DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 21


__ADS_3

"Dimana Natasha? Apakah bibi tahu, di mana Natasha? Kenapa di kamar tidak ada?" tanya Waode yang saat ini mencari keberadaan Natasha. Di kamarnya Waode tidak menemukan istri muda nya itu. Sejak Waode pulang dan kembali dari kantor, dia tidak mendapati istri mudanya itu menyambut dirinya.


"Nyonya muda, eh nyonya muda tadi... tadi saya melihat nya di... di... " sahut bibi Mariati mulai menjalankan kebohongan nya.


"Di mana bibi melihat Natasha?" tanya Waode sudah tidak sabaran.


"Tapi janji tuan besar jangan marah yah!" sahut bibi Mariati.


"Kenapa saya harus marah? Ayo katakan saja di mana istri kesayangan ku itu!" ucap Waode.


"Tadi saya melihat nyonya muda masuk ke kamar tuan muda sejak dari siang hari, tuan besar. Tuan besar boleh percaya atau tidak dengan cerita saya kalau nyonya muda berusaha menggoda tuan muda. Bahkan tadi saat masuk ke dalam kamar tuan muda hanya mengenakan handuk saja dan seolah-olah ingin membuat tuan muda terpancing dengan keseksian nyonya muda," ucap bibi Mariati.


"Hahaha, kamu kok suka sekali mengarang cerita sih? Apakah kamu ini suka membuat novel atau cerpen? Pandai sekali kamu menyampaikan berita penuh kebohongan dengan aku. Bibi! Bibi! Maksud bibi apa dengan menyampaikan hal seperti ini. Menjelekkan Natasha supaya aku membenci dan lalu menceraikan nya?" tuduh Waode.


"Eh? Tidak, tidak tian besar! Ya sudah kalau tuan besar tidak percaya. Lebih baik tuan besar bisa mengecek nya sendiri. Apakah benar semua yang saya sampaikan pada tuan besar," kata bibi Mariati. Waode menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Akhirnya Waode meninggalkan bibi Mariati yang masih berdiri mematung di ruang dapur.


"Tuan besar pasti ingin tahu kebenarannya dari kata-kata yang aku sampaikan," gumam bibi Mariati.


"Aku pastikan kalau nyonya muda akan habis riwayatnya menjadi istri dari tuan besar. Sebentar lagi nyonya besar, nyonya Martha akan menjadi satu-satunya istri tuan Waode. Semoga rumah ini akan kembali tenang dan damai tanpa ada lagi wanita-wanita lain selain nyonya Martha," gumam bibi Mariati.


Bibi Mariati kini menyusul tuan Waode ke kamar Gabriel. Adegan yang dinantikan oleh bibi Mariati tidak akan dia lewatkan yaitu tuan Waode memergoki Natasha berusaha menghina Gabriel.

__ADS_1


"Aku benar-benar ingin melihat ekspresi wajah nyonya muda saat di usir dari rumah ini karena telah melakukan pengkhianatan pada suami nya," gumam bibi Mariati dengan tersenyum seringai nya.


*****


Di saat posisi Natasha di atas tubuh Gabriel itu. Dari luar Waode mendobrak pintu kamar Gabriel. Kini Gabriel yang awalnya sangat menikmati permainan, akhirnya pura-pura seperti diperkosa atau dipaksa oleh mama tiri nya. 


"Mama jangan lakukan ini ma!" teriak Gabriel dengan kemampuan akting nya. 


"Natasha!??? Dasar wanita jaaaalang!! Biadab! Baaajingan!! Hari ini juga aku akan menceraikan kamu, Natasha!!!" ucap Waode disertai dengan amarah yang meluap. Sedangkan Natasha yang masih dipengaruhi obat yang mengandung afrodisiak hanya linglung dengan situasi yang terjadi. Yang ada dalam pikiran nya hanya *** dan *** saja. Sedangkan Natasha belum menuntaskan hasrat nya yang membuncah. 


"Papa, tolong aku!!! Aku dipaksa oleh mama!" ucap Gabriel dengan dramanya. 


"Dia bukan lagi istriku! Dia bukan mama tiri kamu lagi! Mulai sekarang dia aku cerai kan!" sahut Waode.


*****


Setelah kejadian itu di mana Waode melihat dengan mata kepala sendiri istri muda nya sedang menggoda putra nya, Natasha diceraikan dan diusir dari rumah itu. Waode benar-benar sangat terkejut dengan semua yang sudah ia lihat. Dirinya tentu saja tidak pernah menyangka jika istri mudanya akan mengkhianati dirinya. Dan yang lebih parah lagi istri muda nya itu menggoda anak kandung nya sendiri.


Di dalam kamar itu Waode sudah menghabiskan batang rokok yang sudah ia hisapnya. Sudah sangat lama dirinya tidak minum-minuman beralkohol, kini Waode kembali meminum minuman itu. Kali ini Waode sampai meracau tidak jelas karena mabok.


"Natasha! Kenapa kamu mengkhianati aku sayang? Kenapa kamu menggoda Gabriel putra ku? Kenapa, sayang?" ucap Waode. Kembali dia menenggak minuman itu sampai habis tak bersisa. Kembali Waode meratapi nasib nya yang sekarang ini merasakan kesepian tanpa ada lagi Natasha yang bisa menghibur dirinya.


"Natasha, kamu di mana sayang? Kamu saat ini sudah makan belum, sayang?" ucap Waode sesekali tersenyum dan sesekali tertawa.

__ADS_1


"Natasha!!" teriak Waode.


Prank.


Prank.


Waode memecahkan botol minuman beralkohol itu. Hingga suaranya terdengar sampai di luar kamar. Gabriel yang saat ini sedang berada di dalam kamar nya menghambur keluar kamar. Dia segera ke. kamar papa nya yang kebetulan saja pintu kamarnya tidak dikunci dari dalam.


"Papa!?" ucap Gabriel. Kini Gabriel mulai menyingkirkan beberapa botol minuman yang beralkohol itu dari jangkauan papa nya.


"Papa, kenapa jadi seperti ini sih? Kenapa mabok lagi, pa?" ujar Gabriel. Kini Gabriel memapah papa nya ke atas tempat tidur. Dia melepaskan kemeja yang masih melekat di badannya yang berbau minuman beralkohol itu.


"Natasha! Kenapa kamu bercinta dengan Gabriel, putraku. Apakah aku sebagai suami kurang memberikan kamu nafkah batin itu? Natasha!???" racau Waode.


"Dada ku rasanya sangat sesak sekali jika harus mengingat kejadian itu. Tapi semua aku lakukan demi mama. Aku harus menyingkirkan Natasha dari kehidupan papa dan juga di dalam rumah ini. Aku mungkin salah karena akulah yang membuat Natasha menjadi gila dan dikendalikan oleh obat afrodisiak itu. Maafkan aku papa! Maafkan aku Natasha. Semoga setelah ini papa dan juga Natasha bisa menemukan kebahagiaan nya," pikir Gabriel sambil membasuh wajah papa nya dengan handuk basah.


"Papa benar-benar sangat mencintai Natasha. Aku lah yang membuat papa menjadi seperti ini. Tapi ketika aku harus melihat keadaan mama ku sendiri. Aku juga merasakan sakit hati. Karena papa sudah tidak memperdulikan mama lagi. Apakah aku salah? Maafkan aku papa! Maafkan aku Natasha!" batin Gabriel sambil menatap penuh iba papa nya yang kini sudah tidur pulas karena banyak minum minuman beralkohol itu.


"Apakah aku harus mencari Natasha? Dimana dia sekarang? Apakah dia kembali ke rumah orang tua nya?" batin Gabriel.


Gabriel keluar dari kamar papa nya setelah memastikan kalau papa nya sudah dalam keadaan tertidur pulas. Kini Gabriel mulai. risau dan merasa bersalah.


"Benar! Rumah ini menjadi sepi. Suara tawa mama tiri ku itu membuat aku rindu. Jangankan aku, papa saja juga sangat rindu dengan wanita itu. Apalagi sebelum kepergian nya, Natasha sangat dekat dengan aku. Bahkan aku telah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan itu. Natasha sangat cantik dan juga wangi," gumam Gabriel yang tiba-tiba menjadi teringat akan kejadian saat Natasha begitu intim dengan dirinya.

__ADS_1


"Ah, aku jadi gila bila harus mengingat nya," gumam Gabriel seraya menutup wajahnya dengan bantal.


__ADS_2