
Karena bosan Michela keluar dari kamar mandi.
"Eh… Tuan maaih di sini?" tanya Michela.
"Tentu saja, apa kau mengusirku?" tanya Dewa.
"Bukan begitu, Tuan ada berkas yang akan tuan periksa," ucap Michela tersenyum.
"Oh itu akan saya kerjakan nanti malam. Karena saya telah menemanimu hari ini jadi temani saya nanti," ucap Dewa.
"Hey! Hey! Siapa yang ingin minta di temanimu," ujar Michela dalam hati menyunggingkan senyumnya.
"Kamarmu sangat jelek, pindah ke sebelah kamarku," ujar Dewa melihat sekeliling kamar Michela.
"Di sini saja sudah nyaman," ucap Michela.
"Apa kamu menolaknya? Bagaimana pindah ke kamarku saja?" saran Dewa.
"Astaga! Ini orang memberi pilihan buruk untukku," gerutu Michela.
"Baiklah saya pindah ke kamar sebelah," ujar Michela dengan terpaksa.
"Bereskan barang-barangmu," perintah Dewa.
"Iya Tuan," jawab Michela dengan berat hati.
Setelah selesai membereskan barangnya, Mchela mengikuti Dewa dari belakang dan menunjukkan kamarnya.
Ketika Michela membuka pintu kamar.
"Waaaah… Ini kamar kayak kamar tuan putri, cantik sekali," ujar Michela tersenyum.
"Apa kami suka?" tanya Dewa.
"Suka," jawab Michela kagum.
"Mendengar dari ucapanmu sepertinya kamu tidak menyukainya," ucap Dewa seketika wajah Michela berubah.
__ADS_1
"Ayo pindah ke kamarku saja," ucap Dewa.
"Eh, tidak Tuan, saya di sini saja," tolak Michel.
"Susun barangmu dan langsung ke bawah makan, terus temani saya mengurus dokumen," ujar Dewa.
"Baik Tuan," jawab Michela menurut.
Michela pun selesai membereskan barangnya dan langsung turun ke meja makan.
Michela melihat Dewa makan sendiri tanpa minta di suapkan lagi.
"Berhubungan dia sedang makan dengan lahap, kalau gitu aku mencari makan di dapur," ucap Michela
"Mau ke mana kamu, ayo makan sini," ajak Dewa.
Michela berbalik badan dan menuju meja makan. Michela mengambil piring dan makan dengan pelan
"Cepat sedikit makanya, ikut aku ke kamar," ucap Dewa.
"Baik Tuan," jawab Michela menurut.
"Ini berkas saya coba periksa," perintah Dewa.
"Tapi… bagaimana saya melakukannya?" tanya Michela ragu-ragu.
"Kamu anak kuliahan, apa baca aja kamu tak bisa?" ejak Dewa.
"Iya," jawab Michela manyun.
Michela diam-diam melihat Dewa yang sedang serius bekerja.
"Apa dia kelelahan?" tanya Michela.
"Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Dewa tersenyum.
"Eh nggak, aku melihat dinding di sana itu," jawab Michela dengan cepat.
__ADS_1
"Aku lupa jika orang ini sangat narsis," ucap Michela dalam hati sambil manyun.
"Ayo kerjakan dengan benar," perintah Dewa.
"Iya, baiklah," jawab Michela.
Michela mengerjakan pekerjaan yang di suruh Dewa hingga Michela tertidur.
Saat melihat Muchela tertidur pulas, Dewa mengelus kepala Michela.
"Saat tertidur pulas, malah seperti kelinci kecil yang imut," ucap Dewa tersenyum.
Dewa menangkat tubuh Michela ke ranjangnya lalu memeluknya.
"Selamat malam kelinci kecil," ucap Dewa mencium kening Michela.
Mereka berdua pun tertidur pulas.
xxx
Ke esokan paginya.
Saat Michela bangun, ia membuka matanya, ternyata Dewa tidur di sampingnya.
"Aaaaaaaa…" terika Michela.
Dewa terbangun mendengar jeritan Michela. Michela memukul-mukul Dewa dengan bantal.
Dewa mengambil bantal tersebut dan membuangnya, ia pun memeluk Michela.
Michela diam tak bergerak.
"Astaga bagaimana ini? apa dia mau melakukan sesuatu yang buruk?" tanya Nichela dapam hati.
"I-itu Tuan, saya ingin berangkat kuliah dulu," ujar Michela.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih