Di Kejar Cinta Bos CEO

Di Kejar Cinta Bos CEO
Ke makam ibu


__ADS_3

Michela malah menyengir.


Tak lama kemudian kemudian mereka pun sampai di sana, Michela turun dari mobil yang di ikuti Dewa.


Saat sampai Michela di depan makam, ia berdiri sambil menatapnya makam itu.


Michela pelan-pelan berjongkok lalu membuang dedaunan kering yang yang menutupi makam tersebut.


Michela meletakkan bung tersebut sambil memegang batu pusaran yang tertulis nama seseorang.


Tiba-tiba saja air mata Michela menetes di tanah makam itu. Ia mengusap batu pusaran itu.


"Ibu, Andai saja Ibu masih ada, aku tidak akan seperti ini, Hanya ibu yang paling menyayangiku, ibu… aku sangat rindu padamu, aku sangat ingin bertemu dengan ibu, meskipun hanya di dalam mimpi, ibu…" Michela menangis sampai terisak-isak sambil memeluk batu pusaran itu.


Dewa ikut berjongkok lalu merangkul pundak Michela.


"Ibu, aku Dewa Ginanjar datang bersama Michela melihat ibu, maaf ibu jika aku menikahi anak ibu tanpa permisi dengan ibu terlebih dahulu, tapi ibu tenang saja di alam sana, aku pasti akan membahagiakan Michela karena aku sangat mencintainya, dia adalah wanita satu-satunya yang ingin ku nikahi" ucap Dewa serius.

__ADS_1


Michela menatap Dewa dengan tatapan terpana. "Apa… apa aku harus membuka hatiku untuknya? Apa benar-benar serius mengatakan itu di depan makam ibuku?" tanya Michela.


Dewa menyapu tanah di makam itu lalu melihat ke arah Michela sambil tersenyum.


"Percayalah padaku, di depan makam ibumu aku bersumpah hanya mencintaimu apa pun yang terjadi, tidak ada yang memisahkan kita selain takdir," ucap Dewa serius.


Michela terpaku menatap Dewa sehingga matanya tak berkedip, jantungnya berdetak kencang dan pikirannya entah ke mana-mana.


Dewa memeluk Michela erat. "Aku janji Michela, aku akan membahagiakanmu, jadi tolong, jangan menghindar, jadilah layaknya suami istri semestinya, jangan sembunyikan pernikahan ini, aku ingin kita menjadi pasangan normal seperti yang lainnya," ucap Dewa.


Michela perlahan-lahan mengangkat tangannya lalu memeluk Dewa.


"Terima kasih sayang," ucap Dewa senang, ia mencium rambut Michela.


"Ibu, aku pulang dulu, aku pasti akan melihat ibu nanti, berbahagialah ibu di sana, karena aku juga akan bahagia," ucap Michela pamit. sebelum pergi, Michela mencium batu pusaran ibunya dan perlahan-lahan meninggalkan pemakaman tersebut.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, perlahan-lahan mobil Dewa pun melaju di jalanan.

__ADS_1


Dewa menggenggam tangan Michela. "Tolong jangan khawatir aku meninggalkanmu, aku 'kan sudah berjanji dengan ibumu akan menjaga dan membahagiakanmu," ujar Dewa.


"Baiklah, aku percaya kali ini, jika kau berani menyakitiku aku akan suruh raja neraka untuk menghukum mu seberat mungkin," ucap Michela.


Dewa tersenyum. "Aku tidak akan menyakiti istriku yang cantik ini, wanita yang sangat jarang di temukan, istriku adalah pahlawan penyelamat wanita yang tertindas," ucap Dewa sambil tertawa.


Michela langsung manyun, ia sangat malu jika di ingat-ingat lagi kejadian itu, ia sangat ingin melupakannya.


Malam pun tiba, Mereka berdua masih di dalam mobil sambil menyusuri jalan.


"Hm… bagaimana jika kita ke taman hiburan," saran Michela.


"Baiklah, anggap saja ini adalah kencan pertama kita," ucap Dewa melajukan mobilnya menuju taman hiburan.


"Hihihi, ternyata dia seorang CEO besar tenyata mau juga di ajak ke taman hiburan," ucap Michela dalam hati.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2