Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Di antar ke kampus


__ADS_3

"Gimana ni, aku harus bersiap-siap ke kampus, dan ni orang tangannya aja berat banget seperti batu, apa lagi tubuhnya. Michela apa yang kamu pikirkan? Sadar Michela," ucap Michela dalam hati sambil menepuk pipinya.


"Hm… Bagaimana aku tidak berpikir aneh-aneh, sedangkan dia bertelanjang dada begitu," ucap Michela melihat dada Dewa.


Dewa pun melepaskan pelukannya dan berkata. "Lain kali kau harus menemanin ku tidur," ucap Dewa.


"Apa!" teriak Michela kaget. "Ta... tapi apa boleh saya tidurnya di bawah, bukan seranjang dengan anda?" tanya Michela gugup.


"Akan aku pikirkan nanti," ucap Dewa bangun dari tempat tidurnya.


"Nanti? Aku inginnya jawaban sekarang," ucap Michela dalam hati dengan kesal.


Para pelayan sudah menyediakan makanan di atas meja.


Michela langsung lari ke kamarnya dan ia pun segera mandi.


"Pria itu sungguh pintar merayu wanita," sungut Michela sambil mengosok tubuhnya dengan sabun.


"Silakan di nikmati Tuan," ucap pelayan itu.


Dewa mengangguk. "Michela sajikan makanan untukku," perintah Dewa.


"Baik Tuan," ucap Michela.


Michela pun menyajikan sarapan untuk Tuannya.


"Untuk apa kamu berdiri, sana sarapan," ucap Dewa.


"Eh i-iya," angguk Michela canggung. Dewa pun memakannya dengan lahap.


"Hari ini Kamu akan kuliahkan?" tanya Dewa menyeka mulutnya dengan tissu.

__ADS_1


"I-iya Tuan," jawab Michela mengangguk.


"Hari ini aku yang antar," ucap Dewa.


"Eh, tidak usah," tolak Michela cepat.


"Kenapa? Tadi malam Kau tidak memberi tahu temanmu dan hari ini tidak boleh mengantarmu, apa aku sebegitu memalukan?" tanya Dewa.


"Bukan begitu Tuan, tapi Tuan sangat sibuk, bagaimana mungkin punya waktu untuk mengantarku," ucap Michela beralasan.


"Karena hari ini pertamamu bekerja di rumah ku, jadi aku harus mengantarmu berangkat kuliah," ucap Dewa.


"Eh tapi…"


"Tidak ada tapi, cepat sana siap," perintah Dewa.


Michela langsung balik badan dan pergi.


"Dasar pengoda," bisik ART itu memandang Michela dengan sinis.


"Tenang saja, Kita punya waktu untuk mencari ide untuk membuatnya tidak betah di sini," jawab ART yang lain.


"Aku sudah siap Tuan," ucap Michela.


Dewa pun melangkahkan kaki ke mobil dan di ikuti Michela.


"Ke kampus," ucap Dewa.


"Siap Tuan," jawab sang supir. Perlahan-lahan mobil pun melaju meninggalkan kediaman Dewa.


Tetapi di perjalanan Michela. hanya terdiam, sedangkan Dewa mengerjakan pekerjaannya.

__ADS_1


"Setelah pulang kuliah, Kita kemall," ucap Dewa tiba-tiba.


"Eh, untuk apa?" tanya Michela heran.


"Lihat saja nanti," ucap Dewa. Michela pun akhirnya memilih diam kembali.


Sang supir tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil.


Tak terasa hampir sampai di kampus.


"Stop... stop... berhenti di sini saja," pinta Michela.


Sang supir pun memelankan laju kendaraannya lalu menepi dan memberhentiian mobilnya.


"Maaf aku turun di sini saja, ada beberapa hal yang harus aku lakukan," ucap Michela buru-buru.


Michela langsung membuka pintu mobilnya dan menyelonong pergi.


"Apa dia setakut itu padaku hingga larinya sangat kencang?" tanyya Dewa.


"Mungkin Dia tidak mau anak-anak yang lain melihatnya turun dari mobilmu tuan," jawab Sang supir.


"Apa sebegitu memalukankah diri?" tanya Dewa.


"Bukan begitu Tuan muda,


Dia hanya tidak mau banyak menimbulkan masalah untuknya," ucap sang supir.


"Apa aku membuat masalah untuknya?" tanya Dewa tak terima.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2