DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 40


__ADS_3

Lihat wajahku, Vero! Jangan sekali-kali kamu menghayal bermain dengan Gabriel! Ingat, Gabriel adalah putra ku! Gabriel darah daging ku! Bukan anak Waode. Dia darah daging ku! Dan kamu adalah istriku! Haram kamu menggoda lagi putra ku. Ingat itu, Vero!" ucap Pras tegas. 


Saat ini Vero mendongak ke atas. Menatap Pras yang galak. Benar! Biasanya dia lembut memperlakukan dirinya. Bahkan kata-kata kasar pun dilontarkan bukan karena marah. Melainkan hanya candaan saja. Tapi sekarang yang dihadapi adalah Pras seperti menghadapi karyawan-karyawan nya yang bekerja dengan nya. 


"Maaf, mas! Aku tidak berani lagi! Aku baru tahu kalau Gabriel adalah putra kamu, mas!" ucap Vero sendu. Dia benar-benar tidak berani lagi menggoda Gabriel lagi. Bahkan untuk kembali dekat dengan Gabriel, Vero akan berpikir seribu kali lagi. 


"Ya sudah, bangunlah! Maafkan aku! Aku juga tidak ingin keluarga kita menjadi keluarga sampah yang tidak ubahnya seperti binatang yang tidak memandang anak dan orang tua," kata Pras seraya memeluk istri mudanya dengan penuh kasih sayang. 


"Mas, ayo kita pulang saja mas!" rengek Vero. Saat ini waktu sudah mendekati subuh. Dan mereka belum juga tidur di rumah Waode.


"Baiklah, kita pulang! Biar nanti penjaga rumah yang menyampaikan kalau kita sudah pulang," kata Pras. Vero dan juga Pras kini mulai merapikan pakaian nya. Dan mereka mulai keluar dari kamar itu dan hendak meninggalkan rumah Waode yang di depan ada beberapa orang penjaga keamanan yang bertugas.


"Biar aku saja yang nyetir mobilnya mas! Mas Pras tadi habis minum kan? Lagi pula sejak tadi belum istirahat dan tidur. Sedangkan aku sudah walaupun sebentar," ucap Vero. Pras menuruti apa kata Vero. Kini Pras duduk di sebelah tempat duduk kemudi dan Vero lah yang kini mengemudi kan mobil itu kembali ke kediaman utama mereka.


*****

__ADS_1


Vero menghentikan mobilnya setelah berada di halaman rumah kediaman utama Pras. Pras terlihat sudah tidur terlelap di dalam mobilnya. Vero pun takut untuk membangun kan Pras yang sudah terdengar mendengkur. Vero akhirnya tetap berada di dalam mobil itu sampai Pras terbangun dari tidurnya.


"Nyenyak banget tidurnya, mas Pras. Masak bobok di sini sih? Enggak enak banget kalau bobok di dalam mobil. Tapi tidak mungkin kan, kalau aku harus membangunkan mas Pras yang tidur nya sangat pulas banget," gumam Vero. Kini akhirnya, Vero tertidur juga di dalam mobil itu bersama Pras.


*****


Pras membuka matanya lalu mendapati dirinya saat ini berada di dalam mobil bersama dengan istrinya, Vero. Pras melihat sekeliling nya dan ternyata memang sudah berada di halaman rumah nya. Pras turun dari mobil itu dan memutari mobilnya. Dia mengangkat Vero dan membawanya masuk ke dalam rumah.


Dengan pelan-pelan Pras meletakkan tubuh Vero di atas tempat tidur. Vero membuka matanya dan tersenyum dengan nya.


Vero tersenyum saja, kapan lagi dia bisa mengerjai suaminya itu. Semalam dia sudah kena marah oleh Pras. Kini giliran dirinya yang mengerjai Pras.


"Apakah berat, mas?" tanya Vero.


"Ih, menyebalkan sekali! Tapi karena kamu istriku, yang berat itu terasa ringan," sahut Pras. Vero memberikan kecupan lembut pada suaminya.

__ADS_1


"Mas, jangan ceraikan aku yah mas! Jika aku tidak bisa memberikan kamu seorang keturunan," ucap Vero. Pras menyipitkan bola matanya. Benar, selama ini tujuan menikahi Vero adalah supaya mendapatkan keturunan. Tapi sekarang dirinya sudah memiliki satu putra darah daging nya. Pras seperti nya tidak akan lagi menuntut hal itu pada Vero.


"Iya, Vero sayang! Aku tidak akan menceraikan kamu. Aku sudah memiliki Gabriel, putraku. Darah daging ku. Maaf jika aku menuntut kamu soal itu. Tapi sekarang jika kita belum diberi keturunan pun aku tidak akan menceraikan kamu. Kecuali kamu ingin bercerai dengan aku dan bikin ulah," kata Pras.


"Mana mungkin aku minta cerai dari kamu mas! Kamu sudah memiliki segala-galanya. Dan bisa membahagiakan aku," sahut Vero.


"Benarkah? Siapa tahu kamu kurang puas dengan aku. Karena aku pria tua. Dan kamu masih muda bisa mendapatkan laki-laki yang seumuran dengan kamu," ucap Pras.


"Tidak, mas! Aku tidak mau laki-laki yang lain. Aku ingin kamu saja, mas!" kata Vero. Pras terkekeh mendengar nya.


"Katakan, apa yang kamu suka dari aku?" tanya Pras.


"Aku suka kamu yang matang dan mapan, mas!" sahut Vero.


"Sudah aku duga! Dasar matre!!" ucap Pras sambil menggelitik pinggang Vero. Vero cekikikan karena Pras membuat Vero kegelian.

__ADS_1


"Mas Pras! Ampun mas Pras, hahaha," seru Vero dengan tawa nya yang bebas.


__ADS_2