Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Seranjang dengannya.


__ADS_3

"Kamu banyak omong sih, ayo bersihkan, sebelum tuan Dewa datang," ucap ART tersebut.


Saat itu Dewa turun. "Ada apa?" tanya Dewa.


"Tidak ada apa-apa tuan," ucap ART itu ketakutan.


"Michela, masuk kamar denganku sekarang," perintah Dewa.


"Oh baiklah," angguk Michela.


"Beruntung kamu hari ini, bersiap-siaplah kamu esok," ucap ART itu mendendam.


Mereka berdua pun mulai membersihkan dapur.


Michela mengetuk pintu.


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk," perintah Dewa.


Michela pun masuk ke dalam kamar Dewa dengan hati-hati.


"Tolong pijit kakiku, aku ingin tidur," perintah Dewa.


"Kamu pikir cuma kamu yang perlu istrahat, aku juga tau, mana besok harus berkuliah lagi," kata revi dalam hati.


Ketika Michela memijat kaki Dewa, ponsel milik Michela pun berbunyi suara ngorok.


"Aku seperti mengenal suara itu, tapi di mana ya?" tanya Dewa dalam hati.


"Maaf Tuan, aku angkat telponya dulu," ucap Michela.

__ADS_1


"3 menit," ucap Dewa.


"Baiklah," angguk Michela setuju.


Dewa berusaha mengingat ingatnya, namun kembali lagi untuk apa di pikirkan, terserah dia mau meletakan nada dering apa.


"Halo," jawab Michela.


"Kamu di mana sekarang?" tanya Rona.


"Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus berbohong dengan Rona?" tanya Michela dalam hati.


"Aku… aku di rumah," jawab Michela.


"Aku ke rumah kamu sekarang ya," ucap Rona.


"Eh jangan, sekarang aku… aku… aku mengantuk dan tidur sekarang," ucap Michela.


"Kenapa? aku juga bisa tidur di rumahmu," ucap Rona.


"Begitu ya, baiklah jika begitu, aku tutup telpon dulu," ucap Rona.


"Iya," jawab Michela.


"Hhuhhfftt... mungkin, hari ini aku selamat, tapi ngak ada lain kali lagi, gimana aku memberinya alasan, atau aku jujur saja," ucap Michela di lema.


"Jujur saja," ucap Dewa menjawabnya dari belakang membuat Michela terkejut.


"Kenapa bingung, apa kamu malu tinggal disini sehingga menyembunyikannya dari dia," ucap Dewa.


"Bukan… bukan itu maksudku… tapi…" ucap Michela terputus.


"Ya sudah, ayo kembali," perintah Dewa.


"Baik Tuan," jawab Michela manyun.

__ADS_1


Ketika ponselnya berbunyi, Michela sempat ingin tertawa, untungnya dia bisa menahan tawanya.


Dewa pun tertidur ketika di pijit oleh Michela, tak berapa lama Michela mulai ngantuk, ia memijatnya dengan mata terpejam dan tak lama kemudian Michela pun tertidur.


Michela tak sadar ia bisa tidur di tepi ranjang Dewa.


Dewa terbangun, diliriknya wajah Michela yang tertidur pulas, dan kemudian mengangkatnya naik keranjang. Dewa pun tidur sambil memeluk Michela.


xxx


Di pagi yang cerah, sinar-sinar mata hari remang terlihat di jendela yang tertutup dengan tirai putih.


"Berat banget, apa yang menimpa ku ini?" tanya Michela merasa keberatan.


Ia pun melirik kesamping. Astaga, hampir saja ia menjerit membangunkan Dewa, dan Michela pun langsung memeriksa pakaiannya, dan syukurlah semuanya masih lengkap.


Perlahan lahan Michela menyingkirkan tangan Dewa dari tubuhnya, namun sangatlah berat.


Ketika berhasil tersingkirkan, tapi kembali Dewa memeluknya dengan erat.


"Astaga!! Kenapa orang ini tidurnya seperti babi," ucap Michela kesal.


"Siapa yang kau katai babi? Kau mengataiku?" tanya Dewa.


"Astaga ternyata dia sudah bangun," ucap Michela kaget dalam hati.


"I… itu… Aku… aku ingin keluar sekarang," ucap Michela gugup.


"Sebentar lagi, biarkan Aku memeluk mu," ucap Dewa mengeratkan pelukannya.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2