun ttdnya untuk ku jual, kenapa dia mengadunya denganku," omel Michela dalam hati.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di tempat lokasinya.
"Sudah sampai Tuan," ucap Doni.
"Oh baiklah, mari calon istriku, kita akan resmikan hubungan ini," ucap Dewa mengulurkan tangannya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih